Minggu, 15/2/26 | 20:18 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Harusnya Begitu, Jangan Begini

Minggu, 16/4/23 | 13:05 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Sering saya dibuat bingung dengan permintaan yang rumit dan aneh. Tentu kejadian serupa itu selalu mengundang stres. Tidak jarang pula momen-momen begitu sering memicu asam lambung naik.

Ini sebenarnya terjadi dalam berbagai hal, mulai dari kerjaan hingga rutinitas harian. Selalu ada saja permintaan rumit. Permintaan yang bila tidak dituruti bakal berujung umpatan atau penyesalan.

Sabar? Jangan ditanya lagi. Kesal? Sudah pasti! Kira-kira begitu jawaban spontan terucap dari kekesalan yang terjadi.

Lain lagi bila permintaan itu datang dari yang terkasih, bisa saja keluarga atau karib kerabat. Mungkin juga boleh disebut permintaan “rumit”. Ingat, saya menulisnya menggunakan tanda petik.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Tentu permintaan rumit itu menyebalkan dan bikin kesal. Berbeda dengan “rumit” yang berpotensi tidak menyenangkan. Bikin kesal dengan berpotensi tidak menyenangkan bagi saya dua hal berbeda.

Bagi saya, rumit dan “rumit” itu serupa tapi tak sama. Seperti sebuah argumen yang menyatakan bahwa suatu benda itu berwarna hitam. Kemudian, muncul pendapat lain yang mengatakan kalau benda itu bukan berwarna putih.

Poin kesamaanya adalah sama-sama dibutuhkan kewarasan dan kesabaran. Kewarasan berpikir diperlukan untuk memahami maksud permintaan. Sedangkan kesabaran dibutuhkan dalam mengeksekusinya.

“Ringan-ringan berat” begitu guyonan untuk memenuhinya. Humor sangat diperlukan, setidaknya itu berguna bagi saya sebagai “peredam” asam lambung. Bahaya bila tidak diredam, bisa-bisa permintaan tidak terpenuhi.

Seperti apa permintaan rumit dan “rumit” itu? Ini yang menjadi pertanyaan mendasar dari awal pembahasan ini ditulis. Pertanyaan yang saya kira berpotensi menjadi poin pembahasan tersediri pula.

Untuk menuliskan seperti apa kalimat permintaan rumit dan “rumit” itu saya masih ‘trauma”. Saking begitu rumitnya permintaan itu untuk diingat, sampai “trauma” untuk menuliskannya. Itu selalu muncul dimulai saat mencoba mengingatnya.

Namun, ada hal yang mudah untuk diingat sebagai penanda bagi keduanya. Hal itu menjadi langkah aman pula agar kedua permintaan itu tetap terkenang dan asam lambung tetap aman. Hal itu adalah “muara” dari hasil permintaan itu.

Kenapa begitu? Sejauh yang saya alami, sebagian besar permintaan itu jarang terpenuhi dengan sempurna. Selalu ada yang kurang, walau sekecil apa pun bentuknya.

Kalau tidak sempurna tentu sudah barang pasti tidak sesuai permintaan. Jika sudah begitu, ada indikator hal yang dilakukan menjadi percuma, sia-sia saja. Tentu ini sungguh menyedihkan.

Seolah semua yang sudah dilakukan itu terkesan main-main, tidak serius. Padahal harus “jungkir-balik” pula otak ini untuk memahami setiap detail permintaan itu. Terkadang “Berasap” pula kepala ini dibuatnya.

Apa gerangan yang membuat itu atau paling tidak terkesan terjadi? Sebuah kalimat yang mampu membuat rutinitas yang sedang dilakukan berhenti seketika. Harusnya begitu, bukan begini!

Memang sulit untuk dapat menyenang semua orang. Tapi paling tidak semua orang tentu punya potensi untuk saling berbagi hal menyenangkan kepada siapa pun.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Diriku dan Keterlambatan

Berita Sesudah

E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Berita Sesudah
E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

Discussion about this post

POPULER

  • Perspektif Ekologis dalam Berbahasa

    Ancaman Ekologis Krisis Air dari Tren Penggunaan AI di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024