Selasa, 06/10/26 | 10:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pola Asuh Anak pada Masyarakat Jepang dalam Novel Penance

Minggu, 28/11/21 | 07:00 WIB

Putri Wulan Dari dan Ferdinal
(Magister Ilmu Sastra Universitas Andalas)

 

Minato Kanae, seorang penulis novel misteri terkenal, karya-karyanya selalu menarik untuk dibaca. Setelah menerbitkan Confessions sebagai karya debut yang sukses meraih posisi pertama dalam 10 besar novel dalam Weekly Bunshun kategori novel misteri terbaik, Minato Kanae mengeluarkan buku berikutnya, yaitu Penance.

Penance sendiri mengambil sudut pandang dari masing-masing tokoh yang menginformasikan bagaimana penderitaan yang dialami Sae, Maki, Akiko dan Yuka setelah terbunuhnya teman mereka, Emily 15 tahun yang lalu. Masing-masing karakter menyimpan cerita tersendiri dan saling terhubung satu sama lain untuk bisa sampai pada kesimpulan akhir cerita.

Menariknya, selain bercerita tentang tragedi pembunuhan, Kanae juga membongkar beberapa sisi negatif pola asuh masyarakat Jepang yang jarang disorot, bagaimana lingkungan rumah bisa mempengaruhi karakter dan persepsi anak. Kanae mempercayai bahwa didikan yang salah akan membawa pengaruh negatif pada anak, terutama anak yang mengalami trauma.  Ini terlihat pada keempat tokoh yang menjadi saksi kasus pembunuhan Emily yang pada saat itu masih berada di kelas 4 SD.

BACAJUGA

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB
Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Kanae membongkar salah satu pengasuhan di Jepang bahwa anak harus menjaga keharmonisan keluarga meski harus mengesampingkan perasaan bukanlah hal yang baik. Pola asuh ini terjadi di Jepang. Anak-anak diajarkan untuk mengendalikan diri dan emosi mereka agar tidak mengganggu ketenangan keluarga.

Tokoh Sae misalnya. Ia tidak berhasil mengatasi rasa traumanya karena tidak ada penanganan yang serius setelah kejadian itu. Sikap diam ibunya yang beranggapan membiarkan Sae sendiri, tidak pernah membahas trauma yang dialaminya. Ia tidak mendapatkan penanganan trauma yang optimal yang menimbulkan masalah bagi perkembangan fisik pada diri Sae. Tubuhnya tidak bertambah tinggi dan tidak mendapatkan menstruasi sampai menikah.

Alice Miller, seorang psikolog, psikoanalis dan filsuf Yahudi berkata: “kita tidak tahu, bagaimana dunia suatu saat nanti jika anak-anak dibesarkan dengan baik jika orang tua mau memperlakukan anaknya dengan serius dan rasa hormat sebagai manusia”.  Seperti Miller, Kanae percaya bahwa kejadian yang menimpa Sae tidak akan terjadi seandainya ibunya menganggap serius trauma yang dialaminya.

Lain lagi dengan tokoh Maki sebagai anak tertua yang dididik dengan disiplin dan harus mampu mengemban tanggung jawab. Tokoh Maki justru menunjukkan sikap yang berlawanan ketika dihadapkan dengan tragedi. Bagaimana Maki ketakutan dan berlari pulang saat kejadian, namun dimaki dan dipukul oleh ibunya karena tindakan tersebut dianggap memalukan. Kanae berusaha merubah pola ini dengan menampilkan contoh kasus yang dihadapi tokoh Maki.

Simon Baron-Cohen, seorang psikolog dalam bukunya Zero degrees of empathy: a new theory of human cruelty mengatakan: “orang tua yang mendisiplinkan anak mereka dengan mendiskusikan konsekuensi dari tindakan anak mereka menghasilkan anak-anak yang memiliki perkembangan moral yang baik dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan dengan metode otoriter dan hukuman”. Ini sesuai dengan misi yang dibawa Kanae di dalam novelnya.

Kanae berhasil menyampaikan dengan baik sisi-sisi pengasuhan yang gelap dalam kehidupan masing-masing tokoh hingga menimbulkan rasa empati kita saat membacanya. Sebagai pembaca, kita diajak untuk menilai apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan orang tua terhadap anak, khususnya yang mengalami trauma.

Kanae menyorot pola asuh di zaman yang atraktif dan modern ini hendaknya lebih humanis dan dinamis, meninggalkan pola-pola otoriter. Orang tua harus menciptakan kondisi rumah yang nyaman bagi anak. Kanae juga menekan pentingnya membangun hubungan emosional dengan anak melalui komunikasi dan keterbukaan,  karena orang tua adalah support system pertama. Seperti yang dikatakan Oscar Wilde “cara terbaik untuk membuat anak baik adalah dengan membuat mereka bahagia”.

Karakter-karakter hebat di masa depan dibangun dari pondasi yang bagus sedari dini. Jika rantai pola asuh yang buruk tidak diputus dan diperbaiki, ia bisa terulang dan diturunkan ke generasi berikutnya. Anak-anak harus dibesarkan dengan didikan yang bagus, berhak diperlakukan dengan hormat dan serius layaknya orang dewasa. Charles Raison pernah berkata: satu generasi dari orang tua yang sangat mencintai akan mengubah otak generasi berikutnya. Dengan itu, mereka mengubah dunia. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik dan bisa menjadi panutan bagi anak-anak kita.

Tags: FerdinalPutri Wulan Dari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fungsi Tanda Asteris atau Tanda Bintang

Berita Sesudah

Marvin Harris: Tabu terhadap Sapi Menjaga Sistem Pertanian di India

Berita Terkait

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Apa yang terjadi ketika perempuan kehilangan pekerjaan, tetapi tetap...

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Minggu, 04/10/26 | 12:23 WIB

Oleh: Alfitri (Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas)   Kendati sempat delay sekitar 45 menit dari jadwal take off 16:25, akhirnya...

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Minggu, 27/9/26 | 11:52 WIB

Oleh: Kanaya Putri Sifa (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Perkembangan dunia fashion saat...

Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

Minggu, 27/9/26 | 11:25 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Beberapa waktu lalu, saya sedang melakukan sesuatu yang mungkin cukup...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pernahkah Anda mendengar kalimat "kepala sekolah itu sedang memegang kepalanya...

Berita Sesudah
Jelajah Kata: Ramadhan atau Ramadan?

Marvin Harris: Tabu terhadap Sapi Menjaga Sistem Pertanian di India

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lepas Atlet Kota Padang Ikuti Porprov Sumbar  ke-XVI Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026