Senin, 26/1/26 | 20:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Konservasi Penyu Pariaman Terbengkalai, Kolam Kotor hingga Fasilitas Rusak

Senin, 26/1/26 | 18:50 WIB

Pariaman, Scientia – Kondisi lokasi konservasi penyu di Kota Pariaman memantik keprihatinan. Fasilitas yang semestinya menjadi garda depan perlindungan satwa dilindungi itu justru tampak terbengkalai, minim perawatan, dan jauh dari standar pengelolaan konservasi.

Pantauan Scientia.id di lapangan, Senin, (26/1) menunjukkan bangunan utama konservasi tidak terurus. Sampah dedaunan berserakan di berbagai sudut, sementara dasar sejumlah kolam terlihat kotor karena lama tidak dibersihkan. Lumut menutupi keramik kolam, menandakan perawatan yang nyaris absen.

Di area penangkaran yang berada di samping ruang karantina, terdapat enam kolam kecil dan dua kolam besar. Namun, seluruh kolam tersebut hanya diisi empat ekor penyu, tiga ekor berada di kolam kecil dan satu ekor di kolam besar. Kondisi kolam yang berlumut dan air yang tidak jernih memperburuk situasi satwa yang seharusnya dirawat secara intensif.

Kondisi serupa juga terlihat di lokasi hatchery. Dari total 12 kolam yang tersedia, hanya delapan kolam yang terisi, masing-masing satu ekor penyu. Sementara itu, area inkubasi telur penyu tampak sangat kotor. Pasir inkubasi dipenuhi dedaunan kering yang dibiarkan menumpuk.

BACAJUGA

No Content Available

Ironisnya, fasilitas penunjang pun tak luput dari pembiaran. Di ruang bangunan pakan, hanya terdapat beberapa freezer kosong yang dipenuhi kotoran dan mulai berkarat. Tidak terlihat stok pakan maupun sarana pendukung lain yang menandakan aktivitas pengelolaan berjalan normal.

Ruang galeri konservasi juga jauh dari kata layak. Ruangan tersebut tampak kotor dan berfungsi layaknya gudang. Di dalamnya hanya terdapat fiber penyimpanan ikan berisi pasir, mesin pemotong rumput, serta sejumlah peralatan lain yang tidak jelas peruntukannya. Kondisi bangunan pun mengkhawatirkan. Loteng atap galeri terlihat rapuh, dengan pelapis atap yang sudah menggantung dan berpotensi membahayakan.

Di luar bangunan, halaman kawasan konservasi pun tidak luput dari pembiaran. Rumput taman tidak terawat dan dedaunan kering menutupi hampir seluruh area, mempertegas kesan bahwa kawasan ini luput dari perhatian pengelola.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konservasi satwa dilindungi. Di tengah gencarnya kampanye pelestarian lingkungan, potret konservasi penyu di Kota Pariaman justru menunjukkan paradoks antara slogan dan kenyataan di lapangan.(yrp)

Tags: Dinas Kelautan dan Perikanan SumbarKonservasi penyu Kota Pariaman
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali Kota Padang Tinjau Bendungan Gunung Nago Percepatan Penanganan Kekeringan Air

Berita Sesudah

Peran Perempuan yang Kian Kompleks di 2026, Jadi Harus Bagaimana?

Berita Terkait

Rapat Persiapan Huntara di Sumbar, Pemkab Solok Dukung Percepatan

Rapat Persiapan Huntara di Sumbar, Pemkab Solok Dukung Percepatan

Senin, 26/1/26 | 19:43 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Pemerintah Kabupaten Solok mengikuti Rapat Persiapan Peresmian Hunian Sementara (Huntara) di Provinsi Sumatera Barat  (Sumbar) yang...

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pengerjaan pengerukan sedimen di kawasan Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Senin (26/1/2026).

Wali Kota Padang Tinjau Bendungan Gunung Nago Percepatan Penanganan Kekeringan Air

Senin, 26/1/26 | 17:14 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pengerjaan pengerukan sedimen di kawasan Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Senin (26/1/2026). PADANG, Scientia----...

Wali Kota Padang Fadly Amran, hadiri peresmian sekaligus penyerahan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (HUNSELA) bagi warga terdampak banjir bandang di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Senin (26/1/2026).

Wali Kota Padang Serahkan Kunci Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana Banjir

Senin, 26/1/26 | 17:02 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran, hadiri peresmian sekaligus penyerahan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (HUNSELA) bagi warga terdampak banjir...

Peringatan HGN, Mahyeldi Tekankan Gizi Seimbang sebagai Fondasi Generasi Emas 2045

Peringatan HGN, Mahyeldi Tekankan Gizi Seimbang sebagai Fondasi Generasi Emas 2045

Minggu, 25/1/26 | 22:03 WIB

Padang, Scientia - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang dan pola makan...

Ratusan Pelari Ramaikan Talao Beach Run 2026 di Pariaman

Ratusan Pelari Ramaikan Talao Beach Run 2026 di Pariaman

Minggu, 25/1/26 | 14:20 WIB

Pariaman, Scientia.id - Ajang Talao Beach Run 2026 menjadi penanda kebangkitan aktivitas pariwisata dan olahraga di Kota Pariaman pascabencana hidrometeorologi....

Baralek Literasi, Taufiq Ismail Ajak Setiap Generasi Membaca

Baralek Literasi, Taufiq Ismail Ajak Setiap Generasi Membaca

Minggu, 25/1/26 | 12:06 WIB

Tanah Datar, Scientia - Sastrawan Nasional, Taufiq Ismail ajak semua generasi untuk membaca buku, baik yang tua apalagi mereka yang...

Berita Sesudah
Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Peran Perempuan yang Kian Kompleks di 2026, Jadi Harus Bagaimana?

POPULER

  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi Dharmasraya, Dua Lainnya Buron

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awas! Ketergantungan ChatGPT Turunkan Kemampuan Berpikir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konservasi Penyu Pariaman Terbengkalai, Kolam Kotor hingga Fasilitas Rusak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024