Pasaman, Scientia – Suasana Jorong Kampung Hangus, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol, Pasaman, tampak berbeda pada Jumat pagi, (6/2). Sejak pagi, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi reses anggota DPRD Sumatera Barat, Fraksi PKB Donizar. Antusiasme masyarakat membuat kegiatan yang awalnya dibatasi undangan itu membludak.
Di bawah tenda sederhana yang didirikan di tengah kampung, warga duduk berbaur dengan niniak mamak, aparat nagari, kepala jorong, hingga Babinsa. Dialog berlangsung terbuka dan hangat. Berbagai usulan disampaikan langsung oleh masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah ibadah hingga pembangunan infrastruktur pertanian. Tepuk tangan dan canda tawa sesekali mewarnai jalannya reses.
Donizar, yang dikenal ramah dan humoris dengan jargon Politik Tanggung Jawab, tampak aktif menanggapi setiap aspirasi. Kehadirannya dinilai warga bukan sekadar formalitas agenda politik, melainkan ruang dialog yang nyata.
Kepala Jorong Kampung Hangus, Suhardi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung wakil rakyat di wilayahnya. Menurut dia, reses menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Donizar yang datang langsung ke jorong kami. Ini bentuk perhatian nyata kepada masyarakat, bukan sekadar janji,” kata Suhardi.
Hal senada disampaikan niniak mamak setempat, Datuak Rajo Tonggo. Ia menilai reses sebagai sarana menyatukan suara masyarakat adat dengan arah kebijakan pemerintah.
“Kami niniak mamak berharap aspirasi yang disampaikan hari ini benar-benar diperjuangkan. Kampung ini butuh sentuhan pembangunan, terutama untuk anak kemenakan kami,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Nagari Koto Kaciak Barat, Reza Fahlevi, bersama perangkat nagari, para niniak mamak, kepala jorong, dan Babinsa.
Menanggapi aspirasi warga, Donizar menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil kesepakatan reses. Ia memaparkan sejumlah keputusan konkret yang langsung disampaikan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita sepakat memberikan bantuan untuk Mushalla Al Huda Kampuang Ladang sebesar Rp20 juta. Selain itu, pembangunan jalan usaha tani Aia Laweh–Batu Hampa juga menjadi prioritas,” kata Donizar.
Ia juga mengungkapkan alokasi anggaran untuk pemberdayaan jorong di wilayah tersebut.
“Untuk empat jorong di kawasan ini, kita alokasikan anggaran Rp200 juta. Masing-masing jorong mendapatkan Rp50 juta. Ini hasil kesepakatan bersama dan akan kita kawal pelaksanaannya,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan warga.
Reses ditutup dengan doa bersama. Bagi warga Kampung Hangus, kegiatan itu bukan sekadar agenda politik tahunan, melainkan pertemuan yang memberi harapan baru dan ruang bertemu langsung dengan wakil rakyat sekaligus pintu menuju pembangunan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.(*)








