Jumat, 23/10/26 | 01:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Fiksi dan Fakta: Dua Sayap Literasi

Minggu, 27/7/25 | 16:28 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Perdebatan soal bacaan fiksi dan nonfiksi kerap muncul di ruang-ruang digital. Tak jarang, masing-masing kubu merasa jenis bacaan merekalah yang paling penting dan bermanfaat. Di tengah semangat literasi, muncul anggapan yang menyederhanakan nilai karya hanya dari bentuknya. Padahal, fiksi dan nonfiksi menawarkan cara yang berbeda dalam memahami realitas dan kehidupan manusia.

Di luar perdebatan itu, saya justru percaya bahwa dunia fiksi dan nonfiksi dapat saling melengkapi. Keduanya menawarkan cara memahami dunia yang berbeda. Jika nonfiksi menyajikan realitas dengan pendekatan data dan analisis, maka fiksi menghadirkan pengalaman batin manusia dalam menanggapi realitas tersebut. Fiksi merasuk ke dalam perasaan, membangkitkan empati, dan mempertemukan kita dengan kompleksitas kehidupan tanpa perlu mengalami langsung setiap peristiwanya.

Ketika membaca dongeng atau hikayat misalnya, kita tidak hanya disuguhi alur cerita tentang tokoh baik dan jahat, melainkan diajak memahami nilai-nilai kehidupan yang tersembunyi di balik simbol dan peristiwa. Di titik inilah fiksi bekerja, membuka lapisan makna dan pesan moral. Ia menyentuh sisi manusiawi melalui cerita yang diwariskan turun-temurun, menghadirkan kebijaksanaan dalam bentuk yang sederhana namun menggugah.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Penting pula disadari bahwa fiksi telah menjadi medium bagi kelompok-kelompok yang tersisih untuk bersuara. Banyak kisah tentang perempuan, kaum marjinal, minoritas, atau korban kekerasan yang justru lebih banyak ditemukan dalam cerita-cerita fiksi. Mereka menemukan ruang aman untuk menuturkan pengalaman hidupnya lewat tokoh-tokoh rekaan.

Fiksi, dengan segala keleluasaannya, memungkinkan suara-suara itu hadir dan didengar tanpa harus tunduk pada struktur formal tulisan akademik atau jurnalisme. Di sisi lain, pembaca nonfiksi yang berpegang pada keakuratan data tentu memiliki posisi penting dalam lanskap pengetahuan. Akan tetapi, menyampingkan fiksi adalah bentuk penyempitan makna literasi. Dunia ini terlalu luas untuk dibaca hanya dari satu sudut.

Pada akhirnya, baik fiksi maupun nonfiksi memiliki ruang dan kontribusinya masing-masing dalam memperkaya wawasan dan kepekaan kita. Perbedaan cara menyampaikan makna tidak semestinya menjadi alasan untuk saling meniadakan. Membaca bukan sekadar kegiatan kognitif, tetapi juga pengalaman afektif dan etis. Ia membentuk cara kita berpikir, merasakan, bahkan memperlakukan orang lain. Daripada saling mendiskreditkan jenis bacaan, mungkin akan jauh lebih bijak jika kita bertanya: sudahkah bacaan kita, apapun bentuknya, membuat kita lebih manusiawi?

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Berita Sesudah

Kunjungi SPPG Kecamatan Kubung di Selayo, Bupati Jon Pandu: Pemkab Dukung Program Prioritas Nasional

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Kunjungi SPPG Kecamatan Kubung di Selayo, Bupati Jon Pandu: Pemkab Dukung Program Prioritas Nasional

Kunjungi SPPG Kecamatan Kubung di Selayo, Bupati Jon Pandu: Pemkab Dukung Program Prioritas Nasional

POPULER

  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026