
Padang, SCIENTIA – Fenomena banyaknya tamatan perguruan tinggi, baik S1, S2, dan S3 yang masih menganggur menjadi tantangan baru sekaligus persoalan di Tanah Air saat ini. Persoalan daya saing tamatan, relevansi kompetensi, serta kemampuan bertahan di tengah disrupsi menjadi isu utama yang sulit dihindari.
Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Krismadinata menegaskan, tamatan perguruan tinggi saat ini tidak lagi soal capaian akademik semata, melainkan juga kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan cepat akibat disrupsi teknologi, krisis iklim, dan dinamika sosial ekonomi global.
“Ketidakpastian dunia kerja jangan dijadikan batu sandungan tapi tetap kreatif membaca peluang, kapan perlu cari peluang kerja ke tempat lain atau ke luar negeri,” kata Rektor UNP itu usai prosesi wisuda ke 141 pada Minggu, (14/12).
Menurutnya, ketidakpastian yang dihadapi generasi muda justru harus dimaknai sebagai ruang pembelajaran sekaligus lulusan harus bisa menciptakan peluang kerja sendiri setelah lulus. Dunia kerja, tidak lagi hanya menilai angka indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi menuntut kontribusi nyata dan solusi atas persoalan yang ada di masyarakat.
Ia juga menyinggung keragaman latar belakang dan karakter tamatan UNP yang menjadi kekuatan tersendiri. Mulai dari tamatan berprestasi akademik, aktivis organisasi, inovator kreatif, hingga mereka yang menempa diri melalui keterbatasan ekonomi dan sosial, seluruhnya memiliki potensi yang sama untuk berhasil.
“Namun demikian, potensi tersebut, tidak akan bermakna tanpa integritas, ketekunan, dan keberanian mengambil keputusan. Ketiga hal itu menjadi persoalan mendasar yang kerap dihadapi tamatan baru ketika berhadapan dengan realitas kehidupan di luar kampus,” ujarnya.
Untuk diketahui, wisuda periode ke 141 ini dilaksanakan secara hybrid yang mencerminkan tantangan institusi pendidikan tinggi dalam menjaga keberlanjutan akademik di tengah situasi krisis. Terlebih lagi wisuda merupakan momentum sakral bagi lulusan, namun kampus dituntut peka terhadap kondisi sosial dilanda bencana.
“Wisuda kali ini UNP mewisuda 1.562 orang lulusan, dengan sistem hybrid (campuran), sebab beberapa keluarga UNP juga terdampak bencana alam,” tuturnya.*









