
Jakarta, Scientia.id – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa pesan yang beredar soal hibah dari Kerajaan Arab Saudi dengan skema 70 persen untuk kepentingan pribadi tidak benar (hoaks).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menyampaikan, informasi tersebut bukan bagian dari program resmi Kementerian Agama. Ia memastikan Kemenag tidak pernah menyalurkan bantuan yang bisa digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Saya tegaskan, tidak pernah ada program seperti yang beredar itu. Kementerian Agama tidak memiliki skema bantuan yang memberikan dana untuk kepentingan pribadi. Informasi tersebut tidak benar,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, seluruh bantuan keagamaan disalurkan melalui prosedur resmi, memiliki aturan yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan. Setiap program bantuan juga melalui proses verifikasi dan pelaporan, sehingga tidak ada pembagian dana dalam bentuk persentase untuk individu.
Abu Rokhmad juga menegaskan bahwa pencantuman namanya dalam pesan berantai tersebut merupakan penyalahgunaan identitas pejabat negara.
Kemenag mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran hibah yang menjanjikan dana besar tanpa prosedur yang jelas, apalagi jika disertai permintaan data pribadi atau sejumlah uang.
Masyarakat diminta untuk memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Kemenag dan tidak langsung menyebarkan pesan yang belum terverifikasi.
Baca Juga: HAB Kemenag RI ke-80 Kementerian Agama Memperkuat Kerukunan Umat di Kota Padang
Kemenag akan terus memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang menyesatkan serta mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media digital. (*)









