Jumat, 25/9/26 | 17:22 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

“Negeri (dan) Ironi”, Ruang Diskusi Sastra untuk Menafsir Realitas Indonesia

Rabu, 17/12/25 | 16:47 WIB

Padang, Scientia.id – Taman Budaya Sumatera Barat menggelar Seminar sastra bertema “Negeri (dan) Ironi” pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra Marah Roesli yang mengusung tema serupa untuk lomba cerpen festival tersebut.

Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni Dr. Sudarmoko, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sasti Gotama, salah seorang pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, serta cerpenis Raudal Tanjung Banua, dengan moderator Dr. Nofrahadi dari FBS UNP. Ketiga pembicara membahas peran sastra dalam memotret dan menafsir kondisi bangsa yang sarat ironi.

Sudarmoko mengatakan, ironi yang terjadi di negeri ini justru dapat menjadi energi utama dalam penciptaan karya sastra. Menurutnya, tradisi tersebut sudah terlihat sejak era Balai Pustaka, ketika para pengarang memanfaatkan realitas sosial yang problematik sebagai bahan utama cerita. “Ironi bukan untuk diratapi, tetapi diolah menjadi kekuatan estetik dan kritik melalui sastra,” ujarnya.

BACAJUGA

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Rabu, 09/9/26 | 21:10 WIB
Fraksi PDIP-PKB Kritik Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Dana Pusat

Fraksi PDIP-PKB Kritik Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Dana Pusat

Senin, 07/9/26 | 10:31 WIB

Sementara itu, Raudal Tanjung Banua menyoroti sastra sebagai suara kegelisahan terhadap keadaan negeri. Ia mencontohkan novel “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli, khususnya adegan dialog kaum cerdik pandai dengan pemerintah kolonial Belanda terkait belasting atau pajak. Menurut Raudal, sejak masa itu praktik pajak yang dinilai mencederai rakyat sudah dikritik melalui sastra dan ironi tersebut masih relevan hingga hari ini.

Raudal juga menyebut karya sastra terbuka untuk ditafsir ulang sesuai konteks zaman. Dalam “Siti Nurbaya”, Datuk Maringgih kerap diposisikan sebagai tokoh antagonis, padahal ia digambarkan sebagai sosok yang lantang melawan kolonialisme Belanda. Sebaliknya, Syamsul Bahri yang berpendidikan justru mengambil sikap yang berlawanan. “Ini menunjukkan bahwa sastra tidak tunggal makna dan bisa dibaca dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.

Dalam konteks kekinian, Raudal menyinggung cerpen “Ular dalam Sepatu” karya Gus TF Sakai yang menggambarkan ironi birokrasi. Menurutnya, cerpen tersebut merepresentasikan birokrasi yang cenderung menghambat, disampaikan dengan metafora yang kuat dan efektif.

Adapun Sasti Gotama memandang sastra sebagai sebuah kekuatan yang lahir dari perpaduan realitas, imajinasi, dan seni. Ia menjelaskan, realitas tanpa imajinasi akan menjelma menjadi karya jurnalistik, sementara imajinasi tanpa realitas hanya menghasilkan dongeng kosong. “Jika realitas dan imajinasi hadir tanpa sentuhan seni, ia hanya menjadi kisah yang enak dibaca. Sastra hadir ketika ketiganya menyatu,” ujarnya.

Baca Juga: Angkat Tema “Negeri dan Ironi”, Festival Sastra Marah Rusli 2025 Soroti Realitas Sosial Indonesia

Diskusi “Negeri (dan) Ironi” menjadi ruang refleksi sekaligus pengayaan perspektif bagi peserta Festival Sastra Marah Roesli, dalam melihat bagaimana karya sastra terus relevan sebagai medium kritik dan pemaknaan terhadap dinamika kehidupan berbangsa. (*)

Tags: Festival Marah RusliPadangTaman Budaya Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perguruan Tinggi Didorong Aktif Dukung Sekolah Rakyat, UNP Jadi Contoh Nasional

Berita Sesudah

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Berita Terkait

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Kabut Asap Kembali Mengancam, Bupati Dharmasraya Tetapkan Siaga Satu Karhutla

Rabu, 09/9/26 | 21:10 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Dharmasraya kembali berhadapan dengan ancaman serius kabut asap. Kualitas udara yang merosot tajam mendorong Bupati Annisa Suci...

Fraksi PDIP-PKB Kritik Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Dana Pusat

Fraksi PDIP-PKB Kritik Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Dana Pusat

Senin, 07/9/26 | 10:31 WIB

PADANG — Fraksi PDI Perjuangan-PKB DPRD Sumatera Barat menilai perubahan APBD 2026 belum menunjukkan langkah kuat pemerintah daerah untuk memperbesar...

DPRD Sumbar Bahas Perubahan APBD 2026 untuk Percepat Pemulihan dan Pembangunan

DPRD Sumbar Bahas Perubahan APBD 2026 untuk Percepat Pemulihan dan Pembangunan

Jumat, 04/9/26 | 10:19 WIB

PADANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah...

Nanda Satria Hadiri Malam Puncak HUT RI di Purus

Nanda Satria Hadiri Malam Puncak HUT RI di Purus

Jumat, 04/9/26 | 10:16 WIB

PADANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Nanda Satria, menghadiri malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Kabut Asap Menyelimuti Padang, Nanda Satria Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kabut Asap Menyelimuti Padang, Nanda Satria Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Kamis, 03/9/26 | 10:13 WIB

PADANG — Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Nanda Satria mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul menurunnya kualitas udara...

BK DPRD Sumbar Simulasikan Persidangan Penegakan Kode Etik Dewan

BK DPRD Sumbar Simulasikan Persidangan Penegakan Kode Etik Dewan

Rabu, 02/9/26 | 09:50 WIB

PADANG — Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan simulasi persidangan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata cara...

Berita Sesudah
Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanggungjawab SPPG terhadap Siwa MTsN 1 Pariaman Keracunan MBG: Jenguk Korban dan Tanggung Biaya Perawatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Korban Galodo Solok Ditemukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026