Senin, 16/2/26 | 10:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EDUKASI

Sekolah di Sumbar Diminta Kebencanaan jadi Muatan Lokal

Senin, 30/9/24 | 21:26 WIB
Siswa SMTI Padang menggotong rekannya saat simulasi bencana, 21 November 2023. (SCIENTIA/Wahyu)

PADANG, Scientia – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pendidikan membuat kurikulum kebencanaan di setiap satuan pendidikan.

“Minimal dijadikan pelajaran muatan lokal. Setiap ajaran baru, murid baru, ini terus diulang-ulang,” kata Plt Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Senin (30/9) saat peringatan 15 Tahun Gempa Sumbar 2009 silam, di Kota Padang.

Menurutnya, Sumbar harus segera konsentrasi pendidikan tentang kebencanaan lebih komprehensif di sekolah hingga perguruan tinggi. Pengetahuan tentang kebencanaan bisa diajarkan minimal 1 atau 2 jam dalam seminggu.

Alasan Audy, dikarenakan Sumbar bagaikan “supermarket”-nya bencana di Indonesia dengan tingkat kerawanan tinggi. Mulai dari gempa, longsor, banjir, banjir bandang, kebakaran hutan, hingga tsunami dengan isu megathrust Mentawai.

BACAJUGA

Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

Minggu, 15/2/26 | 00:23 WIB
APBN Rp83 Miliar Masuk, Sumbar Gaspol Hilirisasi Sawit di Teluk Tapang

APBN Rp83 Miliar Masuk, Sumbar Gaspol Hilirisasi Sawit di Teluk Tapang

Sabtu, 14/2/26 | 20:40 WIB

BACA JUGA: Unand Didorong Dirikan Fakultas Ilmu Kebencanaan

“Isu megathrust Mentawai yang kembali muncul saat ini, itu bukan untuk menakut-nakuti. Megathrust itu dipastikan terjadi, cuma waktunya belum kapan,” ujarnya.

Selain itu, masuknya pengetahuan kebencanaan dalam kurikulum satuan pendidikan ini sangat penting. Terutama untuk mengajarkan anak-anak dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat sedini mungkin.

“Karena penyakit terbesar kita ini adalah sering lupa, kalau sudah terjadi baru ingat. Makanya harus sering kita ulang-ulang, dan bisa dimulai dari sekolah-sekolah meski saat suasana sedang tenang-tenang saja,” terang Audy.

Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar kementerian serta lembaga terkait meningkatkan kesiapan menghadapi bencana. Salah satunya memasukkan kebencanaan ke satuan pendidikan, baik sekolah dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi.

“Sebagai negara di tempat rawan bencana alam, ring of fire, kita harus siap merespon tanggung jawab menghadapi segala bencana. Saya minta edukasi lebih baik, konsisten dan lebih dini bisa masuk ke dalam muatan sistem pendidikan kita,” tegasnya, Senin (7/1).

BACA JUGA: Disambut Gubernur dan Forkopimda, Kepala BNPB Kunjungi Mentawai

Ia berpendapat, kurikulum pendidikan dasar, menangah, dan pendidikan tinggi penting agar siswa atau mahasiswa memahami keberagaman bencana di Indonesia. Literasi dan edukasi pelajar akan menjadikan masyarakat lebih paham langkah dan mitigasi bencana ke depan.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mego Pinandito menyebutkan, Indonesia saat ini sudah memiliki teknologi pemantau, data, dan potensi bencana dari berbagai kementerian dan lembaga.

“Peta potensi bencana di Indonesia, peta pola hujan, perubahan iklim juga ada. Sekarang bagaimana kita memberikan bahan-bahan yang luar biasa lengkap kepada anak-anak didik, mengedukasi, dan mendukung mitigasi bencana,” terang Mego.

Tags: Dinas Pendidikan SumbarKurikulum Bencana Jadi Muatan Lokal di SekolahKurikulum Bencana Masuk SekolahMegathrust MentawaiPemprov SumbarPengetahuan Bencana Masuk Kurikulum Satuan PendidikanPlt Gubernur Sumbar Audy JoinaldyPresiden Joko WidodoSimulasi Bencana GempaSimulasi Bencana TsunamiSimulasi Megathrust
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

DPRD Padang Setujui APBD Perubahan 2024 Sebesar Rp2,8 Triliun

Berita Sesudah

Warga Akui Erman Safar-Heldo Aura Sangat Peduli Rakyat Kecil

Berita Terkait

Temuan Bakteri, BGN Hentikan Operasional Dapur Sang Surya Sungai Rumbai

Temuan Bakteri, BGN Hentikan Operasional Dapur Sang Surya Sungai Rumbai

Selasa, 10/2/26 | 22:00 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur SPPG/MBG di...

Puluhan Siswa SMA di Sungai Rumbai  Dharmasraya Diduga Keracunan MBG

Puluhan Siswa SMA di Sungai Rumbai Dharmasraya Diduga Keracunan MBG

Rabu, 04/2/26 | 19:02 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Puluhan siswa SMAN 1 Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya diduga mengalami keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya,...

Menteri PU Minta Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam Saat Lebaran

Menteri PU Minta Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam Saat Lebaran

Rabu, 28/1/26 | 18:23 WIB

Tanah Datar, Scientia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pengerjaan ruas jalan nasional Lembah Anai, Kabupaten Tanah...

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Senin, 26/1/26 | 19:56 WIB

Ilustrasi (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Sebuah temuan arkeologis penting terungkap dari kawasan Sulawesi Tenggara. Tim peneliti lintas negara melaporkan...

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

Jumat, 23/1/26 | 20:56 WIB

Padang, Scientia-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (PWM SUMBAR) melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) bekerja sama dengan Departemen Hubungan...

Aksi unjuk rasa ribuan warga dari Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya di PT Tidar Kerinci Agung (TKA), Senin (12/1/2026). (Foto: Ist)

Tuntut Hak Plasma 20 Persen, Ribuan Warga Asam Jujuhan Unjuk Rasa ke PT TKA

Senin, 12/1/26 | 19:32 WIB

Aksi unjuk rasa ribuan warga dari Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya di...

Berita Sesudah
Calon Wako Bukittinggi Erman Safar menyapa anak kecil saat melaksanakan kampanye (Foto: Ist)

Warga Akui Erman Safar-Heldo Aura Sangat Peduli Rakyat Kecil

POPULER

  • Perspektif Ekologis dalam Berbahasa

    Ancaman Ekologis Krisis Air dari Tren Penggunaan AI di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hubungan Sinonim Kata “Mempunyai” dan “Memiliki”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024