Selasa, 03/3/26 | 10:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DESTINASI

Melepas Rindu pada Indonesia di Maroko

Sabtu, 13/7/24 | 20:08 WIB
Peran Diksi dalam Kegiatan Tulis-Menulis

Sebagai pengajar bahasa Indonesia yang ditugaskan universitas ke sana, saya merasa bangga menyaksikan realitas itu. Untuk kesekian kalinya, saya merasa tidak salah pilih jurusan atau program studi saat berkuliah. Pilihan tersebut telah membekali rasa cinta terhadap bahasa Indonesia dan membuat saya menekuninya, bahkan sampai mengantarkan untuk mengajarkan bahasa Indonesia sampai ke negeri orang.

Foto 2: Penulis sedang menunggu makanan disajikan di dalam Restoran Maroko, Kota Busan

Pada hari Sabtu dan Minggu, Maroko sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang Indonesia. Restoran itu lebih ramai lagi pada hari libur tanggal merah, seperti pada Hari Raya Chuseok dan Seollal. Para perantau Indonesia membuat janji untuk bertemu di sana untuk mengisi liburan mereka. Dengan banyaknya pengunjung Indonesia yang datang ke sana, membuat pemilik dan pelayan restoran merasa senang. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengunjung, mereka menggunakan bahasa Indonesia untuk menyapa pengunjung. Dengan senyum ramah, mereka menggunakan ungkapan-ungkapan pendek, “Apa kabar?” dan “terima kasih”. Ungkapan-ungkapan sederhana itu menjadi candu yang membuat rindu.

Restoran Maroko cukup recommended karena menyajikan masakan ala timur tengah, seperti daging kambing bakar, sapi bakar yang empuk dan gurih, kari kambing, kari sapi, serta ayam bakar. Semua menu daging-dagingan selalu disajikan bersama menu pendamping berupa asinan timun dan wortel yang dipotong tipis-tipis. Tidak ketinggalan sepiring kacang Arab kukus yang lezat dan gurih serta satu teko teh hangat khas Maroko. Saya sangat menyukai semua sajian itu.

Jika ada tamu-tamu yang datang dari Indonesia, saya tidak lupa membawa mereka ke Maroko. Makanannya aman, halal, dan terhindar dari unsur yang dilarang oleh agama Islam. Harganya juga murah. Satu porsinya sekitar 5000 hingga 15 ribu won. Selain menjual menu daging yang telah dimasak, Restoran Maroko juga menjual daging mentah, seperti daging ayam, daging sapi. dan daging kambing halal. Saya sering membeli daging mentah di sana untuk saya simpan di kulkas jika sewaktu-waktu saya rindu masakan Indonesia. Saya bisa mengolahnya sendiri sesuai dengan selera.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Dari segi transportasi, Maroko merupakan tempat yang mudah dijangkau. Banyak alat transportasi yang dapat digunakan untuk menuju ke sana. Ada kereta bawah tanah (subway) atau jihacol dalam bahasa Korea, ada bus kota, dan ada juga taksi. Maroko mudah dikenali karena terletak di samping Masjid Al Fatah, masjid terbesar kedua di Korea Selatan setelah Itaewon, Seoul. Masjid ini merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Busan selain kuil-kuil, seperti Beomosa dan Haedong Yonggungsa. Jika sahabat destinasi jalan-jalan ke Busan, jangan lupa mampir di Maroko. Silakan coba kacang Arab kukus dan daging bakarnya yang lezat.

Halaman 2 dari 2
Prev12
Tags: #Elly DelfiaDestinasi WisataKorea Selatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Danang Susena

Berita Sesudah

Mengenal Wacana Regulator Hortatori

Berita Terkait

UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

Kamis, 23/10/25 | 20:08 WIB

UNAND, USU, dan UNSOED usai menandatangani Implementation Agreement sebagai bagian dari momentum Seminar Nasional Dinamika Bahasa, Sastra, dan Budaya Jepang...

Kota Kuno Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Tengah Gurun Arab Saudi

Kota Kuno Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Tengah Gurun Arab Saudi

Sabtu, 11/10/25 | 06:03 WIB

Jakarta, Scientia.id - Para arkeolog dari Prancis dan Arab Saudi menemukan sisa-sisa kota kuno berusia sekitar 4.000 tahun di barat...

Jejak Asteroid Purba di Dasar Laut Utara Akhirnya Terungkap

Jejak Asteroid Purba di Dasar Laut Utara Akhirnya Terungkap

Kamis, 02/10/25 | 09:26 WIB

Jakarta, Scientia.id - Selama lebih dari 20 tahun, Kawah Silverpit di dasar Laut Utara menjadi perdebatan sengit para ilmuwan. Ada...

Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Sabtu, 13/9/25 | 17:09 WIB

Jakarta, Scientia.id - Jejak kekuasaan Ramses II kembali terungkap. Para arkeolog Mesir baru-baru ini menemukan pedang diduga milik Firaun legendaris...

Lele Raksasa (Foto: Ist)

Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

Senin, 18/8/25 | 06:10 WIB

Lele Raksasa (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Seorang pemancing asal Republik Ceko kembali mengukir prestasi luar biasa di dunia perikanan....

Misteri Gunung Padang: Diduga Lebih Tua dari Piramida Giza

Misteri Gunung Padang: Diduga Lebih Tua dari Piramida Giza

Senin, 11/8/25 | 09:57 WIB

Jakarta, Scientia.id - Situs prasejarah Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali jadi sorotan setelah tim kajian menduga usianya...

Berita Sesudah
Peran Diksi dalam Kegiatan Tulis-Menulis

Mengenal Wacana Regulator Hortatori

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024