Pasaman, Scientia – Agenda konsolidasi Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan anggota DPRD Sumatera Barat Dapil IV menghasilkan beberapa prioritas pembangunan daerah pada tahun 2026. Di antaranya, terkait persoalan pembebasan lahan, pelebaran ruas jalan, hingga lapangan pekerjaan.
Salah satu perwakilan anggota DPRD yang hadir, Donizar mengatakan, pertemuan tersebut sangat penting. Tujuannya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kabuten dan provinsi dalam menjawab persoalan pembangunan daerah, terutama infrastruktur, kemiskinan, dan peningkatan daya saing nagari.
“Ya, rekomendasinya banyak. Semua itu guna menjawab persoalan – persoalan yang krusial di daerah,” ujar Donizar di Balerong Pasaman, Minggu (8/2).
Donizar sendiri, merekomendasikan percepatan pembebasan lahan terkait pelebaran ruas jalan Padang Sawah–Kumpulan. Ia menilai, persoalan ini sangat menentukan realisasi pelaksanaan pembagunan jalan tersebut. Hal itu senada dengan usulan Syawal Datuak Putiah dari Fraksi PPP.
“Tahun 2026 ini kami upayakan sudah ada eksekusi pembangunan jalan Padang Sawah–Kumpulan,” katanya.
Kemudian untuk menjawab persoalan lapangan pekerjaan, direkomendasikan melalui percepatan pengadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis. Sebab, SPPG dinilai memberikan dampak positif dalam membuka lapangan pekerjaan.
“Satu dapur MBG bisa menampung sekitar 50 tenaga kerja. Ini sejalan dengan misi Pemkab Pasaman dalam membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran,” kata Khairudin Simanjuntak dari Fraksi Gerindra.
Di samping itu, semua anggota dewan Dapil IV juga sepakat untuk mendukung dan mensinergikan program unggulan daerah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Tidak kalah penting, komitmen terhadap perjuangan kepentingan Pasaman di tingkat provinsi bakal disuarakan.
“Kami usahakan,” tegas Donizar.
Sementara itu, Bupati Pasaman, Welly Suhari menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD Sumbar Dapil IV atas dukungan kebijakan, sumbangan pikiran, dan perjuangan anggaran untuk Kabupaten Pasaman. Ia menegaskan, komitmen Pemkab Pasaman dalam mendukung program strategis nasional dan provinsi.
“Kami di Pasaman siap menyukseskan program – program itu,” sebit Welly.
Welly juga mengemukakan, pentingnya transfer dari APBD provinsi ke daerah, mengingat banyaknya persoalan krusial yang tidak sanggup diselesaikan oleh APBD Pemkab. Mulai dari rendahnya daya saing nagari, keterbatasan infrastruktur, hingga tingginya angka kemiskinan.
“Masih ada sejumlah persoalan mendasar yang perlu kita selesaikan bersama, seperti ketimpangan infrastruktur, kemiskinan, dan penguatan ekonomi nagari. Untuk itu, kami mengusulkan beberapa program agar dapat dibiayai melalui APBD Provinsi Sumatera Barat,” ujar Welly.
Sementara itu, acara tersebut dihadiri Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian, unsur Forkopimda, serta anggota DPRD Sumbar Dapil IV, yakni Donizar (PKB), Khairudin Simanjuntak (Gerindra), dan Syawal Datuak Putiah (PPP). (yrp)







