![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008.jpg)
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan bahwa lonjakan terbesar terjadi di Kota Padang Panjang. Daerah yang sebelumnya melaporkan 7 korban meninggal dan nihil orang hilang, kini mencatat 21 korban meninggal serta 32 orang hilang.
“Perubahan jumlah korban paling signifikan terjadi di Kota Padang Panjang. Data terbaru menunjukkan meningkatnya korban meninggal maupun hilang,” ujar Arry di Padang, Minggu (30/11).
Dari total 16 kabupaten dan kota terdampak, terdapat 8 daerah yang melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang. Namun, delapan daerah lainnya mencatat adanya korban meninggal maupun hilang, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Agam.
Kabupaten Agam 87 meninggal 76 hilang, Kota Padang Panjang 21 meninggal 32 hilang, Kota Padang 10 meninggal 0 hilang, Kabupaten Tanah Datar 2 meninggal 1 hilang, Kabupaten Pasaman Barat 1 meninggal 6 hilang, Kabupaten Padang Pariaman 7 meninggal 2 hilang, Kota Solok 1 meninggal 0 hilang, dan Kabupaten Pesisir Selatan 0 meninggal 1 hilang.
Sementara itu, 8 daerah lainnya seperti Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Solok, melaporkan nihil korban.
Menurut Arry, seluruh data yang dirilis bersumber dari laporan resmi pemerintah daerah. Pihaknya memastikan proses pendataan dilakukan secara berkelanjutan, mengingat situasi lapangan yang masih dinamis.
“Hingga saat ini, jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam, dengan 87 meninggal dan 76 orang masih dalam pencarian,” ujarnya.
Pemprov Sumbar melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana terus melakukan pembaruan terkait jumlah korban, kerusakan infrastruktur, hingga kebutuhan penanganan darurat. Semua informasi terbaru akan disampaikan secara berkala agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.(Adpsb)
![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761-120x86.png)


![Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang tertutup material. Sabtu malam, (30/11).[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251129-WA0047-350x250.jpg)

![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761-350x250.png)

![Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf,[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-11-29-22-38-39-34_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e72-350x250.jpg)

![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)