Jumat, 16/1/26 | 19:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EKONOMI

Tren Gowes Meredup, Sepeda Ratusan Juta Diobral hingga 50 Persen

Sabtu, 09/8/25 | 06:02 WIB

Jakarta, Scientia.id – Penjualan sepeda mewah berharga puluhan hingga ratusan juta rupiah anjlok seiring meredupnya tren gowes di Indonesia. Kondisi ini memaksa sejumlah toko sepeda kelas atas tutup, sementara importir hingga pabrik menahan produksi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo mengatakan, sepeda branded sempat diminati kalangan atas pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020–2021. Saat itu, bersepeda menjadi bagian dari gaya hidup.

Namun tren tersebut tak bertahan lama. Pergeseran minat masyarakat ke olahraga lain seperti lari, dan kini padel, membuat penjualan sepeda mahal anjlok.

BACAJUGA

No Content Available

“Kalau lifestyle berubah, efeknya langsung ke penjualan. Sekarang ini padel lagi tren, habis sudah (tren sepeda). Apalagi budget mereka terbatas, jadi pilih prioritas olahraga yang sedang hits,” kata Eko, Jumat (8/8/2025) mengutip detikcom.

Eko mengungkapkan, saat tren gowes memuncak, banyak toko dan importir memesan stok besar untuk sepeda kelas atas. Ketika tren menurun cepat, stok menumpuk dan sulit terjual.

Agar arus kas tidak terganggu, pengusaha terpaksa melakukan cuci gudang dengan potongan harga besar-besaran.

“Stok ini nggak diprediksi turunnya begitu cepat. Mau nggak mau strategi cuci gudang dilakukan. Harganya sekarang sudah terendah, ada yang diskon 50% lebih,” jelasnya.

Baca Juga: Agar Sepeda Motor Aman Dibawa Mudik Saat Lebaran

Menurut Eko, tujuan utama diskon besar adalah mempercepat perputaran barang dan menjaga stok tetap minimal, meski margin keuntungan berkurang drastis. (*)

Tags: Sepeda
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jelang Musda, DMI Agam Audiensi dengan Wabup Muhammad Iqbal

Berita Sesudah

Kemenag Gelar OMI 2025, Gabungkan Kompetisi Sains dan Riset Madrasah

Berita Terkait

Update Harga Emas Antam 24 Karat 24 Juli 2025: Turun Rp 25.000

Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Sentuh Level Terendah Sejak Awal November

Selasa, 18/11/25 | 12:04 WIB

Jakarta, Scientia.id - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk kembali merosot pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Berdasarkan data...

Menuai Cuan di ‘Kolam Susu’, Membagi Keadilan untuk Anak Cucu

Sabtu, 08/11/25 | 23:58 WIB

  Pengelola Koperasi Kepiting Merah Putih, Alghani Perdana Arsyadi sumringah usai memanen kepiting bakau pada Sabtu (8/11/25) usai penggemukan dengan...

Ekonomi Biru Koperasi Kepiting Merah Putih

Ekonomi Biru Koperasi Kepiting Merah Putih

Sabtu, 08/11/25 | 22:26 WIB

Pengelola Koperasi Kepiting Merah Putih, Alghani Perdana Arsyadi mencek pertumbuhan kepiting bakau pada Sabtu (8/11/25) di Kelurahan Siteba, Kota Padang....

Wakil Wali Kota Bukittinggi Tinjau Pasar Bawah, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Wakil Wali Kota Bukittinggi Tinjau Pasar Bawah, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Rabu, 29/10/25 | 06:12 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bukittinggi, melaksanakan kegiatan di...

Update Harga Emas Antam 24 Karat 24 Juli 2025: Turun Rp 25.000

Drastis! Harga Emas Antam Turun Rp177 Ribu per Gram

Kamis, 23/10/25 | 05:41 WIB

Jakarta, Scientia.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan tajam pada Rabu (22/10/2025). Mengutip situs...

Tingkat Literasi Keuangan di Sumbar Masih Rendah

Tingkat Literasi Keuangan di Sumbar Masih Rendah

Minggu, 19/10/25 | 19:13 WIB

Petinggi OJK Sumbar sedang berfoto dengan pemenang TPAKD 2020, Minggu (19/10). (SCIENTIA/Wahyu Saputra). Padang, SCIENTIA- Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK)...

Berita Sesudah
Kemenag Gelar OMI 2025, Gabungkan Kompetisi Sains dan Riset Madrasah

Kemenag Gelar OMI 2025, Gabungkan Kompetisi Sains dan Riset Madrasah

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024