![Anggota DPRD Padang, Fraksi PKB, Zalmadi.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1696246664_38a032ab-bb3c-499d-99dd-4ef5ec21ce42.jpeg)
Menurut Zalmadi, pemerintah daerah tidak boleh menunda penanganan karena petani menggantungkan hidup pada hasil panen.
“Masyarakat terdampak banjir harus segera mendapatkan pertolongan pertama. Jangan sampai mereka dibiarkan menunggu. Sawah yang terendam dan rusak ini adalah sumber pencarian utama bagi warga. Ini harus menjadi perhatian prioritas pemerintah,” tegasnya, Sabtu (29/11).
Zalmadi menambahkan, perhatian cepat pemerintah terhadap sektor pertanian juga sejalan dengan seruan pemerintah pusat mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional. Ia menyebut bahwa daerah memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas pangan, sehingga kerusakan lahan tidak boleh dianggap sepele.
“Presiden dan kementerian terkait sudah berulang kali menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan. Bagaimana mungkin kita bicara soal ketahanan pangan kalau lahan pertanian masyarakat dibiarkan rusak tanpa penanganan? Pemulihan harus segera dilakukan,” ujarnya.
Sejumlah wilayah di Kota Padang, khususnya daerah bantaran sungai dan kawasan produktif pertanian mengalami kerusakan cukup berat akibat banjir. Banyak petani kini terancam gagal panen dan kehilangan pendapatan dalam waktu dekat.
Zalmadi meminta dinas terkait untuk melakukan pendataan cepat serta menyalurkan bantuan darurat, termasuk bibit, pupuk, dan pendampingan teknis bagi petani. Ia menekankan bahwa proses ini tidak boleh menunggu lama.
“Pemerintah harus turun langsung, lihat kondisi masyarakat di lapangan, dan pastikan kebutuhan mendesak mereka terpenuhi. Jangan biarkan petani terombang-ambing,” katanya.
Selain penanganan darurat, Zalmadi menilai pemerintah harus memperkuat langkah mitigasi jangka panjang, termasuk perbaikan irigasi, normalisasi sungai, dan antisipasi banjir musiman. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa perlindungan serius terhadap lahan pertanian.
“Petani tidak boleh terus-menerus menjadi korban banjir setiap tahun. Pemerintah harus punya strategi yang jelas agar sawah-sawah ini terlindungi dan produktivitas tetap terjaga,” tambahnya.
Fraksi PKB di DPRD Kota Padang, kata Zalmadi, akan terus mendorong kebijakan yang menguatkan sektor pertanian dan mempercepat pemulihan pascabencana.
“Ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat dan masa depan pangan kita. Pemerintah harus hadir dengan solusi cepat dan nyata,” tutupnya.(yrp)


![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008-350x250.jpg)
![Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang tertutup material. Sabtu malam, (30/11).[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251129-WA0047-350x250.jpg)

![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761-350x250.png)

![Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf,[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-11-29-22-38-39-34_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e72-350x250.jpg)

![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)