![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761.png)
Data tersebut merupakan update resmi Pusdalops PB BPBD Sumatera Barat per 29 November 2025 pukul 24.00 WIB. Dari data tersebut tercatat sebanyak 126 korban yang meninggal dunia dan 86 orang belum ditemukan atau hilang.
Untuk jumlah korban jiwa meninggal dunia tersebar di 7 kabupaten dan kota dari 16 daerah yang terdampak. Yakni, 8 orang di Kabupaten Padang Pariaman, 87 orang di Kabupaten Agam, 10 orang di Kota Padang, 1 orang di Kota Solok, 2 orang di Kabupaten Tanah Datar, 17 orang di Kota Padang Panjang dan 1 orang di Kabupaten Pasaman Barat.
Selain itu, 86 orang masih dinyatakan hilang, yaitu 2 orang di Padang Pariaman, 76 orang di Agam, 1 orang di Tanah Datar, 1 orang di Pesisir Selatan dan 6 orang di Pasaman Barat. Sementara juga terdapat korban mengalami luka – luka sebanyak 13 orang.
Bencana besar ini telah memaksa 110.981 jiwa mengungsi dari total 119.018 jiwa terdampak. Tercatat sebanyak 32.265 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal atau mengalami gangguan akibat banjir, longsor, dan galodo.
Tidak hanya itu, BPBD Sumbar melaporkan kerusakan yang cukup parah, meliputi 152 rumah rusak berat, 358 rumah rusak sedang, 499 rumah rusak ringan, 24.882 rumah terendam dan 27 rumah hanyut.
Kerusakan lain juga melanda berbagai fasilitas vital masyarakat, yaitu 110 sarana pendidikan, 11 sarana kesehatan, 57 tempat ibadah, 13 perkantoran, 6 kios, 48 jaringan irigasi, 3 penguat tebing sungai, 44 jembatan, 1.483 meter jalan dan 1,1 km talud jalan
Dampak pada sektor pertanian dan peternakan pun cukup besar yaitu 78 ekor sapi dan 35 kambing mati, 960 unggas terdampak, 2.072 hektare sawah rusak, 10.480 hektare kolam dan tambak ikan terdampak, 114 hektare ladang rusak, 1.776 hektare lahan pertanian terdampak.
Sementara itu, pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat melalui Keputusan Gubernur Nomor 360-761-2025, berlaku selama 14 hari, mulai 25 November hingga 8 Desember 2025.
Arry Yuswandi menegaskan bahwa data ini diperbarui secara berkala dan dapat berubah sesuai laporan dari kabupaten dan kota terdampak. BPBD terus memonitor perkembangan di lapangan.
“Acuan tetap data yang diinfokan oleh Pusdalops,” ujarnya dalam pesan singkat kepada Scientia.(yrp)
![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008-120x86.jpg)

![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008-350x250.jpg)
![Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang tertutup material. Sabtu malam, (30/11).[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251129-WA0047-350x250.jpg)


![Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf,[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-11-29-22-38-39-34_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e72-350x250.jpg)


![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)