
Padang, Scientia-Sebanyak 13 Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) yang telah mengikuti asesmen akreditasi internasional The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) pada 11–12 Februari 2026 lalu berhasil meraih predikat “unconditional” atau terakreditasi penuh tanpa catatan perbaikan dengan masa akreditasi enam tahun. Predikat capaian ini disampaikan langsung oleh Robert Rabback, Manajer Program ACQUIN dalam penutupan asesmen pada Kamis malam, 12 Februari 2026 dalam asesmen yang dilakukan secara daring.
Jarang sekali program studi yang langsung mendapatkan predikat “unconditional” atau tanpa perbaikan dalam proses akreditasi internasional. Berkat kerja sama dan kerja keras dari berbagai pihak yang menyelenggarakan proses akreditasi internasional ini, predikat tersebut dapat diraih, seperti pengawalan dan pendampingan intensif yang disiapkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Andalas terhadap 13 Program Studi di FISIP yang mengikuti akreditasi internasional tersebut dengan mengundang pendamping profesional ACQUIN di Indonesia, Ir. Hendy Santosa, Ph.D.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam upaya penguatan mutu akademik dan peningkatan rekognisi global. ACQUIN merupakan lembaga akreditasi berbasis di Jerman yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia. Proses asesmen dilakukan secara komprehensif melalui telaah dokumen, diskusi bersama pimpinan universitas dan fakultas, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga mitra pengguna lulusan.

Adapun 13 program studi yang menjalani asesmen meliputi Program Sarjana, Magister, dan Doktor Sosiologi (S1, S2, S3); Sarjana dan Magister Ilmu Politik (S1, S2); Doktor Kajian Kebijakan (S3); Sarjana dan Magister Administrasi Publik (S1, S2); Sarjana dan Magister Antropologi Sosial (S1, S2); Sarjana dan Magister Ilmu Komunikasi (S1, S2); serta Sarjana Hubungan Internasional (S1).
Tim panel ahli internasional yang hadir dalam asesmen secara daring tersebut, antara lain Prof. Maria Safonova (Nazarbayev University, Kazakhstan) untuk bidang Sosiologi; Prof. Dr. Marco Steenbergen (University of Zurich, Swiss) untuk Ilmu Politik; Dr. Zubir Azhar (Universiti Sains Malaysia) untuk Kajian Kebijakan; Prof. Dr.-Ing. Juergen Wunderlich (HAW Landshut, Jerman) untuk Administrasi Publik; Dr. Nutsa Batiashvili (Free University of Tbilisi, Georgia) untuk Antropologi Sosial; Dr. Arina Anis Azlan (Universiti Kebangsaan Malaysia) untuk Ilmu Komunikasi; serta Prof. Dr. Pinar Bal (Beykent University Istanbul, Turki) untuk Hubungan Internasional. Panel juga diperkuat oleh perwakilan praktisi profesional Sabine Gothe dan perwakilan mahasiswa Elisa Löwe dari Fernuniversität Hagen, Jerman.
Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi. “Penilaian ini merupakan langkah strategis untuk memastikan sistem pendidikan kita selaras dengan standar internasional, memperluas pengakuan global, serta menghadirkan pengalaman akademik berkelas dunia bagi mahasiswa,” ujarnya.
Rektor menambahkan saat ini, sekitar 15 persen program studi di UNAND telah memiliki akreditasi atau pengakuan internasional dan menargetkan capaian tersebut meningkat menjadi 25 persen pada tahun 2029, dan mencapai 50 persen pada tahun 2040.
“Pelaksanaan akreditasi internasional ini bukan sekadar penambahan angka dan juga penambahan sertifikat, tetapi bentuk komitmen jangka panjang untuk memastikan kualitas akademik kita di UNAND diakui secara global,” tuturnya.

Sebagai lembaga penyelenggara kegiatan akreditasi internasional, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNAND Prof. dr. Hardisman, juga menegaskan bahwa proses akreditasi internasional bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi refleksi atas budaya mutu yang telah dibangun secara berkelanjutan dan terus-menerus untuk peningkatan proses pendidikan dan pembelajaran.
“Asesmen ini menjadi ruang evaluasi proses akademik yang kita selenggarakan sekaligus pembelajaran bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu layanan di bidang pendidikan. Masukan dari panel internasional akan memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan mendorong perbaikan berkelanjutan pada setiap program studi,. Terima kasih kepada tim LPM dan juga Tim FISIP yang telah bekerja dengan sangat baik dalam mempersiapkan akreditasi ini yang sudah dimulai sejak pertengahan 2024,” tuturnya.
Dr. Jendrius, M.Si. selaku Dekan FISIP juga menyatakan amat bersyukur atas capaian prestasi tersebut yang dalam masa kepemimpinannya satu fakultas berhasil terakreditasi internasional. “Semua pencapaian ini berkat kerja keras semua pihak, mulai dari Wakil Dekan, Tim Taskforce, Ketua GPM/GKM, Ketua Departemen, Ketua Program Studi, dosen-dosen, tendik, mahasiswa, dan juga alumni serta pendampingan intensif yang luar biasa dari LPM.”








