Kamis, 02/4/26 | 02:36 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

APBN Rp83 Miliar Masuk, Sumbar Gaspol Hilirisasi Sawit di Teluk Tapang

Sabtu, 14/2/26 | 20:40 WIB

Pasaman Barat, Scientia – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai menancapkan ambisi besar di pesisir Pasaman Barat. Kawasan Pelabuhan Teluk Tapang disiapkan menjadi pusat industri pengolahan atau hilirisasi sawit. Ambisi itu disokong Pemerintah pusat yang menggelontorkan Rp83 miliar dari APBN melalui Kementerian Perhubungan untuk pengembangan awal kawasan tersebut.

Suntikan dana itu menjadi sinyal kuat bahwa Teluk Tapang masuk radar proyek strategis daerah. Namun, proyek ini belum sepenuhnya mulus, karena status kawasan hutan di area pengembangan masih harus diturunkan sebelum pembangunan bisa digenjot.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan proses penurunan status kawasan hutan tengah berjalan. “Tahun ini ada Rp83 miliar dana dari Kementerian Perhubungan yang masuk. Sekarang kita juga sedang menurunkan status kawasan hutan yang ada di sini, alhamdulillah prosesnya sedang berjalan,” ujar Mahyeldi saat meninjau Dermaga Pelabuhan Teluk Tapang, Jumat (13/2).

Menurut Mahyeldi, total lahan yang disiapkan untuk pengembangan mencapai sekitar 168 hektare. Kawasan itu dirancang sebagai sentra industri berbasis sawit yang terintegrasi dengan pelabuhan. Pemerintah provinsi mengklaim proyek ini dikerjakan secara sinergis bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

BACAJUGA

Empat Pansus DPRD Kota Padang  Lakukan Pembahasan LKPJ Walikota  Tahun Anggaran 2025

Empat Pansus DPRD Kota Padang Lakukan Pembahasan LKPJ Walikota Tahun Anggaran 2025

Selasa, 31/3/26 | 20:33 WIB
Polres Dharmasraya Ringkus Pengedar Sabu Asal Jambi, Barang Bukti Disita

Polres Dharmasraya Ringkus Pengedar Sabu Asal Jambi, Barang Bukti Disita

Selasa, 31/3/26 | 09:32 WIB

“Mudah-mudahan ini berjalan sesuai rencana sehingga lebih kurang 168 hektare itu bisa kita bangun,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi komoditas unggulan daerah. Pasaman Barat selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung sawit utama di Sumatera Barat. Namun, selama bertahun-tahun, komoditas itu lebih banyak dijual dalam bentuk mentah tanpa nilai tambah signifikan.

Mahyeldi menegaskan, hilirisasi menjadi kunci agar daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan baku. “Sawit memiliki banyak turunan yang bisa dikembangkan melalui hilirisasi. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah,” ujarnya.

Produk turunan sawit, menurut dia, sangat beragam, mulai dari biodiesel hingga avtur dan berbagai produk oleokimia lainnya. Jika industri pengolahan berdiri di Teluk Tapang, rantai pasok akan memendek dan biaya distribusi bisa ditekan karena langsung terhubung dengan pelabuhan.

Menariknya, meski pembangunan kawasan belum sepenuhnya rampung, minat investor disebut mulai berdatangan. Mahyeldi mengungkapkan ada investor yang sudah menanyakan ketersediaan lahan hingga 100 hektare untuk berinvestasi.

“Ada investor yang bertanya dan meminta disediakan lahan sekitar 100 hektare untuk berinvestasi di sini. Sentimen positif tersebut menambah optimisme kita terhadap masa depan Teluk Tapang,” katanya.

Dukungan APBN dan sinyal ketertarikan investor menjadi modal awal. Namun, proyek ini tetap bergantung pada percepatan penurunan status kawasan hutan serta kepastian regulasi tata ruang. Tanpa itu, rencana besar hilirisasi bisa tersendat di meja birokrasi.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Teluk Tapang berpotensi menjadi simpul baru industri berbasis sawit di pantai barat Sumatera. Pemerintah daerah berharap pengembangan ini bukan hanya memperkuat fungsi pelabuhan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan mengubah wajah Pasaman Barat dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi pusat industri bernilai tambah.(yrp)

Tags: AdpsbHilirisasi SawitPelabuhan Teluk TapangPemprov Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Firdaus Raih Gelar Doktor Unand, Soroti Tanggung Jawab Negara dalam JKN

Berita Sesudah

Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

Berita Terkait

Empat Pansus DPRD Kota Padang  Lakukan Pembahasan LKPJ Walikota  Tahun Anggaran 2025

Empat Pansus DPRD Kota Padang Lakukan Pembahasan LKPJ Walikota Tahun Anggaran 2025

Selasa, 31/3/26 | 20:33 WIB

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Padang sedang membahas LKPJ Walikota Tahun Anggaran 2025 Padang, Scientia---- ----— DPRD Kota Padang...

Polres Dharmasraya Ringkus Pengedar Sabu Asal Jambi, Barang Bukti Disita

Polres Dharmasraya Ringkus Pengedar Sabu Asal Jambi, Barang Bukti Disita

Selasa, 31/3/26 | 09:32 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Satresnarkoba Polres Dharmasraya kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Seorang pria asal Provinsi Jambi berinisial...

Gubernur Sumbar Ajukan Rp382,65 Miliar untuk Pusat Kebudayaan

Gubernur Sumbar Ajukan Rp382,65 Miliar untuk Pusat Kebudayaan

Sabtu, 28/3/26 | 17:00 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengajukan proposal pembangunan Pusat Kebudayaan Sumbar senilai Rp382,65 miliar kepada Kementerian...

Pemprov Sumbar Tunjuk PIC Tiap Daerah

Pemprov Sumbar Tunjuk PIC Tiap Daerah

Sabtu, 28/3/26 | 16:51 WIB

Padang, Scientia - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai menerapkan pola baru dalam memperkuat koordinasi pembangunan dengan kabupaten dan kota. Gubernur...

Infrastruktur Jadi Prioritas, Pemkab Genjot Pembangunan Jalan di Sembilan Koto

Infrastruktur Jadi Prioritas, Pemkab Genjot Pembangunan Jalan di Sembilan Koto

Jumat, 27/3/26 | 21:17 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menghadiri kegiatan halal bihalal dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di...

Guru di Dharmasraya Akui Belum Terima TPG dan THR 2026

Guru di Dharmasraya Akui Belum Terima TPG dan THR 2026

Jumat, 27/3/26 | 17:53 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Seorang guru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dharmasraya mengeluhkan belum diterimanya Tunjangan Profesi Guru (TPG)...

Berita Sesudah
Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

POPULER

  • Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dharmasraya, Ummu Azizah (Foto: Ist)

    ASN Dharmasraya Bakal WFH Tiap Jumat, BKPSDM Tunggu Juknis Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Miris! Janda 5 Anak di Dharmasraya Hidup dalam Kemiskinan, Tak Punya Bahan Makanan dan Rumah Layak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Sungai Dareh Buka Penerimaan Tenaga Kontrak BLUD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Layanan dalam Meningkatkan Daya Saing serta Pentingnya Memilih Bengkel Mobil Terpercaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru di Dharmasraya Akui Belum Terima TPG dan THR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026