
Dharmasraya, Scientia.id — Warga Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, resah dengan polusi udara dan aroma tak sedap yang diduga bersumber dari limbah PT Dharmasraya Lestarindo (DL), Rabu (11/2/2026).
Tokoh Pemuda Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, menyampaikan keresahan masyarakat terkait polusi udara dan bau busuk diduga berasal dari limbah PT Dharmasraya Lestarindo (DL) yang berada di Nagari ini.
Menurutnya, bau tidak sedap tersebut telah lama dirasakan warga dan menimbulkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami dari masyarakat telah resah oleh bau busuk hasil dari limbah PT DL ini. Pemilik warung pun merasa dirugikan omzet pendapatan menurun banyak yang tidak belanja dan begitu juga ketika makan di rumah bau itu datang nasi pun tak termakan akibat bau limbah tersebut. Jadi bagaimana solusinya ini untuk kita bersama,” ungkapnya, Rabu (11/2/2026).
Ia mengatakan, bau limbah itu tercium menyengat baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat masyarakat merasa terganggu dan mempertanyakan penanganan yang dilakukan pihak terkait.
Jamaluddin menambahkan bahwa warga berharap ada perhatian serius dari instansi berwenang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya.
“Kami masyarakat bertanya kepada DLH Dharmasraya terkait hal ini, bagaimana tanggapannya,” ujarnya.
Ia berharap adanya langkah konkret untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Budi Waluyo, menganjurkan masyarakat agar menyampaikan pendapat atau keluhan terkait persoalan tersebut ke DLH Dharmasraya.
“Baru setelah itu kami dapat melakukan proses verifikasi data, apakah memang betul seperti yang dikeluhkan tersebut apa tidak,” ungkapnya.
Baca Juga: Pergi Berenang, Bocah di Dharmasraya Dilaporkan Meninggal
Jika memang terbukti, ditambahkan Budi, baru kemudian pihaknya dapat menentukan apa perusahaan ini bisa disangsi atau tidak. (tnl)








