Selasa, 07/4/26 | 19:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Prof. Azyumardi, Amerika, dan Unand

Senin, 19/9/22 | 11:15 WIB

Oleh: ALFITRI
(Dosen Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas)

Hari Minggu Siang (18/09/22) kemarin kita dikejutkan oleh berita duka dari Kuala Lumpur. Prof. Azyumardi Azra, satu-satunya cendekiawan Indonesia yang mendapat gelar Sir dari Kerajaan Inggris, meninggal dunia dalam usia 67 tahun.

Sedianya beliau akan berbicara dalam seminar internasional bertajuk “Kosmopolitan Islam: Mengilham Kebangkitan, Meneroka Masa Depan”. Beliau sendiri sudah menyiapkan makalah yang berjudul “Nusantara Untuk Kebangkitan Peradaban: Memperkuat Optimisme dan Peran Umat Muslim Asia Tenggara”. Tapi dalam penerbangan beliau mendapat gangguan kesehatan, dan sempat dirawat di RS Serdang, Kuala Lumpur, sebelum akhirnya dipanggil Sang Khalik.

BACAJUGA

Gempa M 6,3 Guncang Sabang Aceh

Gempa M 7,3 Guncang Bitung, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami

Kamis, 02/4/26 | 09:46 WIB
Menag Soroti “Multiple Shock”: Teknologi Geser Cara Beragama, Umat Diminta Perkuat Akidah

Menag Soroti “Multiple Shock”: Teknologi Geser Cara Beragama, Umat Diminta Perkuat Akidah

Kamis, 02/4/26 | 07:52 WIB

Saya teringat kenangan 13 tahun yang lalu. Tanggal 16 Mei 2009, di tengah kesibukannya yang padat, beliau sempat hadir sebagai salah seorang pembicara kunci dalam diskusi sehari kerjasama Kemenlu RI dengan FISIP Unand.

Selain beliau, dalam diskusi yang bertajuk “Hubungan Bilateral Indonesia dan Amerika Serikat di Era Pemerintahan Presiden Barack Obama” itu juga hadir pembicara lain dari UI, LIPI, Unpar, Kemenlu, dan Unand sendiri. Beliau tampak senang sekali dapat hadir dalam diskusi yang diadakan di Auditorium Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi itu. Bisa sekalian pulang kampung, katanya.

Sebagai cendekiawan yang juga alumni Amerika, dalam paparannya waktu itu, Prof. Azyumardi secara gamblang mengemukakan prospek positif hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat di masa Presiden Barack Obama. Menurutnya, terlebih lagi bagi Obama yang punya kenangan masa kecil tinggal di Jakarta, bagi Amerika, Indonesia tidak hanya berarti dan penting secara ekonomi. Lebih dari itu, juga sangat penting secara sosial-budaya.

Menurutnya, Amerika sangat berkepentingan dengan keberadaan Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar yang menonjolkan wajah Islam yang ramah dan toleran. Mayoritas muslim yang menerima kebhinekaan dan menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamiin. Dapat hidup berdampingan dalam kebhinekaan itu, menurutnya lagi, sejalan dengan prinsip Amerika sendiri yakni unity in diversity.

Prof. Azyumardi benar. Setahun setelah terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, Obama terbang ke Jakarta bertemu Presiden RI, mengunjungi dan mengagumi keberadaan Masjid Istiqlal dan memberikan pidato yang menggugah di Balairung UI.

Demikianlah. Seperti kata Prof. Azyumardi, sesudah itu hubungan ekonomi Indonesia kian meningkat. Namun, selain itu hubungan dan kerjasama sosial-budaya juga terus dikembangkan termasuk dengan berbagai perguruan tinggi.

Terkait dengan itu pula, antara lain berkat kerja keras kawan-kawan dari Jurusan Hubungan Internasional FISIP, dukungan Rektor Unand, dan bantuan dari Kedubes AS, tanggal 6 Maret 2014 diresmikan American Corner di Gedung Perpustakaan Unand. Dalam sambutannya waktu peresmian, Dubes AS menyebutkan bahwa ini adalah American Corner yang ke-11 di Indonesia dan yang ke-2 di Sumatera setelah Medan.

Perkembangan yang terjadi menunjukkan apa yang pernah disinggung Prof. Azyumardi dalam diskusi waktu itu. Kini beliau telah tiada. Selamat jalan Prof. Azyumardi, semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. *

Tags: #Alfitri
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Salah Langkah

Berita Sesudah

Rekonstruksi Kaba Sabai Nan Aluih pada Naskah Siklus Dendam Sabai

Berita Terkait

Gempa M 6,3 Guncang Sabang Aceh

Gempa M 7,3 Guncang Bitung, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami

Kamis, 02/4/26 | 09:46 WIB

Jakarta, Scientia.id - Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa tersebut...

Menag Soroti “Multiple Shock”: Teknologi Geser Cara Beragama, Umat Diminta Perkuat Akidah

Menag Soroti “Multiple Shock”: Teknologi Geser Cara Beragama, Umat Diminta Perkuat Akidah

Kamis, 02/4/26 | 07:52 WIB

Jakarta, Scientia.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai masyarakat Indonesia sedang berada dalam tekanan perubahan besar yang datang bertubi-tubi. Ia...

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dharmasraya, Ummu Azizah (Foto: Ist)

ASN Dharmasraya Bakal WFH Tiap Jumat, BKPSDM Tunggu Juknis Pusat

Rabu, 01/4/26 | 16:41 WIB

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dharmasraya, Ummu Azizah (Foto: Ist) Dharmasraya, Scientia.id...

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB

LAZ Sahabat Mulia Madani Padang berbagai santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Senin (9/3). (Foto: SCIENTIA/Wahyu Amuk) Padang, SCIENTIA - Ratusan...

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

Rabu, 04/3/26 | 17:41 WIB

Padang, SCIENTIA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima audiensi Walikota Padang, Fadly Amran, di...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Berita Sesudah
Rekonstruksi Kaba Sabai Nan Aluih pada Naskah Siklus Dendam Sabai

Rekonstruksi Kaba Sabai Nan Aluih pada Naskah Siklus Dendam Sabai

Discussion about this post

POPULER

  • Capaian Pembangunan di Dharmasraya Tahun 2025 Dinilai Progresif

    Capaian Pembangunan di Dharmasraya Tahun 2025 Dinilai Progresif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026