Kamis, 23/4/26 | 16:19 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Waspada! Ini Bahaya Radiasi Cahaya Smartphone bagi Kesehatan

Minggu, 09/3/25 | 23:32 WIB

Jakarta, Scientia.id – Di era digital, smartphone telah menjadi perangkat yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari bekerja, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, hampir semua aktivitas kini melibatkan layar ponsel. Namun, di balik manfaatnya yang besar, ada bahaya tersembunyi yang sering diabaikan, yaitu radiasi cahaya yang dipancarkan oleh layar smartphone. Banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan radiasi dari layar ponsel, terutama cahaya biru, dapat berdampak negatif pada kesehatan jika digunakan dalam waktu lama.

Radiasi cahaya biru dari smartphone memiliki gelombang pendek dengan energi tinggi yang dapat menembus mata dan memengaruhi berbagai fungsi biologis tubuh.

Beberapa studi, termasuk yang dilakukan oleh Harvard Medical School, mengungkapkan bahwa paparan cahaya biru sebelum tidur dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, pengguna smartphone yang sering terpapar cahaya biru di malam hari lebih rentan mengalami gangguan tidur dan kelelahan kronis.

BACAJUGA

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB
Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

1. Gangguan Tidur dan Ritme Sirkadian

Menurut penelitian dari Harvard Medical School, cahaya biru dari layar smartphone dapat menekan produksi melatonin hingga dua kali lebih lama dibanding cahaya biasa.

Hal ini menyebabkan terganggunya ritme sirkadian, yaitu siklus alami tubuh yang mengatur waktu tidur dan bangun. Akibatnya, seseorang bisa mengalami insomnia dan penurunan kualitas tidur yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

2. Kerusakan Mata Akibat Paparan Jangka Panjang

Paparan cahaya biru dalam waktu lama juga berisiko merusak sel retina mata. Studi dari American Academy of Ophthalmology menunjukkan bahwa penggunaan smartphone secara berlebihan dapat meningkatkan risiko digital eye strain, yang ditandai dengan mata kering, nyeri kepala, dan penglihatan kabur.

Selain itu, beberapa penelitian mengaitkan paparan cahaya biru dengan risiko degenerasi makula, suatu kondisi yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan permanen.

3. Risiko Gangguan Kesehatan Lainnya

Selain memengaruhi mata dan tidur, paparan cahaya biru juga dikaitkan dengan gangguan kesehatan lainnya. Sebuah studi dari University of Toledo menemukan bahwa cahaya biru dapat menyebabkan stres oksidatif pada sel, yang berpotensi mempercepat penuaan dini dan meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Cara Mengurangi Risiko Paparan Cahaya Biru

Untuk mengurangi dampak negatif radiasi cahaya smartphone, para ahli menyarankan beberapa langkah pencegahan. American Academy of Ophthalmology merekomendasikan penggunaan mode malam (night mode) atau filter cahaya biru pada perangkat untuk mengurangi intensitas cahaya biru.

Baca Juga: Bahaya Meletakkan HP di Kasur Saat Tidur, Ancaman yang Sering Diabaikan

Selain itu, membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur dan menerapkan aturan 20-20-20—yaitu mengistirahatkan mata setiap 20 menit dengan melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik—dapat membantu mengurangi ketegangan mata. (*)

 

Tags: TipsTips KesehatanTips Teknologi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ketua DPRD Dharmasraya: Peran Media sangat Strategis bagi Pembangunan Daerah

Berita Sesudah

Anggaran Buka Puasa Pemkab Dharmasraya Tabrak Prinsip Efisiensi

Berita Terkait

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB

Padang, Scientia.id - Kesehatan gigi seringkali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat, terutama ketika lubang kecil yang muncul belum menimbulkan rasa...

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Padang, Scientia.id – Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa air minum dalam kemasan galon sudah pasti terjamin kebersihannya. Namun, sering kali...

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Selasa, 07/4/26 | 08:49 WIB

Masyarakat yang kehilangan dokumen penting seperti ijazah akibat musibah, kelalaian, atau bencana alam kini tidak perlu merasa panik Pemerintah telah...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Kekuatan Otot Jadi Indikator Umur Panjang, Ini Temuan Studi Terbaru

Kamis, 02/4/26 | 10:37 WIB

Jakarta, Scientia.id - Sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkap bahwa kekuatan otot dapat menjadi indikator sederhana untuk...

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

Senin, 16/3/26 | 04:02 WIB

Kalau Anda masih ngerjain tugas kantor pakai cara tahun lalu, bersiaplah ketinggalan kereta. Ini rahasia agar posisi Anda aman permanen...

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

Senin, 16/3/26 | 03:27 WIB

Karyawan paling berharga bukan mereka yang ngerjain semuanya, tapi mereka yang tahu kapan harus bilang 'cukup'. Ini cara menetapkan boundaries...

Berita Sesudah
Acara buka bersama Pemkab Dharmasraya di Auditorium Kantor Bupati. Jum'at (07/03/2025) [foto : Sci/tnl]

Anggaran Buka Puasa Pemkab Dharmasraya Tabrak Prinsip Efisiensi

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aksi Sosial Jana Sandra Refleksi Semangat Kartini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026