Selasa, 23/6/26 | 12:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memahami Pedagogi dan Andragogi dalam Pembelajaran

Minggu, 13/3/22 | 07:06 WIB

Oleh:
Rona Almos, S.S., M.Hum.
(Dosen Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Pedagogi merupakan ilmu yang membicarakan persoalan-persoalan dalam bidang pendidikan, seperti cara melaksanakan pendidikan, tujuan pendidikan, serta pendidik dan anak didik. Menurut Sulaiman (2004), pedagogi adalah metode dalam pengajaran mengikuti berbagai aspek dalam kaitannya dengan penyampaian ilmu. Pedagogi dapat juga di artikan sebagai keterampilan dalam mengajar yang digunakan oleh seorang guru untuk menyampaikan pengetahuan yang khusus dalam suatu bidang kepada muridnya. Gurulah di sini yang menjadi fasilisatornya untuk menyampaikan informasi, memberikan kemudahan dengan mengunakan metode-metode tertentu (yang membuat peserta didik semangat, nyaman dan menyenangkan) dalam proses pembelajaran kepada peserta didiknya.

BACAJUGA

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

Minggu, 21/6/26 | 14:42 WIB

Berdasarkan UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen dan diperjelas lagi oleh Permendiknas Nomor 16 tahun 2007, seorang guru yang bekerja sebagai sebuah profesi harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogi, kepribadian, profesional, dan kompetensi sosial (Marlina, 2019). Dari keempat kompetensi di atas, pedagogi berada pada urutan yang pertama artinya seorang guru harus mampu memahami kemampuan yang dimiliki oleh seorang murid melalui berbagai cara.

Stepen Pew (2007) mendefenisikan pedagogi sebagai “seorang guru sekolah”. Dalam pedagogi, seorang guru akan memikul tanggung jawab untuk membuat suatu keputusan tentang apa yang dipelajari, bagaimana dan kapan sesuatu itu akan dipelajari.  Pedagogi dapat digunakan untuk merujuk pada seluruh domain tanggung jawab kepada anak-anak, untuk kesejahteraan, pembelajaran, dan kompetensi mereka. Artinya gurulah yang menjadi pusatnya.

Sementara itu, andragogis adalah seni dan ilmu yang membantu orang dewasa belajar. Hakikat andragogik adalah bagaimana seorang pendidik membantu peserta didik dalam proses pembelajaran. Fokus pendidikan dalam pedagogi adalah pada transmisi, dalam lingkungan yang sangat dikontrol oleh seorang guru. Fokus pendidikan pada andragogi adalah memfasilitasi perolehan dan pemikiran kritis tentang konten dan penerapannya dalam pengaturan praktis kehidupan nyata. Dalam model andragogi, ada lima pernyataan:1). Memberi tahu peserta didik mengapa sesuatu itu penting untuk dipelajari; 2). menunjukkan kepada peserta didik bagaimana mengarahkan diri mereka sendiri melalui informasi; 3). menghubungkan topik dengan pengalaman peserta didik. Selain itu; 4). orang tidak akan belajar sampai mereka siap dan termotivasi untuk belajar; 5). Hal ini membutuhkan bantuan untuk mengatasi hambatan, perilaku, dan keyakinan tentang belajar.

Rachal (2002) menyatakan bahwa andragogi juga menyerukan kontrol pelajar, ukuran perolehan pengetahuan berdasarkan standar kinerja, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Siswa yang masih memandang orang lain untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka akan menemukan lingkungan pedagogis yang lebih nyaman. Profesor yang berakar pada andragogi akan berusaha mengabdikan sebagian besar waktu mereka untuk mengajar, bukan memotivasi. Mereka yang mempraktikkan model pedagogis dalam lingkungan pendidikan tinggi dengan siswa dewasa mungkin menemukan upaya pengajaran mereka sebagai waktu dan tenaga lebih dicurahkan untuk mendorong dan memotivasi peserta didik daripada mengajarkan pengetahuan, keterampilan, dan konsep bidang studi. Motivator internal seperti pencarian untuk pengetahuan menopang siswa.

Dalam penerapan prinsip pedagogi, peserta didik memiliki keleluasaan untuk menentukan kesepakatan dalam proses dalam pembelajaran agar para peserta didik merasakan pembelajaran yang lebih kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai serta dapat memunculkan minat peserta didik dalam belajar. Hal ini sesuai dengan teori konstruktivisme yang membangun kemandirian dalam berpikir dan mengeksplorasikan pengetahuannya (Hasyim, 2015).

Tags: #Rona Almos
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

“Sumbu” Wujud Kerja Nyata Kuflet di Ranah Sastra

Berita Sesudah

Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB

Oleh: Puty Mahira Zahrani (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Hidup di abad ke-21 rasanya...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

Minggu, 21/6/26 | 14:42 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)           "Kata yang...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

Minggu, 21/6/26 | 14:31 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di era digital, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan tidak pernah semudah...

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB

Oleh: Satria Efendi Tuanku Kuniang (Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama Sumatera Barat)   Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di sebuah...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran)   Pada masa ini, ada puisi yang justru berbahaya karena tampak...

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Minggu, 14/6/26 | 22:16 WIB

Oleh: Nayla Aprilia (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang)   Di tengah masyarakat, penampilan fisik sering kali menjadi dasar...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Wulan Darma Putri

    Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firman Pimpin PKB Padang Pariaman, Bidik Tambah Kursi dan Rebut Kursi Ketua DPRD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026