
Padang, Scientia.id — Rektor Universitas Andalas (Unand) menggelar pertemuan dengan para alumni yang berkiprah sebagai pemimpin redaksi dan pemilik media di Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum diskusi strategis untuk menyerap masukan demi kemajuan Unand ke depan.
Dalam pertemuan itu, Rektor Universitas Andalas (Unand) Efa Yonnedi menyampaikan komitmennya untuk membuka ruang dialog dan menerima saran dari para alumni, khususnya yang bergerak di dunia media. Menurutnya, kontribusi alumni sangat penting dalam memperkuat kiprah dan eksistensi Unand di tingkat regional maupun nasional.
Pemimpin Redaksi Scientia.id, Rudi Antono (alumni FISIP Unand) mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan ini sebagai langkah positif dan terbilang langka karena baru pertama kali digelar dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara kampus dan alumni,” ujarnya.
Rudi juga mendorong agar Unand dapat lebih optimal memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, termasuk jejaring alumni di berbagai bidang. Ia berharap Unand di bawah kepemimpinan Rektor Efa Yonnedi dapat terus meningkatkan peran dan reputasinya.
“Kita berharap Unand terus meningkatkan kiprah dan eksistensinya, sehingga tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Sukri Umar, mantan Pemimpin Redaksi Pos Metro dan Harian Rakyat Sumbar, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan di tubuh Unand. Menurutnya, kampus perlu secara terbuka mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan untuk kemudian diperbaiki secara sistematis.
Ia juga menyoroti pentingnya konektivitas dan sinergi yang lebih kuat antara kampus dan alumni sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas institusi.
Hal senada disampaikan Arizal dari Harian Singgalang. Ia menilai perlu adanya dorongan bagi dosen-dosen Unand untuk lebih aktif menulis di media massa.
Baca Juga: 13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN
Arizal mengingatkan bahwa pada masa lalu terdapat insentif bagi dosen yang tulisannya dimuat di media. Kebijakan tersebut, menurutnya, layak dihidupkan kembali agar para dosen lebih bersemangat menulis dan gagasan akademik Unand dapat tersampaikan secara luas kepada publik.
Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel Pangeran, Jumat (20/2/2026), dan dihadiri lebih dari 30 alumni Unand yang saat ini memimpin berbagai media cetak maupun elektronik di Sumbar.(*)







