![Anggota DPRD Padang, Fraksi PKB, Zalmadi.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/12/1696246664_38a032ab-bb3c-499d-99dd-4ef5ec21ce42.jpeg)
Material lumpur dan batu yang hampir setinggi tebing sungai tersebut dibiarkan menumpuk tanpa pengerukan. Akibatnya, hujan yang turun pada Senin (22/12) membuat air melimpah ke permukiman dan sawah warga, memicu kekhawatiran akan banjir susulan yang lebih besar.
Ketidakseriusan Pemerintah Kota Padang dalam mengantisipasi kondisi ini menuai sorotan dari Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKB, Zalmadi. Ia mengaku telah menerima banyak laporan dan keluhan dari masyarakat Bukit Lagan terkait potensi banjir susulan sejak material banjir tidak segera dibersihkan.
“Sejak masyarakat menyampaikan keluhannya, saya sudah mendesak Dinas PUPR untuk mendatangkan alat berat. Saya sangat memahami keresahan warga karena rumah dan persawahan mereka berada dalam ancaman,” ujar Zalmadi.
Namun, menurutnya, kekhawatiran warga akhirnya benar-benar terjadi. Air meluap dan merendam rumah serta sawah tepat di akhir masa tanggap darurat.
“Saya sedikit pun tidak menginginkan ini terjadi. Kerugian warga adalah kerugian saudara kita sendiri. Seharusnya bisa diantisipasi agar tidak sampai menimbulkan korban,” tegasnya.
Zalmadi menilai penanganan pascabencana yang lamban berpotensi memperparah dampak jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun. Oleh karena itu, ia kembali mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan dengan mendatangkan alat berat.
“Atas nama lembaga legislatif, saya sudah mendesak dinas terkait agar secepatnya melakukan penanganan pascabencana banjir ini,” katanya.
Ia juga mengungkapkan telah menyampaikan langsung kondisi tersebut kepada Wali Kota Padang melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, Wali Kota merespons dengan cepat, meski pelaksanaan di lapangan masih harus dibuktikan.
“Alhamdulillah, beliau merespons cepat. Tapi soal implementasi dan gerak cepat di lapangan, kita tunggu dan lihat bersama masyarakat,” ujar Zalmadi.
Lebih lanjut, Zalmadi memastikan dirinya akan terus berupaya mencari solusi dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian.
“Ini murni masalah kemanusiaan. Saya tidak pernah pilih kasih. Semua upaya sudah saya lakukan agar kondisi Bukit Lagan yang membahayakan ini bisa segera ditangani,” tuturnya.
Ia berharap curah hujan tidak terlalu tinggi sebelum alat berat atau alat mini tiba di lokasi untuk melakukan pengerukan sungai dan perbaikan saluran air.
“Saya yakin Wali Kota Padang akan cepat tanggap sebelum kondisi yang lebih runyam benar-benar dialami warga Bukit Lagan,” pungkasnya.(yrp)
![Anggota DPRD Padang, Fraksi PKB, Zalmadi.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/12/1696246664_38a032ab-bb3c-499d-99dd-4ef5ec21ce42-120x86.jpeg)







