Sabtu, 24/1/26 | 11:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Bapak, Tongkrongan, dan Anak-Anak

Minggu, 10/9/23 | 10:45 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Menjelang akhir pekan ini, salah satu unggahan menfess di Twitter_eh, maksudnya X_cukup ramai menarik perhatian warganet. Pasalnya, unggahan tersebut menampilkan cuplikan video dengan situasi yang memang terbilang langka terjadi di sekitar kita. Dalam video itu tampak lima orang bapak-bapak paruh baya yang tengah nongkrong sambil ngopi. Tiga di antaranya tengah memangku anak mereka yang masih batita sambil terus bercengkerama satu sama lain. Video itu diberi tajuk “Lucunya ketika bapak-bapak lagi ngopi sambil bawa anak”.

Batita yang mereka pangku juga tampak anteng-anteng saja. Sesekali mereka tampak agak terplanga-plongo. Mungkin bingung dengan jokes khas bapak-bapak karena tidak sefrekuensi dengan jokes para batita. “Kok ketawa, apanya yang lucu, sih?” Mungkin begitu pikir salah satu atau dua di antara mereka.

Situasi yang ditampilkan dalam video mengundang sejumlah tanggapan pengguna X. Ada yang mengatakan hal itu tampak lucu dan menggemaskan. Ada pula yang menilainya sebagai salah satu trik dari istri agar suami mereka tidak nongkrong hingga larut malam dan cepat kembali ke rumah. Sebagian lainnya memandang hal itu secara positif terkait pembagian peran suami dan istri. “Sesekali memang harus berbagi peran, agar istri juga ada waktu buat me time”, bunyi salah satu komentar di unggahan tersebut. Akan tetapi alangkah lebih baik bila kata ‘sesekali’ dalam komentar tersebut dihilangkan saja. Sebab, menurut saya, peran bapak dalam pengasuhan anak bukan diperlukan hanya sesekali, tetapi setiap waktu.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Saat Ide Mengalir di Detik Terakhir

Minggu, 05/10/25 | 20:02 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Antara Deadline dan Bedcover

Minggu, 14/9/25 | 18:56 WIB

Biasanya, yang kita jumpai adalah tongkrongan ibu-ibu sambil memangku anak masing-masing. Ketika menjumpai bapak-bapak berada di situasi yang sama, hal itu terasa luar biasa karena jarang dan langka didapati. Begitu mudahnya kita terkesima terhadap sesuatu yang pada dasarnya sudah seharusnya begitu.

Saya pun tak luput terkesima oleh hal-hal serupa. Bulan lalu saya menghadiri pesta pernikahan teman. Di sana saya melihat paman dan bibinya yang berbagi peran. Para bibi sibuk menyambut dan melayani tamu undangan, sedangkan para paman tampak sibuk mengasuh anak. Mereka menggendong dan menghibur anak yang rewel, bahkan berlari ke sana kemari sampai ngos-ngosan menghadapi anak yang begitu aktif dan energik. Pemandangan itu berbeda dari pesta pernikahan lain yang saya hadiri. Di pesta pernikahan yang lain ini, saya melihat ibu yang amat kerepotan. Di samping sibuknya melayani tamu, ia kewalahan dengan anaknya yang rewel, sedang suaminya hanya duduk-duduk sambil merokok bahkan menyumbangkan suaranya yang tidak emas di organ pesta.

Sebagian dari kita mungkin berharap situasi seperti di video bertajuk ”Lucunya ketika bapak-bapak lagi ngopi sambil bawa anak” menjadi hal yang lazim ditemukan. Ketika ibu-ibu menjadi begitu rempong ketika menghadiri acara reuni sambil momong anak, saya harap bapak-bapak juga melakukan hal yang sama karena memang begitulah seharusnya. Alternatif lainnya ialah membiarkan ibu menikmati waktu bersantainya dan bapak menikmati waktu bermainnya dengan anak. Bukankah itu tampak begitu hangat? Ya, sebagaimana suasana terkesima tadi, suasana hangat ini barangkali muncul karena tidak lazimnya kita menjumpai sesuatu yang seharusnya lazim.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perbedaan Kata “Apalagi” dan Frasa “Apa Lagi”

Berita Sesudah

Puisi-puisi Sri Wardani dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Sri Wardani dan Ulasannya oleh Dara Layl

Puisi-puisi Sri Wardani dan Ulasannya oleh Dara Layl

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Komitmen Dukung Percepatan Pembebasan Lahan Sukseskan PSN di Kota Padang.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024