Minggu, 30/8/26 | 19:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

APBN Rp83 Miliar Masuk, Sumbar Gaspol Hilirisasi Sawit di Teluk Tapang

Sabtu, 14/2/26 | 20:40 WIB

Pasaman Barat, Scientia – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai menancapkan ambisi besar di pesisir Pasaman Barat. Kawasan Pelabuhan Teluk Tapang disiapkan menjadi pusat industri pengolahan atau hilirisasi sawit. Ambisi itu disokong Pemerintah pusat yang menggelontorkan Rp83 miliar dari APBN melalui Kementerian Perhubungan untuk pengembangan awal kawasan tersebut.

Suntikan dana itu menjadi sinyal kuat bahwa Teluk Tapang masuk radar proyek strategis daerah. Namun, proyek ini belum sepenuhnya mulus, karena status kawasan hutan di area pengembangan masih harus diturunkan sebelum pembangunan bisa digenjot.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan proses penurunan status kawasan hutan tengah berjalan. “Tahun ini ada Rp83 miliar dana dari Kementerian Perhubungan yang masuk. Sekarang kita juga sedang menurunkan status kawasan hutan yang ada di sini, alhamdulillah prosesnya sedang berjalan,” ujar Mahyeldi saat meninjau Dermaga Pelabuhan Teluk Tapang, Jumat (13/2).

Menurut Mahyeldi, total lahan yang disiapkan untuk pengembangan mencapai sekitar 168 hektare. Kawasan itu dirancang sebagai sentra industri berbasis sawit yang terintegrasi dengan pelabuhan. Pemerintah provinsi mengklaim proyek ini dikerjakan secara sinergis bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

BACAJUGA

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB
Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

“Mudah-mudahan ini berjalan sesuai rencana sehingga lebih kurang 168 hektare itu bisa kita bangun,” katanya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi komoditas unggulan daerah. Pasaman Barat selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung sawit utama di Sumatera Barat. Namun, selama bertahun-tahun, komoditas itu lebih banyak dijual dalam bentuk mentah tanpa nilai tambah signifikan.

Mahyeldi menegaskan, hilirisasi menjadi kunci agar daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan baku. “Sawit memiliki banyak turunan yang bisa dikembangkan melalui hilirisasi. Ini menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah,” ujarnya.

Produk turunan sawit, menurut dia, sangat beragam, mulai dari biodiesel hingga avtur dan berbagai produk oleokimia lainnya. Jika industri pengolahan berdiri di Teluk Tapang, rantai pasok akan memendek dan biaya distribusi bisa ditekan karena langsung terhubung dengan pelabuhan.

Menariknya, meski pembangunan kawasan belum sepenuhnya rampung, minat investor disebut mulai berdatangan. Mahyeldi mengungkapkan ada investor yang sudah menanyakan ketersediaan lahan hingga 100 hektare untuk berinvestasi.

“Ada investor yang bertanya dan meminta disediakan lahan sekitar 100 hektare untuk berinvestasi di sini. Sentimen positif tersebut menambah optimisme kita terhadap masa depan Teluk Tapang,” katanya.

Dukungan APBN dan sinyal ketertarikan investor menjadi modal awal. Namun, proyek ini tetap bergantung pada percepatan penurunan status kawasan hutan serta kepastian regulasi tata ruang. Tanpa itu, rencana besar hilirisasi bisa tersendat di meja birokrasi.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Teluk Tapang berpotensi menjadi simpul baru industri berbasis sawit di pantai barat Sumatera. Pemerintah daerah berharap pengembangan ini bukan hanya memperkuat fungsi pelabuhan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan mengubah wajah Pasaman Barat dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi pusat industri bernilai tambah.(yrp)

Tags: AdpsbHilirisasi SawitPelabuhan Teluk TapangPemprov Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Firdaus Raih Gelar Doktor Unand, Soroti Tanggung Jawab Negara dalam JKN

Berita Sesudah

Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

Berita Terkait

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten...

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok pada 2025 sempat menghantam sektor pertanian. Sawah terdampak, lahan membutuhkan...

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Jumat, 28/8/26 | 01:46 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan Fokus Group Discusion (FGD) bersama pemerintah daerah. Pertemuan ini...

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Rabu, 26/8/26 | 15:34 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung, Rabu (26/8/2026), menyusul kondisi...

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Selasa, 25/8/26 | 21:26 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Kabupaten Solok menyiapkan 2.000 hektare kawasan kopi arabika untuk dikembangkan menjadi sentra produksi sekaligus penggerak ekonomi...

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Senin, 24/8/26 | 22:46 WIB

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menyikapi beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan...

Berita Sesudah
Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

POPULER

  • Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

    Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026