
Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pangan dan Perikanan mulai memasang kuda-kuda menghadapi potensi lonjakan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) pada pekan terakhir Ramadan.
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Hasto Kuncoro, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan di tengah masyarakat.
Langkah pertama yang diambil pemerintah adalah melakukan pengawasan ketat terhadap ketersediaan barang di pasar. Hal ini dilakukan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi lapangan.
“Salah satunya adalah dengan memantau dan menghitung stock sembako yang ada untuk kemudian disesuaikan dengan jumlah kebutuhan harian dan mingguan masyarakat, mengikuti hukum suply and demand,” sebut Hasto, Selasa (10/3/2026).
Hasto menjelaskan bahwa pemahaman terhadap dinamika pasar sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan. Supply and demand (penawaran dan permintaan) menjadi indikator utama bagi pemerintah untuk membaca tren harga ke depan.
“Suply and demand adalah prinsip utama dalam melihat kecenderungan trend harga bahan-bahan sembako, apakah harga suatu komoditas akan melonjak naik atau turun.” ucaonya.
Pemantauan ini dilakukan secara rutin untuk mengukur serta mengalkulasikan kebijakan intervensi yang paling efektif bagi masyarakat Dharmasraya menjelang Idulfitri.
Selain pemantauan stok, Pemkab Dharmasraya juga telah menjalin sinergi dengan instansi terkait untuk melakukan intervensi langsung jika terjadi gejolak harga yang signifikan.
“Kedua, kami juga sudah menyiapkan langkah yang bekerja sama dengan Bulog untuk melakukan Operasi Pasar Murah atau Gerakan Pangan Murah jika trend menunjukkan kenaikan,” tambahnya.
Meski langkah mitigasi telah disiapkan, Hasto memberikan kabar baik terkait kondisi pasar saat ini. Berdasarkan pantauan di beberapa titik utama, harga kebutuhan pokok terpantau masih berada dalam batas normal.
“Beberapa hari ini trend harga sembako belum menunjukkan tanda kenaikan. Terutama di Pasar Sikabau dan Pasar Ampalu. Harga-harga sembako masih sangat stabil,” ungkapnya.
Baca Juga: Anggota Bamus Antar Waktu Nagari Sungai Limau Dharmasraya Dilantik
Kendati demikian, pemerintah berkomitmen untuk tidak lengah. Hasto memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok sepanjang bulan Ramadan guna memastikan masyarakat dapat beribadah dan menyambut lebaran dengan tenang tanpa terbebani biaya hidup yang melonjak. (tnl)









