Senin, 02/3/26 | 00:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Antara Pena Ballpoint dan Pena Gel, Manakah yang Lebih Bagus?

Senin, 18/11/24 | 07:27 WIB

Oleh: Rifki Afan
(Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Prodi Teknik Mesin Universitas Andalas) 

 

Pada dunia tulis-menulis, pena ballpoin dan pena gel lah pena yang paling sering digunakan oleh kebanyakan orang. Pena balpoin yang paling umum itu seperti pena Standard yang banyak orang gunakan. Sedangkan pena gel yang paling umum orang gunakan adalah pena My Gel. Kalian semua pasti pada familiar sama kedua pena tersebut, tetapi  apakah  perbedaan  kedua pena itu?

BACAJUGA

No Content Available

Banyak orang yang mengira pena ballpoin adalah pena yang di ujung pena tersebut ada bola, tetapi itu kuranglah tepat. Pena ballpoin adalah pena yang bahan utama tintanya berbasis minyak yang dilarutkan dengan alcohol, lalu menggunakan asam lemak untuk pelumasan sehingga tinta bisa berjalan keluar dengan lancar saat digunakan. Pena ballpoint biasanya tersedia dari warna yang terbatas, yaitu warna hitam, merah, dan biru. Pena ballpoint sering ujungnya dalam bentuk mata pena yang bulat

Pena gel adalah pena yang bahan utama tintanya berbasis air yang menggunakan pewarna untuk warna tinta tersebut. Hal itu mengakibatkan pena ini  tersedia dengan  berbagai warna. Pena gel menggunakan minyak pada bagian akhir dari isi tintanya untuk pelumasan sehingga tinta bisa berjalan keluar dengan lancar saat digunakan. Pena gel sering tersedia ujungnya dalam bentuk mata pena seperti jarum.

Karakteristik pena memiliki tinta yang cepat kering, jarang macet, dan bisa digunakan pada banyak permukaan kertas, seperti kertas struk pembelanjaan, kertas minyak, dan banyak lainnya dibanding pena gel. Pena ballpoin tintanya muncul lebih tipis dan harus menggunakan lebih banyak tekanan saat menulis sehingga lebih membuat lelah untuk digunakan, sedangkan pena gel fokus kepraktisan dan kehandalan pena tersebut.

Karakteristik pena gel cenderung memiliki tinta yang lebih lama kering dibandingkan dengan tinta pena ballpoin. Pena gel muncul lebih tebal serta memiliki variasi warna yang sangatlah banyak. Pena gel memiliki presisi yang lebih tinggi dan tidak membutuhkan tekanan yang keras saat menulis. Pena gel lebih rentan untuk macet atau tersendat-sendat. Pena gel bisa menembus kertas yang tipis karena dasar tinta terserbut terbuat dari air. Pena gel cocok digunakan pada kertas tulis dan tentunya handal untuk pelajar dan kebutuhan artistik.

Pena ballpoin dan pena gel memiliki kebagusan dan kejelekan masing-masing. Hal itu dikembalikan lagi kepada preferensi diri masing masing. Jika Anda adalah orang yang suka menulis dalam jumlah banyak, mungkin pena gel yang cocok untuk Anda karena lebih ringan untuk menulis. Jika Anda adalah orang yang membutuhkan pena hanya untuk praktisan dan tahan di berbagai permukaan kertas, pena ballpoin yang cocok untuk Anda!

Selain perbedaan karakteristik tinta dan hasil tulisan, faktor harga juga sering menjadi pertimbangan dalam memilih antara pena ballpoint dan pena gel. Umumnya, pena ballpoint memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan pena gel. Hal ini disebabkan oleh proses produksi dan bahan baku tinta pena ballpoint relatif lebih murah.  Pena ballpoint menjadi pilihan yang ekonomis, terutama bagi pengguna dengan kebutuhan menulis yang tinggi seperti pelajar dan pekerja kantoran.

Meskipun pena gel cenderung lebih mahal,  perkembangan teknologi  telah menghasilkan beragam varian pena gel dengan harga yang kompetitif.  Beberapa produsen menawarkan pena gel dengan kualitas tinta yang baik dan harga yang terjangkau.  Bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan menulis dan variasi warna, pena gel tetap menjadi pilihan yang menarik meskipun dengan harga yang sedikit lebih tinggi.

Pada akhirnya,  pemilihan antara pena ballpoint dan pena gel bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing individu.  Tidak ada jawaban tunggal yang  “lebih bagus”  karena kedua jenis pena ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis pena, pengguna dapat memilih pena yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya menulis mereka.

Tags: #Rifki Afan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Resmi Operasi, UKZ Travel Haji dan Umrah Tawarkan 3 Paket ke Tanah Suci

Berita Sesudah

Perbedaan antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Minggu, 22/2/26 | 19:58 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pensiun...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Minggu, 22/2/26 | 19:45 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri (Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Eka Sakti, Sumatera Barat) Indonesia adalah negara dengan jiwa religius yang kuat....

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

Minggu, 15/2/26 | 17:22 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Robohnya Surau Kami merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh...

Berita Sesudah
Perbedaan antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata

Perbedaan antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata

POPULER

  • Perhatikan Masjid hingga Dampak Bencana, Firdaus Gugah Warga Lubuk Alung Lewat Safari Ramadan

    Perhatikan Masjid hingga Dampak Bencana, Firdaus Gugah Warga Lubuk Alung Lewat Safari Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Orang Tewas di Konsesi PT Bina, Warga Desak Disnaker Evaluasi Standar K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjanjikan, Walnag Sipangkur Ajak Pemuda Kelola Jagung di Lahan Tidur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Safari Ramadan 1447 Hijriah, Osman Ayub Salurkan Bantuan Rp25 juta di Masjid Al Mujahidin Kurao Pagang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024