Jumat, 13/3/26 | 19:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Iklan 1941: Seruan Masyarakat Koerai untuk Mendukung Usaha Lokal

Minggu, 08/9/24 | 19:28 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Winkel kereta angin dan gramofon milik Marzoeki St. Maradjo, yang berlokasi di Fort de Kock (Bukittinggi), telah menjadi pusat perhatian masyarakat pada masanya. Bagi mereka yang memerlukan perbaikan kereta angin atau gramofon, toko ini memberikan layanan terbaik dengan sentuhan lokal yang kuat. Menariknya, usaha ini bukan sekadar tempat memperbaiki barang, tetapi juga menjadi simbol dari dukungan terhadap usaha lokal.

Dalam sebuah iklan yang dimuat pada Maandblad v.d. “V.S.K” Berita Koerai, terbitan 30 April 1941, terdapat ajakan bagi masyarakat untuk memercayakan perbaikan barang-barang mewah mereka di toko ini. iklan ini saya temukan pada file digital Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau melalui laman wikipedia.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Pesan yang disampaikan dalam iklan tersebut berbunyi, “Kalau ada kereta angin toean2 jang maoe bikin baik atau gramofoon, Toean2 perbaikilah diwinkel kita! Bearti membatoe peroesaan orang Koerai kita djoega.” Narasi ini jelas menunjukkan, bahwa selain menawarkan jasa, ada dorongan untuk menguatkan usaha lokal, dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung.

Dua simbol penting dalam iklan ini adalah kereta angin dan gramofon, barang-barang yang di masa itu dianggap sebagai kemewahan dan penanda status sosial. Hanya kalangan tertentu yang memiliki keduanya, menjadikannya bagian penting dari gaya hidup kelas menengah ke atas di Fort de Kock.

Namun, seperti halnya barang mewah lainnya, keduanya juga memerlukan perawatan dan perbaikan. Marzoeki St. Maradjo, dengan tokonya, hadir sebagai solusi bagi kebutuhan ini, sekaligus mengukuhkan posisinya dalam komunitas lokal sebagai penyedia jasa yang andal.

Melalui iklan tersebut, tersirat pula pesan yang lebih mendalam tentang identitas komunitas. Masyarakat Koerai pada tahun 1941 sudah memiliki kesadaran untuk mendukung produk dan layanan lokal jauh sebelum munculnya kampanye dukungan terhadap UMKM yang digalakkan pemerintah pada masa kini.

Iklan tersebut tidak hanya menawarkan solusi praktis, tetapi juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga keberlangsungan usaha orang Koerai. Ini adalah bentuk nyata dari upaya membangun ekonomi berbasis komunitas yang sudah terpupuk sejak masa lampau.

Keberadaan toko kereta angin dan gramofon ini menandakan bahwa teknologi dan layanan modern sudah mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari di Fort de Kock, bahkan pada tahun 1941. Tidak hanya menjadi penyedia layanan, toko Marzoeki juga berperan sebagai pengikat komunitas lokal, memperkuat rasa kebersamaan, dan membangun semangat gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau sejak dulu.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemkab Siap Dukung Proker BPC HIPMI Dharmasraya

Berita Sesudah

Cerpen “Bayangan Kebaikan” Karya Zaskia Aurellia dan Ulasannya Oleh Azwar

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Berita Sesudah
Cerpen “Bayangan Kebaikan” Karya Zaskia Aurellia dan Ulasannya Oleh Azwar

Cerpen "Bayangan Kebaikan" Karya Zaskia Aurellia dan Ulasannya Oleh Azwar

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Joyful Ramadhan  Wali Kota Padang Serahkan 300 Paket Sembako Pada Masyarakat Lintas Agama 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementerian Kebudayaan Alokasikan Rp 2 Miliar Untuk Kegiatan Non Fisik Museum Adityawarman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026