Sabtu, 28/3/26 | 00:50 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

PT. BRM Serahkan Biaya dan Alat Berat, Tapi Bungkam Soal Sisa Lahan Kompensasi

Sabtu, 12/4/25 | 12:13 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Public Relations Officer PT. Bukit Raya Medusa (BRM), Efragil Simosir, menyatakan bahwa perusahaan telah menyerahkan biaya dan alat berat sebagai kompensasi lahan kepada masyarakat Durian Simpai dan Koto Baru di Kecamatan Koto Sembilan.

Efragil Simosir menjelaskan bahwa perjanjian awal menyebutkan perusahaan yang akan membangun 1.000 ha kebun sawit untuk masyarakat.

“Awalnya memang dalam perjanjian perusahaan yang akan mengerjakan pembangunan 1.000 ha kebun sawit tersebut. Namun, kemudian ada adendum, yang kemudian juga telah disepakati oleh masyarakat dan pihak perusahaan,” katanya, Kamis (10/4/2025).

BACAJUGA

Guru di Dharmasraya Akui Belum Terima TPG dan THR 2026

Guru di Dharmasraya Akui Belum Terima TPG dan THR 2026

Jumat, 27/3/26 | 17:53 WIB
Tambahan TKD Sumbar Rp1,65 Triliun, Difokuskan untuk Pemulihan Pascabencana dan Layanan Publik

Tambahan TKD Sumbar Rp1,65 Triliun, Difokuskan untuk Pemulihan Pascabencana dan Layanan Publik

Jumat, 27/3/26 | 02:02 WIB

Dalam adendum tersebut, lanjut Ragil, disepakati bahwa PT BRM akan memberikan 21 unit alat berat dan uang senilai Rp 6,5 miliar kepada masyarakat untuk pembangunan kebun sawit. Pihaknya mengklaim kewajiban ini telah dipenuhi.

“Jadi, setelah adendum, yang sebelumnya pihak PT. BRM yang diharuskan membangun kebun sawit masyarakat, kini kebun sawitnya harus dibangun oleh masyarakat sendiri, Bang. Alat berat serta nominal yang disepakati juga telah dipenuhi oleh PT. BRM,” ungkapnya.

Namun, ketika awak media mencoba mengkonfirmasi mengenai total luas lahan yang telah diserahkan kepada masyarakat sebagai bagian dari kompensasi, Efragil Simosir memilih untuk tidak memberikan jawaban.

Terpisah, Pemangku Adat Durian Simpai, Aidil Fitri Datuak Pangulu Bosau, membenarkan adanya penyerahan biaya dan alat berat oleh PT BRM sesuai dengan adendum perjanjian.

“Dan itu kan hasil dari adendum dari perjanjian awal yang semula pada tahun 2001 disebutkan bahwa masyarakat menyerahkan 11 ribu ha lahan kepada pihak perusahaan, dan perusahaan harus menyediakan kebun sawit seluas 1.000 ha untuk masyarakat,” katanya.

Aidil memaparkan bahwa pada tahun 2006, perjanjian tahun 2001 tersebut mengalami perubahan. Tanggung jawab penyediaan kebun sawit seluas 1 000 ha yang semula berada di pihak perusahaan, berubah menjadi penyerahan biaya dan alat berat kepada masyarakat untuk membangun kebun sendiri di atas lahan 11 ribu ha yang telah diserahkan.

“Dan bayangkan, dari 11 ribu ha yang masyarakat serahkan, masyarakat hanya menuntut 1.000 ha sebagai haknya, dan itu pun perusahaan masih mau berbelit-belit dalam penyediaannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aidil menyebutkan bahwa dari total 1.000 hektare lahan yang dijanjikan, perusahaan baru menyediakan 450 hektare.

“Dan dari total lahan 1.000 hektar yang dijanjikan tersebut, disebutkan dia, memang telah disediakan sebanyak 450 hektar oleh perusahaan, namun tentu masih ada hak kami yang belum dituntaskan oleh perusahaan tersebut sebanyak 550 hektar,” ungkapnya.

Masyarakat pun mendesak kejelasan lokasi sisa lahan yang menjadi hak mereka.

“Dan ini lah yang ingin kami tuntut, mana lahan kami yang seluas 550 hektar tersebut, jika ada, tolong tunjukkan kepada kami lokasinya, biar kami bisa mulai menanam sawit di sana,” jelasnya.

Baca Juga: Tambang Ilegal Rusak Sungai Batanghari, Warga Dharmasraya Resah

Terakhir, Aidil menyoroti dampak ekologis keberadaan perusahaan di wilayah mereka, seperti banjir dan longsor yang diduga kuat disebabkan oleh hilangnya banyak hutan. (tnl/tim)

Tags: DharmasrayaLingkunganPT BRM
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Merasa Dirugikan, Pemangku Adat Sembilan Koto Surati Pemda Dharmasraya Soal Janji PT. Bukit Raya Medusa

Berita Sesudah

Ketua DPRD Dharmasraya Temu Ramah dengan OKP, Jalin Silaturahim dan Kolaborasi

Berita Terkait

Guru di Dharmasraya Akui Belum Terima TPG dan THR 2026

Guru di Dharmasraya Akui Belum Terima TPG dan THR 2026

Jumat, 27/3/26 | 17:53 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Seorang guru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dharmasraya mengeluhkan belum diterimanya Tunjangan Profesi Guru (TPG)...

Tambahan TKD Sumbar Rp1,65 Triliun, Difokuskan untuk Pemulihan Pascabencana dan Layanan Publik

Tambahan TKD Sumbar Rp1,65 Triliun, Difokuskan untuk Pemulihan Pascabencana dan Layanan Publik

Jumat, 27/3/26 | 02:02 WIB

Padang, Scientia - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima tambahan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp1,65 triliun pada 2026....

BTS Baru di Sitinjau Lauik Beroperasi, Mahyeldi: Perkuat Komunikasi dan Keselamatan di Jalur Rawan

BTS Baru di Sitinjau Lauik Beroperasi, Mahyeldi: Perkuat Komunikasi dan Keselamatan di Jalur Rawan

Kamis, 26/3/26 | 17:23 WIB

Padang, Scientia - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang baru beroperasi di kawasan Sitinjau...

Viral Video Ungkap Dugaan Sumber Air Sungai dan Bau Tak Sedap di RSUD Sungai Dareh

RSUD Sungai Dareh Buka Penerimaan Tenaga Kontrak BLUD

Rabu, 25/3/26 | 18:01 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui RSUD Sungai Dareh resmi membuka penerimaan Tenaga Kontrak Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)...

Firdaus: Hiburan Hajatan Harus Taat Waktu dan Jaga Norma Adat

Firdaus: Hiburan Hajatan Harus Taat Waktu dan Jaga Norma Adat

Selasa, 24/3/26 | 21:20 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi PKB, Firdaus, mengingatkan masyarakat yang menggelar hajatan maupun pesta pernikahan...

Petugas Gabungan Siap Amankan Pelaksanaan Malam Takbiran di Dharmasraya

Petugas Gabungan Siap Amankan Pelaksanaan Malam Takbiran di Dharmasraya

Sabtu, 21/3/26 | 08:17 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, bersama Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, secara resmi melepas personel...

Berita Sesudah
Ketua DPRD Dharmasraya Temu Ramah dengan OKP, Jalin Silaturahim dan Kolaborasi

Ketua DPRD Dharmasraya Temu Ramah dengan OKP, Jalin Silaturahim dan Kolaborasi

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Popularitas Kata “Eskalasi” dalam Perang Iran versus AS-Israel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BTS Baru di Sitinjau Lauik Beroperasi, Mahyeldi: Perkuat Komunikasi dan Keselamatan di Jalur Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSAM Bukittinggi Butuh 500 Kantong Darah per Bulan, Golongan AB Paling Langka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Strategi Implementasi Folklor pada Pembelajaran Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026