
Padang, Scientia.id – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus menanggapi dugaan kasus narkoba yang menyeret seorang oknum polisi di jajaran polres Padang Panjang. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh ditutup-tutupi, mengingat aparat penegak hukum seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas narkoba, bukan justru terlibat di dalamnya.
“Kalau benar ada oknum polisi yang terlibat narkoba, ini pukulan telak bagi institusi kepolisian. Penanganannya harus transparan, jangan sampai ada kesan dilindungi hanya karena pelaku adalah aparat,” kata Firdaus pada Scientia.id, Minggu (31/8).
Menurut Firdaus, publik menaruh harapan besar kepada kepolisian untuk menjadi teladan. Oleh sebab itu, bila ada oknum yang mencederai kepercayaan tersebut, maka proses hukum wajib ditegakkan secara adil.
“Jangan ada istilah tebang pilih. Polisi yang terlibat narkoba harus diproses hukum layaknya masyarakat sipil, bahkan hukumannya sebaliknya lebih berat karena mereka tahu aturan,” tambah Firdaus.
Firdaus diduga mengingatkan bahwa kasus ini bisa menjadi preseden buruk bagi Citra Polri di mata masyarakat jika tidak ditangani secara serius. Ia berharap kepada sumber segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi liar.
Baca Juga: Ketua PKB Sumbar Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Tewaskan Ojol
“Kita ingin melihat langkah tegas dan kepolisian. Kalau terbukti, pacar oknumnya dan proses secara hukum. Itu cara terbaik untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tutup Firdaus. (Tmi)





