Kamis, 29/10/26 | 11:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

Minggu, 14/1/24 | 11:46 WIB

BACAJUGA

Komisi I DPRD Sumbar Dorong Pengembangan Potensi Nagari Pandam Gadang

Komisi I DPRD Sumbar Dorong Pengembangan Potensi Nagari Pandam Gadang

Kamis, 29/10/26 | 08:07 WIB
Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Afrizal Sahar saat memberikan edukasi kepada pengendara.[foto:ist]

Hari Kedua OPS, Polisi Pariaman Prioritaskan Edukasi

Selasa, 27/10/26 | 23:10 WIB

Lastry Monika

(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kumpulan Dongeng untuk Penulis adalah buku yang amat tipis. Keseluruhan buku dongeng karya Lawrence Schimel ini hanya berjumlah 37 halaman. Meski tipis, buku ini terdiri dari 13 macam dongeng seputar dunia penulisan dan penerbitan. Tiap judul juga berbentuk tulisan yang amat pendek, yaitu hanya 2 hingga 3 halaman.

Akan tetapi, buku yang tipis dan dongeng-dongeng pendek yang terdapat di dalamnya bagai pisau dengan ketajaman yang menakutkan. Melalui goresan kecil, pembaca dapat mengintip dunia penulisan dan penerbitan dengan beragam bentuk: dipenuhi tipu daya, akal bulus, kritikus jahat, persaingan licik, kebohongan, penulis bayangan, pemerasan, dan misteri-misteri yang kadang juga menakjubkan.

Schimel mengawali dongengnya dengan kisah “Putri Duyung” yang terlena dengan gaya minimalistik penulis laki-laki yang tampak penuh karisma dalam setiap lokakarya penulisan kreatifnya. Ia menjanjikan hal-hal manis kepada setiap perempuan yang ingin menjadi penulis ketika membicarakan karya mereka. Namun rupanya sikap tersebut hanyalah tipu daya untuk tebar pesona dan menjadikan setiap perempuan yang digandengnya berada di bawah bayang-bayangnya.

Dongeng kemudian berlanjut pada akal bulus penerbit nakal. Tampaknya tidaklah jarang sebuah penerbit mengadakan lomba menulis berbayar dengan hasil akhir menerbitkan buku antologi karya-karya yang katanya ‘terbaik’ dari para peserta lomba. Namun, setiap peserta yang karyanya ikut dimuat dalam buku itu tidak mendapat satu eksemplar pun secara gratis. Bila ingin punya, mereka harus membelinya. Tipu muslihat licik ini sulit disadari setiap yang terlanjur masuk ke dalam perangkapnya karena dikemas puja-puji dan kata-kata manis yang menyanjung hati.

Selain akal bulus penerbit nakal, juga ada kritikus jahat yang suka membungkam imajinasi penulis-penulis yang baru hendak menetas. Mereka suka melontarkan komentar-komentar tajam dan runcing yang mencabik dan mengerdilkan khayalan dan imajinasi yang baru saja mengendap di kepala. Alhasil, penulis belia yang baru hendak menetas ini menjadi “Putri Tidur” yang pada akhirnya terlambat bangun atau tidak pernah bangun sama sekali.

Mereka, para kritikus itu kebanyakan kritikus abal-abal yang bahkan tidak mengerti dunia menulis. Mereka tidak mengerti bila ada kepala yang dijejali bertumpuk-tumpuk ide yang harus segera dituang dalam bentuk tulisan. Seringkali pula, kritikus itu adalah orang terdekat seperti orang tua, saudara, dan pasangan. Padahal tidaklah sulit mengatakan, “Teruslah menulis!”

Dongeng lainnya dari Schimel berkisah tentang seorang penulis pemalu yang lebih suka memendam bakat. Bila dipaksa muncul ke permukaan ia bersembunyi di balik inisial yang sulit dilacak editor yang mungkin saja jungkir balik untuk bisa bertemu dan bernegosiasi tentang penerbitan tulisannya. Penulis pemalu serupa ini alangkah baiknya bila bertemu dengan kawan baik hati yang punya antusias berlebih untuk mengirimkan karyanya. Beruntung kisah yang satu ini berakhir bahagia.

Agaknya, penulis berbakat tetapi pemalu lebih baik daripada penulis yang menjual kebohongan dan penulis bayangan. Akan tetapi, yang lebih buruk dari itu ialah penulis tukang iri. Mereka mencemooh penulis produktif yang tulisannya begitu-begitu saja. Di belakang mereka berkoar-koar dan mengatakan “karya sampah”. Namun, menyaksikan karya yang kata mereka sampah itu amat laku di pasaran, tergerak pula hatinya untuk menulis dengan cara yang sama.

Meski Schimel mengawali dongeng-dongengnya dengan cerita yang cukup menyedihkan, ia mengakhirinya dengan kisah yang membahagiakan. Penulis tidak selalu memiliki ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Adakalnya masa paceklik itu datang dan setiap tulisan yang ditulis mendapat penolakan. Akan tetapi, setelah masa paceklik itu berhasil dilewati, Schimel megatakan rasanya seperti “pulang kampung setelah sekian lama”.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dongeng-Dongeng Lawrence Schimel untuk Penulis

Berita Sesudah

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Komisi I DPRD Sumbar Dorong Pengembangan Potensi Nagari Pandam Gadang

Komisi I DPRD Sumbar Dorong Pengembangan Potensi Nagari Pandam Gadang

Kamis, 29/10/26 | 08:07 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN— Potensi perikanan dan kekayaan alam Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, dinilai memiliki...

Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Afrizal Sahar saat memberikan edukasi kepada pengendara.[foto:ist]

Hari Kedua OPS, Polisi Pariaman Prioritaskan Edukasi

Selasa, 27/10/26 | 23:10 WIB

Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Afrizal Sahar saat memberikan edukasi kepada pengendara.Pariaman, Scientia — Satuan Lalu Lintas Polres Pariaman memprioritaskan...

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disabilitas di Pessel Belum Tuntas, Keluarga Pertanyakan Penanganan Polisi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disabilitas di Pessel Belum Tuntas, Keluarga Pertanyakan Penanganan Polisi

Selasa, 27/10/26 | 17:59 WIB

Pesisir Selatan, Scientia.id - Keluarga korban dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak penyandang disabilitas di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera...

Kelompok SAD Diduga Resahkan Warga, Tokoh Adat dan Aktivis Minta Oknum Diserahkan ke Hukum

Tim Resmob Polda Sumbar Tangkap Judi Online di Padang

Selasa, 27/10/26 | 17:50 WIB

Padang, Scientia.id - Tim Resmob Polda Sumatera Barat mengungkap dugaan tindak pidana perjudian togel online di kawasan Jalan Bakti, Kelurahan...

DPRD Kota Padang Kawal Hak Pasien dan Nasib Driver Maxim, 10 Tuntutan Jadi Agenda Penting

DPRD Kota Padang Kawal Hak Pasien dan Nasib Driver Maxim, 10 Tuntutan Jadi Agenda Penting

Selasa, 27/10/26 | 11:38 WIB

Anggota DPRD Kota Padang sedang menampung aspirasi masyarakat PADANG, Scientia----- Dua persoalan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat menjadi perhatian serius...

Kabupaten Solok dan Kota Solok Jalin Kerja Sama Pengelolaan TPA Regional

Kabupaten Solok dan Kota Solok Jalin Kerja Sama Pengelolaan TPA Regional

Selasa, 27/10/26 | 10:35 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Kota Solok resmi menjalin kerja sama dalam pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir...

Berita Sesudah

Puisi-puisi Nining Nirmala Sari dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar.[foto:ist]

    Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Kedua OPS, Polisi Pariaman Prioritaskan Edukasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disabilitas di Pessel Belum Tuntas, Keluarga Pertanyakan Penanganan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Padang Kawal Hak Pasien dan Nasib Driver Maxim, 10 Tuntutan Jadi Agenda Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Resmob Polda Sumbar Tangkap Judi Online di Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Patuhi Aturan Lalu Lintas, Keselamatan Bukan Sekadar Hindari Tilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Dukung Pelestarian Silat Tradisi, Jaga Warisan Budaya Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026