Pasaman, Scientia – Antusiasme warga mewarnai kegiatan reses anggota legislatif Donizar di Nagari Limo Koto, Jorong Aia Abu, Kabupaten Pasaman, Kamis, 5 Februari 2026. Sejak sore, ratusan warga memadati lokasi untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan dan kebutuhan mendesak di nagari mereka.
Dalam forum reses yang berlangsung hangat itu, warga silih berganti menyuarakan aspirasi, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan dasar, dukungan kegiatan keagamaan, hingga pembangunan infrastruktur pertanian. Suasana dialog berlangsung hidup, dengan respons aktif warga yang menunjukkan besarnya harapan agar aspirasi tersebut benar-benar diperjuangkan.
Salah satu isu yang mencuat adalah keterbatasan sarana Posyandu. Upik, 50 tahun, warga setempat, menilai perhatian terhadap Posyandu penting seiring komitmen pemerintah menekan angka stunting.
“Posyandu kami masih kekurangan meja periksa, tikar, dan kursi. Kalau stunting mau ditekan, fasilitas Posyandu harus memadai,” kata Upik.
Aspirasi lain datang dari kelompok wirid yasin yang beranggotakan 21 orang. Mereka berharap adanya bantuan seragam sebagai identitas sekaligus penunjang kekompakan dalam kegiatan keagamaan.
“Kami berharap ada bantuan baju wirid agar kegiatan kami lebih rapi dan kompak,” ujar perwakilan kelompok wirid.
Di sektor pertanian, persoalan akses menjadi sorotan. Musir, seorang petani, mengeluhkan belum adanya jalan usaha tani menuju lahan garapan di kawasan Tabesan Balapan. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan petani mengangkut hasil panen.
“Kami kesulitan membawa hasil panen karena belum ada jalan usaha tani,” kata Musir.
Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan saluran irigasi yang dinilai sudah tidak optimal dan berdampak pada produktivitas sawah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Donizar menyatakan akan mencatat seluruh masukan warga untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku. Ia menegaskan, reses merupakan ruang penting untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat secara langsung.
“Semua aspirasi ini penting, mulai dari Posyandu, kegiatan keagamaan, sampai infrastruktur pertanian. Akan saya bawa dan perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan anggaran yang ada,” ujar Donizar.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga Limo Koto dalam kegiatan reses tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog santai antara Donizar dan warga, yang berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera terwujud dalam bentuk program nyata. (*)








