Selasa, 17/3/26 | 12:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memimpin di Era Disrupsi

Minggu, 14/7/24 | 10:40 WIB

Di tengah disrupsi ini, peran pemimpin menjadi semakin penting untuk mengarahkan tim dan organisasi menuju kesuksesan. Pertanyaannya, pemimpin seperti apa yang bisa sukses menghadapi era disrupsi? Apakah pemimpin karismatik yang sudah nyaman dengan cara-cara lama bisa melakukannya? Rasanya tidak. Lantas, pemimpin seperti apa? Berikut ulasannya:

Pertama, pemimpin yang adaptif dan fleksibel. Pemimpin adaptif bukanlah kapten yang kaku dan berpegang teguh pada tradisi. Mereka adalah penggerak perubahan, mampu berpikir kreatif dan mengambil keputusan cepat di tengah situasi yang tak terduga. Mereka terbuka terhadap ide baru, dan tidak takut untuk mencoba hal yang berbeda. Fleksibel bukannya tanpa prinsip. Mereka tetap memiliki tujuan dan arah, namun mampu menyesuaikan strategi dan metode dengan situasi yang berubah.

Kedua, pemimpin yang visioner. Adaptif dan fleksibel saja tidak cukup untuk mengarungi era disrupsi. Seorang pemimpin tetap mesti memiliki visi yang jernih dan tujuan yang ambisius. Mereka mampu melihat peluang di balik kekacauan, dan membayangkan masa depan yang lebih baik bagi organisasi dan individu yang mereka pimpin. Visi ini tidak sekadar mimpi, tetapi rencana yang terarah dengan strategi dan langkah-langkah yang jelas.

Ketiga, pemimpin pembelajar. Pemimpin pembelajar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan haus akan informasi baru. Mereka membaca buku, mengikuti seminar, dan bertukar pikiran dengan para ahli di berbagai bidang. Mereka tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru. Mereka memahami bahwa dunia terus berubah, dan keterampilan yang mereka miliki saat ini mungkin tidak cukup untuk masa depan. Pemimpin pembelajar tidak hanya belajar untuk diri mereka sendiri, tetapi mereka juga menciptakan budaya belajar di dalam organisasi. Mereka mendorong dan mendukung para anggotanya untuk belajar dan mengembangkan diri. Pemimpin pembelajar selalu belajar dari pengalaman.

BACAJUGA

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Minggu, 15/3/26 | 15:41 WIB
Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Minggu, 08/3/26 | 22:51 WIB

Keempat, pemimpin kolaboratif. Pemimpin di era disrupsi mesti memahami bahwa mereka tidak dapat mencapai kesuksesan sendirian. Mereka mesti membangun tim yang kuat dan beragam, dan memberdayakan anggotanya untuk berkontribusi dan berinovasi. Mereka mendengarkan dengan saksama, belajar dari orang lain, dan menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan saling mendukung.

Halaman 2 dari 3
Prev123Next
Tags: #disrupsi#kepemimpinan#Riza Andesca Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Taman Nasional sebagai “Rumah” dalam Wacana Pariwisata

Berita Sesudah

Cerpen “Antaro Amak jo Pitih” Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Berita Terkait

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Minggu, 15/3/26 | 15:41 WIB

‎Oleh: Alfan Raseva (Ketua Ketua Taruna Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung)   Kepemimpinan dalam kacamata Minangkabau adalah perpaduan antara...

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Minggu, 08/3/26 | 22:51 WIB

Oleh: Amanda Restia (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Nama Siti Nurbaya sering kali langsung dilibatkan dengan...

Pandangan Khalil Gibran tentang Musik sebagai Bahasa Rohani

Analogi dan Lokalitas Lagu “Rindu Tebal” Karya Iwan Fals

Minggu, 08/3/26 | 18:27 WIB

Oleh: Faathir Tora Ugraha (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Iwan Fals merupakan musisi legendaris Indonesia yang menjadi...

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Berita Sesudah
Cerpen “Antaro Amak jo Pitih” Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Cerpen "Antaro Amak jo Pitih" Karya Dilha Rahmanadia Putri dan Ulasannya oleh Azwar

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

    Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Popularitas Kata “Eskalasi” dalam Perang Iran versus AS-Israel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026