Kamis, 05/3/26 | 19:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EKONOMI

Tren Gowes Meredup, Sepeda Ratusan Juta Diobral hingga 50 Persen

Sabtu, 09/8/25 | 06:02 WIB

Jakarta, Scientia.id – Penjualan sepeda mewah berharga puluhan hingga ratusan juta rupiah anjlok seiring meredupnya tren gowes di Indonesia. Kondisi ini memaksa sejumlah toko sepeda kelas atas tutup, sementara importir hingga pabrik menahan produksi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo mengatakan, sepeda branded sempat diminati kalangan atas pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020–2021. Saat itu, bersepeda menjadi bagian dari gaya hidup.

Namun tren tersebut tak bertahan lama. Pergeseran minat masyarakat ke olahraga lain seperti lari, dan kini padel, membuat penjualan sepeda mahal anjlok.

BACAJUGA

No Content Available

“Kalau lifestyle berubah, efeknya langsung ke penjualan. Sekarang ini padel lagi tren, habis sudah (tren sepeda). Apalagi budget mereka terbatas, jadi pilih prioritas olahraga yang sedang hits,” kata Eko, Jumat (8/8/2025) mengutip detikcom.

Eko mengungkapkan, saat tren gowes memuncak, banyak toko dan importir memesan stok besar untuk sepeda kelas atas. Ketika tren menurun cepat, stok menumpuk dan sulit terjual.

Agar arus kas tidak terganggu, pengusaha terpaksa melakukan cuci gudang dengan potongan harga besar-besaran.

“Stok ini nggak diprediksi turunnya begitu cepat. Mau nggak mau strategi cuci gudang dilakukan. Harganya sekarang sudah terendah, ada yang diskon 50% lebih,” jelasnya.

Baca Juga: Agar Sepeda Motor Aman Dibawa Mudik Saat Lebaran

Menurut Eko, tujuan utama diskon besar adalah mempercepat perputaran barang dan menjaga stok tetap minimal, meski margin keuntungan berkurang drastis. (*)

Tags: Sepeda
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jelang Musda, DMI Agam Audiensi dengan Wabup Muhammad Iqbal

Berita Sesudah

Kemenag Gelar OMI 2025, Gabungkan Kompetisi Sains dan Riset Madrasah

Berita Terkait

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Allah dan Orang Tua dalam Bisnis

Sabtu, 28/2/26 | 10:29 WIB

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Berbicara tentang bisnis, banyak orang langsung membayangkan strategi, modal,...

Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

Selasa, 24/2/26 | 22:57 WIB

Seorang karyawan Ayam Geprek GG di Kota Padang memperlihatkan cara mudah untuk pembayaran tanpa ribet melalui aplikasi Bale by BTN,...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Manjakan Gen Z Cari Hunian Tanpa Ribet

Jumat, 20/2/26 | 20:40 WIB

Seorang Gen Z yang sekaligus relawan bencana di Kota Padang, sedang memilih rumah hunian yang aman pascabencana melalui Bale by...

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

Jumat, 13/2/26 | 06:42 WIB

Jakarta, Scientia.id - Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan peninjauan indeks saham Indonesia. Hasilnya, sejumlah saham mengalami perubahan status,...

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kamis, 12/2/26 | 08:07 WIB

Jakarta, Scientia.id  - Upaya memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat terus didorong Kementerian Agama. Melalui Direktorat Jenderal...

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Selasa, 27/1/26 | 09:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem halal nasional dengan menetapkan 17 Oktober 2026 sebagai tenggat pemberlakuan kewajiban...

Berita Sesudah
Kemenag Gelar OMI 2025, Gabungkan Kompetisi Sains dan Riset Madrasah

Kemenag Gelar OMI 2025, Gabungkan Kompetisi Sains dan Riset Madrasah

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiperbola dalam Cerpen “Gubrak!” Seno Gumira Ajidarma

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024