Rabu, 25/2/26 | 20:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

Rabu, 25/2/26 | 18:19 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan dan pengecer, Rabu (25/2/2026).

Sidak dilakukan di Pangkalan LPG 3 Kg Endiani di Jorong Sungai Salak, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, serta pengecer LPG 3 Kg Zuraida di Jorong Sungai Lomak, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.

Dalam sidak tersebut, Annisa Suci Ramadhani didampingi unsur kepolisian, pemerintah daerah, serta pihak Pertamina. Annisa menyampaikan bahwa sidak dilakukan menyusul aduan masyarakat terkait kelangkaan LPG subsidi dan adanya dugaan penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

BACAJUGA

Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Rabu, 25/2/26 | 17:07 WIB
Bupati Annisa Berbagi Bersama 100 Anak Yatim di Timpeh

Bupati Annisa Berbagi Bersama 100 Anak Yatim di Timpeh

Rabu, 25/2/26 | 13:12 WIB

“Kami melakukan razia bersama aparat dan Pertamina karena adanya laporan masyarakat tentang kelangkaan LPG serta harga jual yang melebihi HET, yakni di atas Rp17.000 per tabung,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan sejumlah pelanggaran distribusi. Salah satunya terkait pembelian LPG menggunakan KTP.

Sesuai aturan, satu KTP rumah tangga maksimal hanya diperbolehkan membeli empat tabung per bulan. Namun di lapangan ditemukan adanya pembelian lebih dari delapan tabung per KTP.

Selain itu, pangkalan diketahui menjual LPG ke pengecer melebihi batas yang ditentukan. Berdasarkan ketentuan, pangkalan hanya diperbolehkan menyalurkan maksimal 10 persen kuota kepada pengecer, sementara 90 persen wajib dijual langsung kepada konsumen akhir dengan menunjukkan KTP.

“Faktanya, ada pangkalan yang menjual hingga 50 persen ke pengecer. Ini menyebabkan rantai distribusi semakin panjang dan harga di tingkat konsumen menjadi mahal,” tegasnya.

Annisa menegaskan bahwa pasokan LPG untuk Dharmasraya sejatinya tidak mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya. Dengan jumlah populasi yang relatif stabil, kuota dinilai mencukupi. Namun demikian, ia tetap meminta tambahan kuota sebagai langkah antisipasi.

“Masalahnya bukan pada kuota, tetapi pada distribusi yang tidak sesuai aturan,” katanya.

Pemkab Dharmasraya berencana menindaklanjuti temuan tersebut dengan pemberian sanksi terhadap pangkalan yang terbukti melanggar.

Sementara itu, SBM Sumatera Barat IV Gas, Hilal Ahmad, menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi kepada pangkalan yang terbukti melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan.

“Kami akan menindak sesuai aturan yang berlaku, baik dari Pertamina maupun dari Kementerian ESDM. Sanksi akan ditentukan berdasarkan tingkat pelanggaran, apakah sedang atau berat,” ujarnya.

Jika ditemukan pelanggaran berat, sanksi pemutusan hubungan usaha (PHU) akan diberlakukan terhadap pangkalan terkait.

Hilal juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 300 pangkalan LPG 3 kilogram yang tersebar di berbagai kecamatan di Dharmasraya. Ia menegaskan bahwa distribusi LPG subsidi merupakan penugasan negara dan diaudit sesuai ketentuan.

Menurutnya, kelangkaan yang terjadi lebih disebabkan tingginya serapan di pangkalan, namun di sisi lain stok di tingkat pengecer dan pangkalan terpantau kosong. Ia juga meminta dukungan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak oknum yang menimbun LPG 3 kilogram untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

“Kami mendukung penuh jika ada penindakan terhadap pihak-pihak yang menimbun dan memperjualbelikan kembali dengan harga tinggi, karena ini juga merugikan Pertamina dan mitra sebagai penyalur barang bersubsidi,” tegasnya.

Di sela sidak, pengecer LPG 3 kilogram, Zuraida, mengaku membeli LPG dari pangkalan dengan harga Rp20.000 per tabung dan menjualnya kembali seharga Rp25.000.

Baca Juga: Perusahaan Bungkam, BKD Dharmasraya Buru Pajak Galian C PT TKA demi PAD

“Kami sebagai pedagang tentu mencari keuntungan dari harga beli di pangkalan,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap melalui sidak ini, distribusi LPG 3 kilogram di Dharmasraya dapat kembali tertib dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan LPG subsidi dengan harga sesuai ketentuan. (tnl)

Tags: DharmasrayaPemkab Dharmasraya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Berita Terkait

Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Rabu, 25/2/26 | 17:07 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Dharmasraya menggelar rapat bersama manajemen PT Tidar Kerinci Agung pada Jumat (19/2/2026)...

Bupati Annisa Berbagi Bersama 100 Anak Yatim di Timpeh

Bupati Annisa Berbagi Bersama 100 Anak Yatim di Timpeh

Rabu, 25/2/26 | 13:12 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, berbagi bersama 100 anak yatim Kecamatan Timpeh dalam kegiatan berbuka puasa yang...

Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya (Foto: Ist)

Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

Rabu, 25/2/26 | 11:31 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya (Foto: Ist) Dharmasraya, Scientia.id – Genap satu tahun duet Srikandi Kabupaten Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani...

Donizar Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Masjid Rahmatullah

Donizar Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Masjid Rahmatullah

Selasa, 24/2/26 | 22:02 WIB

Pasaman, Scientia - Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar, menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp50...

Larang Jual Takjil di Belakang Balok, Pemko Bukittinggi Dinilai Tak Adil

Larang Jual Takjil di Belakang Balok, Pemko Bukittinggi Dinilai Tak Adil

Selasa, 24/2/26 | 08:13 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Ketidakadilan atas kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dirasakan pedagang takjil yang menjual makanan untuk berbuka puasa di...

Bank Nagari Resmikan KCP Baso Agam

Bank Nagari Resmikan KCP Baso Agam

Senin, 23/2/26 | 17:17 WIB

Agam, Scientia.id - Dalam memudahkan pelayanan ke nasabah, Bank Nagari resmi membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) di daerah Baso, Kabupaten...

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024