Selasa, 11/8/26 | 10:11 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

“Negeri (dan) Ironi”, Ruang Diskusi Sastra untuk Menafsir Realitas Indonesia

Rabu, 17/12/25 | 16:47 WIB

Padang, Scientia.id – Taman Budaya Sumatera Barat menggelar Seminar sastra bertema “Negeri (dan) Ironi” pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra Marah Roesli yang mengusung tema serupa untuk lomba cerpen festival tersebut.

Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni Dr. Sudarmoko, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sasti Gotama, salah seorang pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, serta cerpenis Raudal Tanjung Banua, dengan moderator Dr. Nofrahadi dari FBS UNP. Ketiga pembicara membahas peran sastra dalam memotret dan menafsir kondisi bangsa yang sarat ironi.

Sudarmoko mengatakan, ironi yang terjadi di negeri ini justru dapat menjadi energi utama dalam penciptaan karya sastra. Menurutnya, tradisi tersebut sudah terlihat sejak era Balai Pustaka, ketika para pengarang memanfaatkan realitas sosial yang problematik sebagai bahan utama cerita. “Ironi bukan untuk diratapi, tetapi diolah menjadi kekuatan estetik dan kritik melalui sastra,” ujarnya.

BACAJUGA

Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

Jumat, 31/7/26 | 19:04 WIB
Dugaan Rasuah, Kejari Dharmasraya Geledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Dugaan Rasuah, Kejari Dharmasraya Geledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Senin, 27/7/26 | 19:43 WIB

Sementara itu, Raudal Tanjung Banua menyoroti sastra sebagai suara kegelisahan terhadap keadaan negeri. Ia mencontohkan novel “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli, khususnya adegan dialog kaum cerdik pandai dengan pemerintah kolonial Belanda terkait belasting atau pajak. Menurut Raudal, sejak masa itu praktik pajak yang dinilai mencederai rakyat sudah dikritik melalui sastra dan ironi tersebut masih relevan hingga hari ini.

Raudal juga menyebut karya sastra terbuka untuk ditafsir ulang sesuai konteks zaman. Dalam “Siti Nurbaya”, Datuk Maringgih kerap diposisikan sebagai tokoh antagonis, padahal ia digambarkan sebagai sosok yang lantang melawan kolonialisme Belanda. Sebaliknya, Syamsul Bahri yang berpendidikan justru mengambil sikap yang berlawanan. “Ini menunjukkan bahwa sastra tidak tunggal makna dan bisa dibaca dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.

Dalam konteks kekinian, Raudal menyinggung cerpen “Ular dalam Sepatu” karya Gus TF Sakai yang menggambarkan ironi birokrasi. Menurutnya, cerpen tersebut merepresentasikan birokrasi yang cenderung menghambat, disampaikan dengan metafora yang kuat dan efektif.

Adapun Sasti Gotama memandang sastra sebagai sebuah kekuatan yang lahir dari perpaduan realitas, imajinasi, dan seni. Ia menjelaskan, realitas tanpa imajinasi akan menjelma menjadi karya jurnalistik, sementara imajinasi tanpa realitas hanya menghasilkan dongeng kosong. “Jika realitas dan imajinasi hadir tanpa sentuhan seni, ia hanya menjadi kisah yang enak dibaca. Sastra hadir ketika ketiganya menyatu,” ujarnya.

Baca Juga: Angkat Tema “Negeri dan Ironi”, Festival Sastra Marah Rusli 2025 Soroti Realitas Sosial Indonesia

Diskusi “Negeri (dan) Ironi” menjadi ruang refleksi sekaligus pengayaan perspektif bagi peserta Festival Sastra Marah Roesli, dalam melihat bagaimana karya sastra terus relevan sebagai medium kritik dan pemaknaan terhadap dinamika kehidupan berbangsa. (*)

Tags: Festival Marah RusliPadangTaman Budaya Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perguruan Tinggi Didorong Aktif Dukung Sekolah Rakyat, UNP Jadi Contoh Nasional

Berita Sesudah

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Berita Terkait

Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

Jumat, 31/7/26 | 19:04 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Pemerintah Kabupaten Solok bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan bantuan sebanyak 120.000 benih ikan, serta...

Dugaan Rasuah, Kejari Dharmasraya Geledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Dugaan Rasuah, Kejari Dharmasraya Geledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Senin, 27/7/26 | 19:43 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dharmasraya melaksanakan penggeledahan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya pada...

Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

Selasa, 14/7/26 | 17:05 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sebuah video yang menampilkan dugaan pungutan karcis retribusi pelayanan parkir oleh anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Dharmasraya...

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Minggu, 07/6/26 | 09:42 WIB

BUKITTINGGI — Peringatan satu abad berdirinya Jam Gadang tidak hanya menjadi perayaan sejarah bagi masyarakat Bukittinggi, tetapi juga momentum strategis...

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

Jumat, 05/6/26 | 21:48 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sebanyak 280 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan laga pembuka Dharmasraya Champions League (DCL) 2026 yang dipusatkan di...

Rakor MBG Digelar, Bupati Solok Tegaskan Komitmen Sukseskan Program Prioritas Nasional

Rakor MBG Digelar, Bupati Solok Tegaskan Komitmen Sukseskan Program Prioritas Nasional

Kamis, 04/6/26 | 19:09 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Program Strategis Nasional...

Berita Sesudah
Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran saat meresmikan jembatan Helsheim di Batang Arau

    Wali Kota Padang Resmikan Jembatan Hildesheim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026