Jumat, 29/8/25 | 07:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Harusnya Begitu, Jangan Begini

Minggu, 16/4/23 | 13:05 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Sering saya dibuat bingung dengan permintaan yang rumit dan aneh. Tentu kejadian serupa itu selalu mengundang stres. Tidak jarang pula momen-momen begitu sering memicu asam lambung naik.

Ini sebenarnya terjadi dalam berbagai hal, mulai dari kerjaan hingga rutinitas harian. Selalu ada saja permintaan rumit. Permintaan yang bila tidak dituruti bakal berujung umpatan atau penyesalan.

Sabar? Jangan ditanya lagi. Kesal? Sudah pasti! Kira-kira begitu jawaban spontan terucap dari kekesalan yang terjadi.

Lain lagi bila permintaan itu datang dari yang terkasih, bisa saja keluarga atau karib kerabat. Mungkin juga boleh disebut permintaan “rumit”. Ingat, saya menulisnya menggunakan tanda petik.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Crack! Sebuah Denting Kecil

Minggu, 13/7/25 | 18:39 WIB

Tentu permintaan rumit itu menyebalkan dan bikin kesal. Berbeda dengan “rumit” yang berpotensi tidak menyenangkan. Bikin kesal dengan berpotensi tidak menyenangkan bagi saya dua hal berbeda.

Bagi saya, rumit dan “rumit” itu serupa tapi tak sama. Seperti sebuah argumen yang menyatakan bahwa suatu benda itu berwarna hitam. Kemudian, muncul pendapat lain yang mengatakan kalau benda itu bukan berwarna putih.

Poin kesamaanya adalah sama-sama dibutuhkan kewarasan dan kesabaran. Kewarasan berpikir diperlukan untuk memahami maksud permintaan. Sedangkan kesabaran dibutuhkan dalam mengeksekusinya.

“Ringan-ringan berat” begitu guyonan untuk memenuhinya. Humor sangat diperlukan, setidaknya itu berguna bagi saya sebagai “peredam” asam lambung. Bahaya bila tidak diredam, bisa-bisa permintaan tidak terpenuhi.

Seperti apa permintaan rumit dan “rumit” itu? Ini yang menjadi pertanyaan mendasar dari awal pembahasan ini ditulis. Pertanyaan yang saya kira berpotensi menjadi poin pembahasan tersediri pula.

Untuk menuliskan seperti apa kalimat permintaan rumit dan “rumit” itu saya masih ‘trauma”. Saking begitu rumitnya permintaan itu untuk diingat, sampai “trauma” untuk menuliskannya. Itu selalu muncul dimulai saat mencoba mengingatnya.

Namun, ada hal yang mudah untuk diingat sebagai penanda bagi keduanya. Hal itu menjadi langkah aman pula agar kedua permintaan itu tetap terkenang dan asam lambung tetap aman. Hal itu adalah “muara” dari hasil permintaan itu.

Kenapa begitu? Sejauh yang saya alami, sebagian besar permintaan itu jarang terpenuhi dengan sempurna. Selalu ada yang kurang, walau sekecil apa pun bentuknya.

Kalau tidak sempurna tentu sudah barang pasti tidak sesuai permintaan. Jika sudah begitu, ada indikator hal yang dilakukan menjadi percuma, sia-sia saja. Tentu ini sungguh menyedihkan.

Seolah semua yang sudah dilakukan itu terkesan main-main, tidak serius. Padahal harus “jungkir-balik” pula otak ini untuk memahami setiap detail permintaan itu. Terkadang “Berasap” pula kepala ini dibuatnya.

Apa gerangan yang membuat itu atau paling tidak terkesan terjadi? Sebuah kalimat yang mampu membuat rutinitas yang sedang dilakukan berhenti seketika. Harusnya begitu, bukan begini!

Memang sulit untuk dapat menyenang semua orang. Tapi paling tidak semua orang tentu punya potensi untuk saling berbagi hal menyenangkan kepada siapa pun.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Diriku dan Keterlambatan

Berita Sesudah

E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Rumah dan Kenangan yang Abadi

Minggu, 24/8/25 | 21:15 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Minggu lalu, tepat pada 17 Agustus 2025, saya menulis sebuah catatan...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tuah Rumah

Minggu, 17/8/25 | 19:03 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Dalam dua tahun terakhir, rumah saya di kampung lebih sering sepi....

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Sore itu, hujan mengguyur tanpa henti sejak siang, menebar hawa dingin yang merayap masuk...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Melangkah Pelan dalam Dunia Pernaskahan: Catatan dari Masterclass Naskah Sumatera

Minggu, 03/8/25 | 21:28 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Menjadi peserta Masterclass Naskah Sumatera yang diadakan oleh SOAS University of...

Suatu Hari di Sekolah

Fiksi dan Fakta: Dua Sayap Literasi

Minggu, 27/7/25 | 16:28 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Perdebatan soal bacaan fiksi dan nonfiksi kerap muncul di...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Ruang Bernama Kita

Minggu, 20/7/25 | 21:04 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Pada 16 Februari 2025, saya pernah menulis di rubrik...

Berita Sesudah
E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024