Selasa, 27/10/26 | 01:49 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Takjil, Interferensi bahasa Arab ke Bahasa Indonesia

Minggu, 09/5/21 | 07:00 WIB

 

Oleh: Elly Delfia (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Takjil sebuah istilah yang populer pada bulan Ramadan. Istilah takjil populer digunakan dalam bulan Ramadan bersama beberapa istilah dari bahasa Arab, seperti iktikaf, iftar, saum, qiamulail, tarawih, qada, dan fidiah. Semua kata tersebut sudah masuk ke dalam lema atau entri Kamus Besar Bahasa Indonesia daring tanpa perlu dimiringkan penulisannya. Takjil merupakan salah satu contoh kata yang mengalami intererensi dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia.

Interferensi adalah istilah pertama kali digunakan oleh Weinreich (1953) yang menyebut adanya perubahan sistem suatu bahasa sehubungan dengan adanya persentuhan bahasa tersebut dengan unsur-unsur bahasa lain yang dilakukan oleh penutur yang bilingual. Penutur bilingual merupakan penutur yang menggunakan dua bahasa secara bergantian (Chaer, 2010:120). Interferensi juga bisa dilakukan oleh penutur multilingual atau penutur yang menguasai beberapa bahasa dalam bertutur. Interferensi dalam bahasa Indonesia terjadi karena pengaruh agama dan kebudayaan lain terhadap masyarakat Indonesia.

Interferensi juga terjadi pada kata takjil. Takjil berasal dari bahasa Arab ajila yang artinya ‘menyegerakan atau perintah untuk menyegerakan berbuka puasa’ (Kompas.com, 13 April, 2021). Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata takjil ada dua, yaitu 1) v(verba) mempercepat dalam berbuka puasa, 2) n(nomina) makanan untuk berbuka puasa. Kata takjil mengalami interferensi atau perubahan sistem (makna) dari makna aslinya dalam bahasa Arab verba ‘menyegerakan’ berubah menjadi nomina dalam bahasa Indonesia dengan arti ‘makanan untuk berbuka puasa’. Interferensi terbagi 4, yaitu 1) interferensi tataran fonologi (bunyi), 2) interferensi leksikal (kata), 3) interferensi tataran morfologi (gramatikal), dan 4) interferensi tataran sintaksis (tata kalimat) (Sukoyo, 2011:97). Intererensi yang terjadi pada kata takjil adalah interferensi leksikal atau interferensi berupa perubahan sistem kelas kata verba dalam dalam bahasa Arab menjadi nomina dalam bahasa Indonesia.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Faktor penyebab terjadinya interferensi dikutip dari Sukoyo (2011:101) yang meneliti interferensi dalam bahasa Jawa, di antaranya: 1) kedwibahasaan penutur, 2) tipisnya kesetiaan penutur dalam berbahasa asal (bahasa Ibu), 3) tidak cukupnya kosakata pada bahasa yang sudah ada dalam menghadapi kebaruan, 4) keterbatasan kemampuan penutur dalam menggunakan bahasa yang ada.

Selain mengalami interferensi, kata takjil juga tidak memiliki padanan dalam bentuk kata dalam bahasa Indonesia, seperti halnya kata dari bahasa Arab yang lain. Beberapa kata dari bahasa Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia memiliki padanan, seperti kata saum padanan katanya ‘puasa’, iftar ‘berbuka’, dan qiamulail ‘salat malam’. Dalam bahasa Indonesia, takjil hanya memiliki padanan dalam bentuk frasa nomina berupa gabungan tiga, yaitu ‘makanan berbuka puasa’. Takjil justru memiliki padanan kata dalam bahasa daerah, seperti pabukoan dalam bahasa Minangkabau.

Fenomena interferensi ini tidak hanya terjadi dalam bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, tetapi juga dari bahasa asing lain, seperti dari bahasa Inggris, bahasa Cina, bahasa Belanda, bahasa Jepang, dan dari bahasa Korea yang belakangan menjadi kiblat baru anak muda Indonesia, seperti kata oppa, hyung (hyeong) atau bro, sist setara dengan sapaan akrab untuk kakak laki-laki dan perempuan dalam bahasa Inggris, lalu kata mukbang (siaran makan-makan di televisi), dan lain-lain.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

PLTU Teluk Sepang: Cendera Mata Kezaliman Penguasa

Berita Sesudah

Alarm Bumi

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik FIB Universitas Andalas) Di ruang kelas, saya mendapatkan mahasiswa...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Pada kolom Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Berita Sesudah
Alarm Bumi

Alarm Bumi

Discussion about this post

POPULER

  • Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar.[foto:ist]

    Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Beruntun di Sungai Nili Dharmasraya, Satu Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Umum PB IKA PMII Fathan Subchi Dikabarkan Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Rem Blong, Sejumlah Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Operasi Patuh Singgalang 2026 Dimulai Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026