Jumat, 16/1/26 | 18:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Karhutla di Sumbar Meluas, Lebih 500 Hektar Wilayah Terdampak

Jumat, 25/7/25 | 16:57 WIB
Karhutla di Harau Limapuluh Kota. (SCIENTIA/Istimewa)

Padang, SCIENTIA – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Barat (Sumbar) semakin meluas hingga mengkhawatirkan. Setidaknya, hingga saat ini sudah tercatat delapan kabupaten dan kota yang terdampak Karhutla sepanjang musim kemarau, dengan luas terdampak lebih 500 hektar.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy saat meninjau langsung persiapan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, dalam rangka penanganan Karhutla.

“Tapi yang paling parah memang dua kabupaten, yakni Solok dan Limapuluh Kota, yang sudah ditetapkan Tanggap Darurat Karhutla. Sementara kita di provinsi sudah menyiapkan Surat Keputusan Siaga Darurat. Tapi mudah-mudahan dengan OMC ini Karhutla bisa diatasi,” terangnya pada Jumat, (25/7).

Menurut Rudy, peristiwa Karhutla ini mayoritas akibat adanya pembukaan lahan atau perkebunan baru oleh masyarakat setempat dengan cara membakar. Dengan kondisi cuaca yang sangat kering, pembakaran yang dilakukan memicu terjadinya Karhutla yang lebih luas.

BACAJUGA

Update Data Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumbar: 176 Meninggal, 117 Masih Hilang

Update Data Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumbar: 176 Meninggal, 117 Masih Hilang

Senin, 01/12/25 | 23:43 WIB
Korban Jiwa Bencana Terus Bertambah, 132 Meninggal dan 118 Masih Hilang

Korban Jiwa Bencana Terus Bertambah, 132 Meninggal dan 118 Masih Hilang

Senin, 01/12/25 | 11:33 WIB

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada pelaku yang melakukan pembakaran yang diproses atau diamankan. “Karena ranahnya kita dan yang kita lakukan lebih fokus untuk mengatasi api di lokasi agar tidak meluas,” ujar Rudy.

Selain itu, Kalaksa BPBD Sumbar ini juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi di musim kemarau ini percikan api sekecil apapun bisa berdampak besar.

“Karhutla ini bukan berdampak bagi pemilik lahan, tapi juga bisa merugikan orang lain dan masyarakat sekitarnya. Jadi mari sama-sama kita waspadai, jangan sampai membuka lahan dengan cara membakar,” imbaunya.

Kepala BMKG Stasiun BIM, Desindra Deddy Kurniawan mengungkapkan, beberapa daerah di Sumbar sudah berlangsung musim kering 60 hari lebih, dan tidak ada curah hujan sejak awal Mei lalu. Ia memprediksi, kondisi ini akan berlangsung hingga September mendatang.

“Puncak musim kering pada Juli ini, bahkan sudah mendekati ekstrem, makanya tak heran banyak terjadi Karhutla dan titik-titik api, karena kondisinya sudah benar-benar kering, contohnya di Limapuluh Kota dan Solok,” ujarnya. (hyu)

Tags: BPBD SumbarKarhutla Limapuluh KotaKarhutla SolokKarhutla SumbarOperasi Modifikasi Cuaca
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemkab dan UNP Luncurkan Program RPL untuk Wali Nagari di Pesisir Selatan

Berita Sesudah

Semai Tiga Ton Garam, Daerah Karhutla Sumbar Mulai Diguyur Hujan

Berita Terkait

Aksi unjuk rasa ribuan warga dari Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya di PT Tidar Kerinci Agung (TKA), Senin (12/1/2026). (Foto: Ist)

Tuntut Hak Plasma 20 Persen, Ribuan Warga Asam Jujuhan Unjuk Rasa ke PT TKA

Senin, 12/1/26 | 19:32 WIB

Aksi unjuk rasa ribuan warga dari Nagari Lubuk Besar dan Nagari Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya di...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

PNP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sungai Buluh Timur

PNP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sungai Buluh Timur

Senin, 29/12/25 | 18:56 WIB

Padang Pariaman, Scientia.id— Politeknik Negeri Padang (PNP) dengan dukungan pendanaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Indonesia kembali...

“Negeri (dan) Ironi”, Ruang Diskusi Sastra untuk Menafsir Realitas Indonesia

“Negeri (dan) Ironi”, Ruang Diskusi Sastra untuk Menafsir Realitas Indonesia

Rabu, 17/12/25 | 16:47 WIB

Padang, Scientia.id - Taman Budaya Sumatera Barat menggelar Seminar sastra bertema “Negeri (dan) Ironi” pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan...

Waspada Tautan “Paket Data Gratis”, Modus Penipuan Marak di Tengah Bencana Sumatera

Waspada Tautan “Paket Data Gratis”, Modus Penipuan Marak di Tengah Bencana Sumatera

Selasa, 16/12/25 | 13:14 WIB

Padang, Scientia.id - Di tengah situasi darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, masyarakat dihadapkan pada ancaman lain yang...

Mahasiswa Seni Rupa UNP Gelar Pameran “Ilia Mudiak”, Hadirkan Dialog Hulu-Hilir Seni Rupa

Mahasiswa Seni Rupa UNP Gelar Pameran “Ilia Mudiak”, Hadirkan Dialog Hulu-Hilir Seni Rupa

Selasa, 16/12/25 | 12:11 WIB

Padang, Scientia.id - Mahasiswa Departemen Seni Rupa Universitas Negeri Padang (UNP) akan menggelar Pameran Seni Rupa bertajuk “Ilia Mudiak” di...

Berita Sesudah
Semai Tiga Ton Garam, Daerah Karhutla Sumbar Mulai Diguyur Hujan

Semai Tiga Ton Garam, Daerah Karhutla Sumbar Mulai Diguyur Hujan

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Tegaskan Gerakan Pramuka Pembentuk Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024