Jumat, 30/1/26 | 08:59 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EDUKASI

Ancaman Pemanasan Global

Rabu, 21/5/25 | 11:37 WIB
Kutub es mencair. [foto : net]
Kutub es mencair. [foto : net]

Padang, Scientia – Akhir – akhir ini kita sering merasakan cuaca panas yang begitu terik hingga terasa membakar kulit. Tahu kita, apakah kondisi tersebut termasuk kedalam pemanasan global (global warming)? Berikut ulasaannya.

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan secara signifikan dalam jangka waktu panjang, terutama sejak pertengahan abad ke-20, disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK), ( IPCC – Intergovernmental Panel on Climate Change, AR6 Report, 2021). Menurut buku Climate Change : The Science of Global Warming and Our Energy Future oleh Edmond A. Mathez (2018), pemanasan global adalah manifestasi dari perubahan iklim akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil.

Pemanasan global disebabkan oleh dua faktor, yaitu pertama faktor aktivitas manusia atau Anthropogenic Causes. Di antaranya, pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas untuk energi dan transportasi yang menghasilkan karbon dioksida. Deforestasi yang menyebabkan mengurangi kemampuan bumi menyerap karbon dioksida.

Selanjutnya, industri yang menghasilkan metana (CH₄), dinitrogen oksida (N₂O), dan gas lainnya. Melalui pertanian dan peternakan yang menyumbang emisi metana dari fermentasi enterik ternak.

BACAJUGA

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah.[foto : net]

Waspada Cuaca Tak Menentu, Kasus Campak hingga DBD Meningkat di Pariaman

Kamis, 30/10/25 | 16:46 WIB
Anggota DPRD Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

Firdaus Ingatkan Masyarakat yang Bekerja di Luar Ruangan Waspadai Risiko Dehidrasi Akibat Cuaca Panas

Kamis, 30/10/25 | 12:56 WIB

Faktor kedua disebabkan oleh Gas Rumah Kaca (GRK). IPCC menyatakan gas-gas berikut sebagai penyumbang utama karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), nitrous oxide (NO) dan Gas industri seerti CFCs dan HFCs.

Selain penyebab, pemanasan global juga memiliki dampak bagi kehidupan. Menurut buku Introduction to Modern Climate Change oleh Andrew Dessler (2020) dan jurnal Nature Climate Change, dampak pemanasan global adalah Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub dan pemuaian air laut. Perubahan pola cuaca ekstrem seperti kekeringan, badai tropis, banjir bandang.

Kemudian, Gangguan terhadap ekosistem dan kepunahan spesies. Penurunan produktivitas pertanian dan krisis pangan. Ancaman terhadap kesehatan manusia seperti meningkatnya penyakit akibat cuaca panas dan penyebaran penyakit tropis.

Meskipun demikian, terdapat dua cara untuk mengatasi keberlangsungan pemanasan global. Pertama, mitigasi dengan mengurangi emisi (GRK) melalui transisi ke energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, hidro (IEA, 2022). Efisiensi energi dan pengurangan penggunaan energi berbasis fosil. Reforestasi dan pelestarian hutan. Perubahan pola konsumsi seperti kurangi daging merah, konsumsi lokal. Serta Transportasi rendah emisi seperti kendaraan listrik, transportasi publik.

Di samping itu, cara mengatasi pemanasan global juga dapat dilakukan dengan Adaptasi, yaitu menyesuaikan diri dengan dampak. Caranya dengan membuat infrastruktur tahan iklim seperti tanggul, drainase modern. Sistem pertanian tahan iklim dan pemetaan risiko bencana. Terakhir, pendidikan dan kampanye publik tentang perubahan iklim, (UNFCCC, World Bank Climate Action Report, IPCC AR6).(Rai)

Tags: Cuaca panasGerakan Rumah KacaPemanasan global
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Inflasi dan Cara Mengatasinya

Berita Sesudah

Dr Ria Febrina Isi Kegiatan Linguist Speak-Ngaji Linguistik edisi ke-10, Bahas Soal Linguistik Korpus

Berita Terkait

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Senin, 26/1/26 | 19:56 WIB

Ilustrasi (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Sebuah temuan arkeologis penting terungkap dari kawasan Sulawesi Tenggara. Tim peneliti lintas negara melaporkan...

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

Jumat, 23/1/26 | 20:56 WIB

Padang, Scientia-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (PWM SUMBAR) melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) bekerja sama dengan Departemen Hubungan...

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Minggu, 21/12/25 | 08:01 WIB

Dekan, Wakil Dekan, Manajer serta tim dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand (Foto: Ist) Padang, Scientia.id - Fakultas Ilmu Budaya...

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Jumat, 19/12/25 | 07:58 WIB

Padang, Scientia— Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand), Alfitri, resmi menamatkan studi doktoralnya (S3) di...

Menko PM Lepas Mahasiswa UNP KKN Tanggap Bencana Alam

Menko PM Lepas Mahasiswa UNP KKN Tanggap Bencana Alam

Rabu, 17/12/25 | 20:50 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar saat melepas mahasiswa UNP KKN Tanggap Darurat Bencana, Rabu (17/12). (SCIENTIA/Wahyu Amuk) Padang, SCIENTIA -...

Sekolah Rakyat Kota Padang Bentuk Kolaborasi Perguruan Tinggi Dukung Program Prioritas Presiden

Sekolah Rakyat Kota Padang Bentuk Kolaborasi Perguruan Tinggi Dukung Program Prioritas Presiden

Rabu, 17/12/25 | 20:41 WIB

Padang, SCEINTIA - Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Terlebih lagi, ini merupakan program prioritas...

Berita Sesudah
Dr Ria Febrina Isi Kegiatan Linguist Speak-Ngaji Linguistik edisi ke-10, Bahas Soal Linguistik Korpus

Dr Ria Febrina Isi Kegiatan Linguist Speak-Ngaji Linguistik edisi ke-10, Bahas Soal Linguistik Korpus

POPULER

  • Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

    Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban PETI Terus Berjalan, Puluhan Terduga Pelaku Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT TKA Ditarget Realisasikan Plasma 20 Persen dalam Sepekan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huruf E dalam bahasa Indonesia: Antara Ada dan Tiada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024