
Dharmasraya, Scientia.id — Anak pertama dari pasangan Afdal dan Elina yang berusia 16 bulan bernama Ayesha Amelia Azzahra, warga Jorong Pasar Baru, Nagari Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, mengalami sakit perut disertai diare berulang kali.
Kondisi tersebut diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan melalui kader Posyandu.
Menurut keterangan orang tua korban, Elina, gejala sakit perut dan diare mulai dialami anaknya setelah mengonsumsi MBG yang dibagikan tersebut.
“Menu yang dikonsumsi anak saya berupa paket mie jawa, timun, telur, dan buah salak pada hari Selasa siang, 3 Februari 2026,” ungkap Elina, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, setelah menyantap MBG tersebut Ayesha mengalami sakit perut dan diare berulang mulai dari sore sampai malamnya.
“Rabu pagi saya beli obat diare ke apotik,” tuturnya.
Elina menambahkan, seluruh biaya pengobatan yang dikeluarkan sementara ini menggunakan dana pribadi.
Saat ini kondisi Ayesha sudah mendingan merasakan sakitnya, namun masih menjalani perawatan di rumah.
Tak hanya anaknya, Elina juga mengaku mengalami gangguan kesehatan setelah mendampingi Ayesha berobat. Pada Rabu siang, 4 Februari 2026, ia merasakan pusing, mual, dan menggigil.
“Tadi pagi saya pergi berobat ke klinik Nurjinis dengan menggunakan klaim di tempat kerja suami. Karena saya belum ada KK Dharmasraya,” ujarnya.
Diketahui, Elina dan Ayesha Amelia Azzahra tercatat sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 12 Januari 2026. Elina terdaftar sebagai penerima manfaat dengan status ibu menyusui.
Baca Juga: Diduga Usai Terima MBG, Ibu Menyusui di Sungai Rumbai Alami Mual dan Diare
“Status saya sebagai ibu menyusui penerima manfaat program MBG tersebut di karenakan sering ke posyandu bersama anak. Kondisi saya saat ini masih mengalami pusing, mual, dan menggigil,” pungkasnya. (tnl)








