Sabtu, 24/1/26 | 06:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Iklan 1941: Seruan Masyarakat Koerai untuk Mendukung Usaha Lokal

Minggu, 08/9/24 | 19:28 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Winkel kereta angin dan gramofon milik Marzoeki St. Maradjo, yang berlokasi di Fort de Kock (Bukittinggi), telah menjadi pusat perhatian masyarakat pada masanya. Bagi mereka yang memerlukan perbaikan kereta angin atau gramofon, toko ini memberikan layanan terbaik dengan sentuhan lokal yang kuat. Menariknya, usaha ini bukan sekadar tempat memperbaiki barang, tetapi juga menjadi simbol dari dukungan terhadap usaha lokal.

Dalam sebuah iklan yang dimuat pada Maandblad v.d. “V.S.K” Berita Koerai, terbitan 30 April 1941, terdapat ajakan bagi masyarakat untuk memercayakan perbaikan barang-barang mewah mereka di toko ini. iklan ini saya temukan pada file digital Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau melalui laman wikipedia.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Pesan yang disampaikan dalam iklan tersebut berbunyi, “Kalau ada kereta angin toean2 jang maoe bikin baik atau gramofoon, Toean2 perbaikilah diwinkel kita! Bearti membatoe peroesaan orang Koerai kita djoega.” Narasi ini jelas menunjukkan, bahwa selain menawarkan jasa, ada dorongan untuk menguatkan usaha lokal, dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung.

Dua simbol penting dalam iklan ini adalah kereta angin dan gramofon, barang-barang yang di masa itu dianggap sebagai kemewahan dan penanda status sosial. Hanya kalangan tertentu yang memiliki keduanya, menjadikannya bagian penting dari gaya hidup kelas menengah ke atas di Fort de Kock.

Namun, seperti halnya barang mewah lainnya, keduanya juga memerlukan perawatan dan perbaikan. Marzoeki St. Maradjo, dengan tokonya, hadir sebagai solusi bagi kebutuhan ini, sekaligus mengukuhkan posisinya dalam komunitas lokal sebagai penyedia jasa yang andal.

Melalui iklan tersebut, tersirat pula pesan yang lebih mendalam tentang identitas komunitas. Masyarakat Koerai pada tahun 1941 sudah memiliki kesadaran untuk mendukung produk dan layanan lokal jauh sebelum munculnya kampanye dukungan terhadap UMKM yang digalakkan pemerintah pada masa kini.

Iklan tersebut tidak hanya menawarkan solusi praktis, tetapi juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga keberlangsungan usaha orang Koerai. Ini adalah bentuk nyata dari upaya membangun ekonomi berbasis komunitas yang sudah terpupuk sejak masa lampau.

Keberadaan toko kereta angin dan gramofon ini menandakan bahwa teknologi dan layanan modern sudah mulai hadir dalam kehidupan sehari-hari di Fort de Kock, bahkan pada tahun 1941. Tidak hanya menjadi penyedia layanan, toko Marzoeki juga berperan sebagai pengikat komunitas lokal, memperkuat rasa kebersamaan, dan membangun semangat gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau sejak dulu.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemkab Siap Dukung Proker BPC HIPMI Dharmasraya

Berita Sesudah

Cerpen “Bayangan Kebaikan” Karya Zaskia Aurellia dan Ulasannya Oleh Azwar

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Cerpen “Bayangan Kebaikan” Karya Zaskia Aurellia dan Ulasannya Oleh Azwar

Cerpen "Bayangan Kebaikan" Karya Zaskia Aurellia dan Ulasannya Oleh Azwar

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Komitmen Dukung Percepatan Pembebasan Lahan Sukseskan PSN di Kota Padang.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024