Rabu, 22/7/26 | 22:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Gelanggang Bukik Ambacang, Antara Tradisi dan Gengsi

Jumat, 11/4/25 | 21:38 WIB

Bukittinggi, Scientia.id – Tentang pacuan kuda, tentunya nama gelanggang Bukik Ambacang di Kota Bukittinggi tak kan bisa dilupakan.

Gelanggang pacuan kuda Bukik Ambacang, telah ikut membesarkan dunia berkuda Ranah Minang. Telah ada sejak 1889, tentunya gelanggang kebanggaan Rang Agam dan Rang Kurai tersebut, telah menjadi ikon dengan sejarah yang mengikutinya.

“Karena kaya sejarah dan tradisi yang melegenda, tentunya menjadi tanggung jawab bersama untuk kita semua merawat dan melestarikannya,” kata Fauzan Haviz, seorang pelaku yang terlibat dalam dunia berkuda di Kota Bukittinggi, maupun di pentas nasional dan internasional.

BACAJUGA

Lama Rusak, Jalan Belakang Eks RSUD Sungai Dareh Kini Kembali Mulus

Lama Rusak, Jalan Belakang Eks RSUD Sungai Dareh Kini Kembali Mulus

Rabu, 22/7/26 | 09:15 WIB
Kandidat Muda Warnai Pilwana Lingkuang Aua Baru, Muhammad Abdu Shadli Resmi Daftar

Kandidat Muda Warnai Pilwana Lingkuang Aua Baru, Muhammad Abdu Shadli Resmi Daftar

Selasa, 21/7/26 | 18:05 WIB

Ketua DPD Partai Ummat Kota Bukittinggi itu menyebutkan, meski berusia nyaris satu abad, namun banyak hal yang harus dibenahi dari gelanggang tersebut.

“Harus diakui, meski telah cukup tua, namun masih banyak hal yang harus dibenahi dari gelanggang pacu kuda Bukik Ambacang,” imbuhnya.

Menurut Fauzan, selain berada di tanah ulayat, juga ukurannya yang jauh dari standar.

“Untuk standar nasional standar lintasannya adalah 1.400 m, sementara untuk standar internasional panjang lintasannya adalah 1.800 m. Tapi di Bukik Ambacang, panjang lintasannya hanya 800 m,” sebutnya menguraikan.
Pacu kuda yang belakangan menjadi olahraga yang elit dan mahal dengan peminat yang sangat fantastis, harusnya bisa terus dikembangkan.

Hal itu perlu dilakukan, agar praktisi olahraga berkuda di Kota Bukittinggi juga Ranahminang bisa pula menikmati kebesaran dari olahraga itu, baik secara gengsi juga ekonomi.

Fauzan bercerita, di Inggris, ivent London Derby telah berlangsung selama 350 tahun yang tak terjeda sama sekali meski ada perang dunia.

Di Jepang, Iven pacuan kuda yang digelar setiap akhir pekan, kata Fauzan. penontonnya mencapai 150.000 orang.

“Sementara di Melbourne Cup, Australia bahkan pacuan kuda digelar tiap hari kecuali Selasa,” ucapnya.

Bahkan ivent berkuda di Riyadh bertajuk Saudi Cup, hadiahnya mencapai 20 juta dollar.

Baca juga: Bukittinggi–Agam Bakal Gelar Pacu Kuda Wisata Derby Tahun 2025

“Jadi, sudah saatnya kita kembali membesarkan pacuan kuda di Bukik Ambacang,” kata Fauzan Haviz mengakhiri. (*)

Tags: Bukik AmbacangBukittinggiPacu Kuda
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sebanyak 198.727 Jemaah Reguler Sudah Lunasi Biaya Haji

Berita Sesudah

68.643 Santri Akan Ikuti UAN CBT PKPPS Tahun Pelajaran 2024/2025

Berita Terkait

Lama Rusak, Jalan Belakang Eks RSUD Sungai Dareh Kini Kembali Mulus

Lama Rusak, Jalan Belakang Eks RSUD Sungai Dareh Kini Kembali Mulus

Rabu, 22/7/26 | 09:15 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Jalan di belakang eks RSUD Sungai Dareh, Nagari IV Koto Pulau Punjung, kembali menghitam setelah lama tidak...

Kandidat Muda Warnai Pilwana Lingkuang Aua Baru, Muhammad Abdu Shadli Resmi Daftar

Kandidat Muda Warnai Pilwana Lingkuang Aua Baru, Muhammad Abdu Shadli Resmi Daftar

Selasa, 21/7/26 | 18:05 WIB

Pasaman Barat, Scientia.id – Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, mulai memasuki babak baru. Muhammad Abdu...

Pemerintah Kota Padang menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, yang dialokasikan khusus untuk penanganan serta mitigasi bencana.

Wali Kota Padang Menerima Tim Monitoring Kemendagri Tinjau Proses Rehab Rekon Pasca Bencana

Selasa, 21/7/26 | 11:59 WIB

Pemerintah Kota Padang menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, yang dialokasikan khusus untuk penanganan serta mitigasi...

Sinergi Pemkab dan TNI Menguat, Dharmasraya Sambut Dandim 0310/SSD yang Baru

Sinergi Pemkab dan TNI Menguat, Dharmasraya Sambut Dandim 0310/SSD yang Baru

Selasa, 21/7/26 | 09:05 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar acara penyambutan Komandan Kodim (Dandim) 0310/SSD yang baru, Letkol Inf Dicky Sakti Yuda...

Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus dihidupkan meski telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya mantan Wali Kota Padang tersebut.

Wawako Padang Maigus Nasir Hadiri Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun.

Minggu, 19/7/26 | 15:10 WIB

Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus dihidupkan meski telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya mantan Wali Kota...

Wawako Padang Maigus Nasir saat menerima Laporan Ranperda APBD perubahan tahun anggaran 2026 menjadi Perda

Wawako Padang Maigus Nasir Apresiasi Sidang Paripurna Ranperda APBD perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

Minggu, 19/7/26 | 15:01 WIB

Wawako Padang Maigus Nasir saat menerima Laporan Ranperda APBD perubahan tahun anggaran 2026 menjadi Perda Padang, Scientia---- Wakil Wali Kota...

Berita Sesudah
68.643 Santri Akan Ikuti UAN CBT PKPPS Tahun Pelajaran 2024/2025

68.643 Santri Akan Ikuti UAN CBT PKPPS Tahun Pelajaran 2024/2025

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hierarki Satuan Kebahasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Suluh Jo Siampa” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesan Moral dalam Cerpen “Robohnya Surau Kami”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026