Padang Pariaman, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendukung pembangunan Pondok Pesantren Idrisiyyah Josal FC di Desa Cubadak Air Utara, Kota Pariaman. Pesantren yang mengusung konsep pendidikan berbasis olahraga itu diyakini tidak hanya menjadi pusat pembinaan generasi muda, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Dukungan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan pesantren oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto di Lapangan Bola Josal FC, Sabtu, (4/4).
Pesantren yang diinisiasi Anggota DPR RI Arizal Aziz itu dirancang memadukan pendidikan keagamaan dengan pembinaan olahraga, khususnya sepak bola. Di kawasan pesantren tersebut nantinya akan dibangun empat lapangan sepak bola yang menjadi pusat pembinaan atlet muda.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan pembangunan pesantren tersebut memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar sektor pendidikan. Menurut dia, aktivitas pendidikan dan olahraga yang berkembang di kawasan itu akan menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Dengan dibangunnya pesantren ini, akan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan pendidikan dan berbagai turnamen olahraga yang digelar nantinya tentu akan menggerakkan roda ekonomi di daerah ini,” kata Yandri.
Ia menilai konsep pesantren yang memadukan pendidikan dan olahraga sejalan dengan agenda pembangunan desa yang berkelanjutan. Kehadiran ribuan santri, pelatih, hingga penyelenggaraan kompetisi olahraga diyakini akan menciptakan peluang usaha bagi warga setempat.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyambut positif pembangunan pesantren tersebut. Menurut dia, kehadiran lembaga pendidikan berbasis agama dan olahraga menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang unggul sekaligus berkarakter.
Mahyeldi mengatakan pendidikan yang dipadukan dengan aktivitas olahraga mampu menjadi benteng bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.
“Pendidikan yang dipadukan dengan kegiatan olahraga akan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental, sehingga mampu menjauhkan mereka dari hal-hal negatif,” ujarnya.
Selain itu, Mahyeldi menilai keberadaan fasilitas olahraga yang lengkap di lingkungan pesantren berpotensi melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Barat. Menurut dia, berbagai kompetisi dan kegiatan olahraga yang digelar di kawasan tersebut juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Wali Kota Pariaman Yota Balad turut menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan Pondok Pesantren Idrisiyyah Josal FC. Ia berharap pesantren tersebut dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Kota Pariaman.
“Keberadaan pesantren ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing,” kata Yota.
Pada kesempatan yang sama, Kemendes PDT juga menyalurkan bantuan pertanian kepada kelompok tani di Kota Pariaman. Bantuan yang diserahkan meliputi 1.000 bibit kelapa, 1.000 bibit pinang, serta satu unit mesin penghancur padi.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan mendukung penguatan ekonomi masyarakat pedesaan.
Kegiatan itu turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi XIII Arizal Aziz, Komisaris Utama Indah Grup, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Wakil Wali Kota Pariaman, Wakil Wali Kota Payakumbuh, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.(yrp)








