Jumat, 29/8/25 | 18:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Efisiensi di Negeri Petro Dolar: Jalan Penuh Lubang, Jembatan Reyot Vs Mobil Dinas Baru yang Lukai Rasa Keadilan

Sabtu, 12/7/25 | 15:47 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Kabut masih setia menggantung rendah di Negeri Petro Dolar, sebutan akrab untuk Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Embun menetes pelan dari ujung dedaunan, membasahi bumi yang tampak sendu namun damai. Seolah alam sedang melantunkan kidung pagi yang menenangkan. Namun kedamaian itu mendadak koyak oleh decit rem yang melengking tajam, menampar sunyi.

Di jalan utama yang menjadi urat nadi ekonomi nagari, sebuah truk pengangkut hasil tani berhenti mendadak. Lubang besar selebar hampir setengah badan jalan menganga ganas di depannya, menanti korban berikutnya. Sang sopir turun dengan wajah masam.

Pandangannya langsung tertumbuk pada ban depan truknya yang kini robek tak berbentuk. Dari bibirnya meluncur umpatan pelan, lebih terdengar seperti desah frustrasi yang sudah terlalu sering terpendam. Ini bukan kali pertama.

BACAJUGA

Efisiensi di Negeri Petro Dolar: Jalan Penuh Lubang, Jembatan Reyot Vs Mobil Dinas Baru yang Lukai Rasa Keadilan

Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

Kamis, 28/8/25 | 21:46 WIB
Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

Kamis, 28/8/25 | 19:28 WIB

Bagi sopir-sopir truk dan pengemudi lain, lubang-lubang maut ini sudah menjadi sahabat gelap yang selalu menyertai perjalanan. Setiap laju kendaraan adalah doa, semoga selamat sampai tujuan. Sampai kapan jeritan ini menggema tanpa jawaban?

Di jalan inilah saban hari ribuan kendaraan lalu-lalang, mengangkut hasil bumi seperti sawit dan karet dari ladang-ladang subur Dharmasraya menuju pabrik, bahkan hingga ke luar provinsi. Namun jalan rusak menjadi hambatan serius. Tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga memukul perekonomian warga yang menggantungkan hidup pada lancarnya distribusi hasil tani.

Di sisi lain, potret lain yang tak kalah getir muncul dari jembatan darurat. Masyarakat dan Anak-anak sekolah tampak meniti papan kayu rapuh yang disusun ala kadarnya oleh warga. Ini bukan solusi sementara, ini keseharian. Janji-janji perbaikan jalan dan jembatan hanya sebatas retorika yang mudah lenyap ditelan kabut pagi dan debu jalan.

Ironi begitu kentara. Negeri Petro Dolar, julukan yang lahir dari kekayaan sumber daya alamnya sawit, karet, kayu, hingga tambang ternyata menyimpan luka mendalam pada infrastruktur dasarnya.

Warga Dharmasraya sudah terbiasa hidup dalam kepungan jalan berlubang, jembatan reyot, dan akses publik minim. Bagi sebagian orang, ini sudah menjadi kenyataan yang pasrah diterima. Namun ada juga yang memilih melawan dengan cara mereka sendiri gotong royong, urunan sukarela membangun jalan dan jembatan.

“Kalau nunggu pemerintah, bisa-bisa jembatan ini ambruk duluan,” kata seorang warga yang baru saja ikut badoncek, patungan untuk membangun kembali jembatan penghubung ke ladang. Sambil tertawa getir, ia bercerita tentang bagaimana setelah swadaya itu muncul, barulah pemerintah datang tapi bukan membawa solusi, melainkan pendampingan yang lebih banyak bersifat seremonial.

Fenomena warga merogoh kocek pribadi untuk membangun fasilitas umum seharusnya terdengar ganjil, tapi di Dharmasraya, ini lumrah.

Janji-janji perbaikan seringkali hanya sebatas wacana, tenggelam ditelan dinginnya pagi dan debu yang beterbangan. Di banyak nagari, cerita serupa berulang, menegaskan bahwa ini bukan anomali, melainkan pola. Tak hanya satu-dua kasus, pemandangan seperti ini semakin jamak ditemui di berbagai pelosok Dharmasraya.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sendiri tidak menampik keterbatasan fiskal yang membelenggu. Dalam upaya efisiensi anggaran, pemerintah menggandeng perusahaan lewat program CSR dan mengandalkan gotong royong warga. Mereka mengklaim ini strategi demi fokus pada prioritas pembangunan seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.

Namun kabar dari gedung legislatif di Rumah Bagonjong menghantam nalar publik. Dua unit mobil dinas baru berjenis Honda Civic RS E HEV, masing-masing senilai Rp 730 juta, dibeli untuk menunjang operasional Wakil Ketua I dan II DPRD Dharmasraya. Totalnya menembus Rp 1,4 miliar dari APBD. Di tengah retakan jalan dan derak jembatan darurat, alasan ini terdengar sumbang dan sulit dicerna.

Tak butuh waktu lama kabar ini merembes ke media sosial, memicu gelombang amarah. Ironis kalau katanya efisiensi, kenapa justru beli mobil baru? Apa ini yang disebut penghematan?,” celetuk salah seorang warga salah satu nagari yang baru saja memperjuangkan memperbaiki jembatan di wilayahnya. Suara kekecewaan itu menggaung, menembus batas kampung dan kota sambil menyuarakan kekecewaan yang juga dirasakan banyak orang.

Kemarahan dan kekecewaan yang menyeruak warga bukan semata soal angka atau merek kendaraan. Ini tentang rasa keadilan. Tentang luka hati yang menganga ketika mereka diminta bersabar menghadapi jalan berlubang, diminta berpartisipasi memperbaiki jembatan, sementara para elit menikmati kenyamanan berlapis.

Padahal negara punya kewajiban hukum menjaga keselamatan pengguna jalan. Pasal 273 ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas menegaskan, pemerintah dapat dipidana hingga enam bulan penjara atau denda maksimal Rp12 juta jika lalai memperbaiki jalan rusak yang menyebabkan kecelakaan. KUH Perdata Pasal 1365 juga membuka ruang ganti rugi bagi warga yang dirugikan akibat kelalaian tersebut. Ini bukan provokasi, tapi edukasi hukum yang perlu diketahui publik.

Sayangnya, di banyak tempat, suara warga masih kalah lantang dibanding raungan mesin mobil dinas baru yang mengilap.

Baca Juga: Jembatan Kayu Sungai Panonggahan Nagari Panyubarangan di Timpeh Dharmasraya Rusak Parah, Warga Resah

Di tengah kabut, jalan berdebu, dan papan kayu lapuk yang menggantikan jembatan, warga Dharmasraya masih menggenggam harap. Bahwa suatu hari nanti, efisiensi benar-benar berarti pemangkasan seremonial dan belanja elite, bukan memangkas hak dasar rakyat. Bahwa pemerintah hadir bukan sekadar dengan janji, tapi dengan jalan yang layak, jembatan yang kokoh, dan kebijakan yang menempatkan rakyat kecil di tempat terhormat.

Karena bagi mereka, yang terpenting bukanlah mobil baru terparkir megah di halaman kantor pemerintahan, melainkan jembatan yang tak roboh saat dilintasi, jalan yang tak membuat ban pecah, dan anak-anak yang bisa pergi sekolah tanpa takut tercebur ke sungai. (*)

Penulis

Bustanol

Tags: Dharmasraya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wawako Serahkan Bantuan Operasional Triwulan II Tahun 2025 di Koto Tangah

Berita Sesudah

PERKI dan YJI Komitmen Sehatkan Jantung Masyarakat Sumbar

Berita Terkait

Tragedi Affan, PMII Padang Ingatkan Jangan Ada Impunitas Aparat

Tragedi Affan, PMII Padang Ingatkan Jangan Ada Impunitas Aparat

Jumat, 29/8/25 | 15:34 WIB

Padang, Scientia.id - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang ikut bersuara atas tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang...

Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol

Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol

Jumat, 29/8/25 | 14:01 WIB

Jakarta, Scientia.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengusut secara transparan insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas pengemudi...

Ribuan Pegawai BUMN Terima Bansos, Donizar: Tak Tepat Sasaran, Coret dari Daftar

Anggota DPRD Sumbar Donizar: Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis Harus Jadi Evaluasi Brimob

Jumat, 29/8/25 | 13:42 WIB

Padang, Scientia.id - Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Donizar menilai insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis...

Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist)

Ketua PKB Sumbar Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Tewaskan Ojol

Jumat, 29/8/25 | 13:39 WIB

Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist) Padang, Scientia.id - Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB)...

Kabupaten Solok Tampilkan Potensi Unggulan di APKASI Otonomi Expo 2025

Kabupaten Solok Tampilkan Potensi Unggulan di APKASI Otonomi Expo 2025

Jumat, 29/8/25 | 11:02 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) kembali menggelar Otonomi Expo Tahun 2025 di ICE BSD, Tangerang,...

Padang Panjang Ikut Sukseskan GPM 2025, Catat Lokasinya

Padang Panjang Ikut Sukseskan GPM 2025, Catat Lokasinya

Jumat, 29/8/25 | 10:01 WIB

Padang Panjang, Scientia.id - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah bersama Perum Bulog melaksanakan Gerakan...

Berita Sesudah
PERKI dan YJI Komitmen Sehatkan Jantung Masyarakat Sumbar

PERKI dan YJI Komitmen Sehatkan Jantung Masyarakat Sumbar

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Affan, PMII Padang Ingatkan Jangan Ada Impunitas Aparat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024