Kamis, 19/3/26 | 02:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EDUKASI

Ancaman Pemanasan Global

Rabu, 21/5/25 | 11:37 WIB
Kutub es mencair. [foto : net]
Kutub es mencair. [foto : net]

Padang, Scientia – Akhir – akhir ini kita sering merasakan cuaca panas yang begitu terik hingga terasa membakar kulit. Tahu kita, apakah kondisi tersebut termasuk kedalam pemanasan global (global warming)? Berikut ulasaannya.

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan secara signifikan dalam jangka waktu panjang, terutama sejak pertengahan abad ke-20, disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK), ( IPCC – Intergovernmental Panel on Climate Change, AR6 Report, 2021). Menurut buku Climate Change : The Science of Global Warming and Our Energy Future oleh Edmond A. Mathez (2018), pemanasan global adalah manifestasi dari perubahan iklim akibat aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil.

Pemanasan global disebabkan oleh dua faktor, yaitu pertama faktor aktivitas manusia atau Anthropogenic Causes. Di antaranya, pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas untuk energi dan transportasi yang menghasilkan karbon dioksida. Deforestasi yang menyebabkan mengurangi kemampuan bumi menyerap karbon dioksida.

Selanjutnya, industri yang menghasilkan metana (CH₄), dinitrogen oksida (N₂O), dan gas lainnya. Melalui pertanian dan peternakan yang menyumbang emisi metana dari fermentasi enterik ternak.

BACAJUGA

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Minggu, 08/3/26 | 16:24 WIB
13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

Rabu, 18/2/26 | 09:15 WIB

Faktor kedua disebabkan oleh Gas Rumah Kaca (GRK). IPCC menyatakan gas-gas berikut sebagai penyumbang utama karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), nitrous oxide (NO) dan Gas industri seerti CFCs dan HFCs.

Selain penyebab, pemanasan global juga memiliki dampak bagi kehidupan. Menurut buku Introduction to Modern Climate Change oleh Andrew Dessler (2020) dan jurnal Nature Climate Change, dampak pemanasan global adalah Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub dan pemuaian air laut. Perubahan pola cuaca ekstrem seperti kekeringan, badai tropis, banjir bandang.

Kemudian, Gangguan terhadap ekosistem dan kepunahan spesies. Penurunan produktivitas pertanian dan krisis pangan. Ancaman terhadap kesehatan manusia seperti meningkatnya penyakit akibat cuaca panas dan penyebaran penyakit tropis.

Meskipun demikian, terdapat dua cara untuk mengatasi keberlangsungan pemanasan global. Pertama, mitigasi dengan mengurangi emisi (GRK) melalui transisi ke energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, hidro (IEA, 2022). Efisiensi energi dan pengurangan penggunaan energi berbasis fosil. Reforestasi dan pelestarian hutan. Perubahan pola konsumsi seperti kurangi daging merah, konsumsi lokal. Serta Transportasi rendah emisi seperti kendaraan listrik, transportasi publik.

Di samping itu, cara mengatasi pemanasan global juga dapat dilakukan dengan Adaptasi, yaitu menyesuaikan diri dengan dampak. Caranya dengan membuat infrastruktur tahan iklim seperti tanggul, drainase modern. Sistem pertanian tahan iklim dan pemetaan risiko bencana. Terakhir, pendidikan dan kampanye publik tentang perubahan iklim, (UNFCCC, World Bank Climate Action Report, IPCC AR6).(Rai)

Tags: Cuaca panasGerakan Rumah KacaPemanasan global
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Inflasi dan Cara Mengatasinya

Berita Sesudah

Dr Ria Febrina Isi Kegiatan Linguist Speak-Ngaji Linguistik edisi ke-10, Bahas Soal Linguistik Korpus

Berita Terkait

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Minggu, 08/3/26 | 16:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan kembali menggelar Coaching Clinic Pintar Spesial Ramadan...

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

Rabu, 18/2/26 | 09:15 WIB

Foto: elly Padang, Scientia-Sebanyak 13 Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) yang telah...

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Senin, 26/1/26 | 19:56 WIB

Ilustrasi (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Sebuah temuan arkeologis penting terungkap dari kawasan Sulawesi Tenggara. Tim peneliti lintas negara melaporkan...

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

Jumat, 23/1/26 | 20:56 WIB

Padang, Scientia-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (PWM SUMBAR) melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) bekerja sama dengan Departemen Hubungan...

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Minggu, 21/12/25 | 08:01 WIB

Dekan, Wakil Dekan, Manajer serta tim dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand (Foto: Ist) Padang, Scientia.id - Fakultas Ilmu Budaya...

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Jumat, 19/12/25 | 07:58 WIB

Padang, Scientia— Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand), Alfitri, resmi menamatkan studi doktoralnya (S3) di...

Berita Sesudah
Dr Ria Febrina Isi Kegiatan Linguist Speak-Ngaji Linguistik edisi ke-10, Bahas Soal Linguistik Korpus

Dr Ria Febrina Isi Kegiatan Linguist Speak-Ngaji Linguistik edisi ke-10, Bahas Soal Linguistik Korpus

POPULER

  • Reno Wulan Sari

    Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duka Cita atau Dukacita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026