Sabtu, 24/10/26 | 20:11 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Penyandingan Kata “Mirip” dan “Jodoh”

Minggu, 18/2/24 | 11:28 WIB

Oleh : Shilva Lioni
(Dosen Program Studi Sastra Inggris FIB Universitas Andalas)

 

Berbicara tentang bahasa tidak akan ada habisnya, baik itu dari sisi fenomena penggunaannya, fungsinya, pemerolehannya, hingga keunikannya. Lebih lanjut berbicara tentang keunikan bahasa, salah satunya adalah fenomena keunikan bahasa yang cukup sering kita dengar adalah ketika penyandingan dua kata yang tidak memiliki hubungan makna jika ditelaah dari sisi linguistik. Namun, penyandingan kata ini lazim dilakukan oleh sebagian besar mayarakat. Salah satu contoh penyandingan kata tersebut yakni penyandingan kata “mirip” dan “jodoh”.

BACAJUGA

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB
Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Fenomena menarik ini bahkan disaksikan langsung oleh penulis ketika mengajar di sebuah kelas. Saat mahasiswa melakukan diskusi dengan para mahasiswa, mereka menggunakan kata itu. Saat ada grup yang persentasi di depan kelas, tanpa sadar, ada yang mengucapkan bahwa wajah mereka mirip ya. Hal itu ditujukan kepada sepasang mahasiswa yang sedang presentasi, lalu seketika itupun seisi kelas menjadi gaduh dan muka sepasang mahasiswa yang dikatakan mirip tersebut langsung memerah.

Ungkapan-ungkapan seperti “Wah wajahnya mirip ya, pantesan jodoh”, “mukanya mirip, mungkin jodoh”, “benar ya kata orang kalau jodoh itu wajahnya mirip”, “kalau mirip berarti jodoh”, “wajahnya mirip, fix jodoh” adalah sebagian besar ungkapan-ungkapan atau ekspresi yang seringkali kita dengar, bahkan menjadi kepercayaan di tengah sebagian besar masyarakat. Padahal, jika ditelaah lebih lanjut, dari analisis makna atau ilmu semantik, makna pada kata “mirip” dan “jodoh” pada dasarnya tidak memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Jika diuraikan menurut analisa komponen penghimpun maknanya, kata “mirip” dapat dijabarkan menjadi serupa, memiliki komponen yang sama, sama secara fisik dan bentuk. Sementara itu, kata “jodoh” menurut KBBI memiliki komponen makna sebagai takdir, sepasang suami istri, terdiri dari lawan jenis yang berpasangan, pasangan hidup, memiliki kecocokan untuk dipasangkan.

Lebih lanjut, lalu bagaimana bisa kebanyakan kita seringkali menghubungkan kata “mirip” dengan “jodoh” ketika diucapkan meskipun kita paham benar bahwasanya keduanya tidak memiliki keterikatan dan keterkaitan makna antara satu dan yang lainnya? Bagaimana bisa dua kata yang memiliki komponen makna dan tidak terkait antar satu dan lainnya jika dikaji dalam persepektif ilmu bahasa menjadi hal lazim untuk diucapkan dalam masyarakat, bahkan sebagian orang bersepakat dan meyakini kebenarannya? Jawabannya adalah ada pada rasa dan logika.

Rasa atau sense dan logika adalah sebuah perangkat bawaan yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugerah dari sang Maha Pencipta. Melalui rasa dan logika yang terhubung dengan cara kerja yang sama kemudian manusia dapat menciptakan kesepakatan maknaa. Demikian juga halnya dengan kasus “mirip” dan “jodoh” ini.

Kebanyakan orang meyakini bahwa kata “mirip” tidak hanya berbicara tentang ukuran namun juga keselarasan. Selaras dalam hal ini ialah dipahami logika terkait dengan harmonisasi kehidupan seperti ilustrasi takdir yang tidak pernah bertikai. Oleh sebab itu, tidak heran kemudian kesepakatan makna “mirip” dan keterkaitan nya dengan “jodoh” banyak disetujui, disepakati, dan kemudian dipercayai oleh masyarakat. Terlebih jika menelaah salah satu komponen makna dalam kata “jodoh” yakni sepasang dan keterikatan yang mana tentu keduanya akan butuh dan menggunakan harmonisasi dan keselarasan.

Kita seringkali melihat dan menilai bahwa begitu banyak hal unik dalam bahasa yang terkesan berada di luar logika dan nalar. Padahal, jika dicermati secara lebih mendalam, bahasa dan kesepakatan makna pada dasarnya akan selalu ada dasar logika yang kuat dibalik keberadaannya. Demikian halnya yang terjadi dalam penyandingan kata “mirip” dan “jodoh” yang selalu dipasangkan.

Tags: #Shilva Lioni
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Harimau Buntung” Karya Johan Arda dan Ulasannya oleh Azwar

Berita Sesudah

Penyandingan Kata “Mirip” dan “Jodoh”

Berita Terkait

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Oleh: Puspandhari Ilsa Pinasty (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Bayangkan seorang anak rantau yang akhirnya mampu...

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman, hubungan sosial, dan sikap...

Penentu Arah Perubahan Zaman

Penentu Arah Perubahan Zaman

Minggu, 11/10/26 | 20:39 WIB

Oleh: Arza Kailla Chaerani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Dunia terus berubah, begitu pula cara manusia memahami identitas,...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

When Marnie Was There: Pertemuan dan Penerimaan

Discussion about this post

POPULER

  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026