Senin, 02/3/26 | 22:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Bahasa dalam Pandangan Linguistik Fungsional Sistemik

Minggu, 31/8/25 | 14:37 WIB
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan
Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)

Linguistik fungsional sistemik (LFS) merupakan konsep yang melihat bahasa dari segi fungsinya. LFS mulai berkembang sejak tahun 1960-an awal dan diperkenalkan oleh Michael Alexander Kirkwood (M.A.K) Halliday, ahli linguistik berkebangsaan Inggris. Halliday mendedikasikan hampir sepanjang hidupnya untuk mengembangkan LFS bersama istrinya, Ruqaiya Hasan. Ia dilahirkan pada tahun 1925 di Leeds Inggris dan meninggal di Sidney, Australia pada tahun 2018. Demikian sedikit sejarah tentang Halliday.

Halliday menjelaskan bahwa konsep “sistemik” merujuk kepada bentuk-bentuk bahasa dalam berkomunikasi, pilihan klausa sebagai penentu komunikasi, jenis klausa yang digunakan,  deklaratif, indikatif, aktif, atau pasif. Konsep “fungsional” dalam LFS merujuk kepada keberadaan bahasa yang ditentukan oleh konteks penggunaanya dan bentuk-bentuk bahasa yang mengemban fungsi tertentu di dalam  teks atau wacana.

LFS sebagai konsep linguistik yang bersistem mempersoalkan teks dan tata cara pemilihan bentuk-bentuk bahasa yang terikat pada konteks (Wiratno, 2018). Ketika seseorang berbicara atau menulis, mereka sedang menghasilkan sebuah teks dan istilah teks merujuk pada segala bentuk bahasa dalam semua medium yang mempunyai makna bagi seseorang yang mengetahui maknanya (Halliday & Matthiessen, 2008). Dengan demikian, teks atau wacana dapat dimaknai sebagai bahasa yang memiliki sistem dan memiliki fungsi yang ditentukan oleh konteksnya.

Dalam perkembangannya, LFS menjelma sebagai pendekatan kebahasaan yang dinamis. LFS mengalami perubahan sejalan dengan lingkungan tempat penggunaannya. LFS menjadi pendekatan yang stabil sejak pertama digunakan pada tahun 1960-an dan masih tetap stabil hingga sekarang meskipun juga terus mengalami perkembangan/perubahan. LFS menjadi sistem yang terbuka saat mengalami perubahan. Fakta menunjukkan bahwa LFS merupakan sistem kebahasaan yang dinamis dan terbuka adalah ide dan arah gagasan baru yang dinyatakan oleh para pengikut LFS. Ide ini juga berasal dari situasi kontak metalinguistik pada banyak lingkungan yang berbeda sejak LFS mulai digunakan pada tahun 1960-an hingga kini (Halliday dan Webster, 2009).

BACAJUGA

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H, di Musala Al-Kautsar, Komplek Bukit Belimbing Indah – Villa Mahameru Indah, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Minggu (1/3/2026).

Wali Kota Padang Fadli Amran Tinjau Pesantren Ramadhan di Mushala Al Kautsar Kuranji

Senin, 02/3/26 | 11:19 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi, pelaksanaan Bazar Mom’s BBI (Persatuan Ibu-ibu Bukit Belimbing Indah) yang digelar di Jalur Dua Gerbang Utama Perumahan BBI, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Minggu (1/3/2026).

Wali Kota Padang Fadli Amran Apresiasi Pelaksanaan Bazar Mom’s BBi

Senin, 02/3/26 | 10:54 WIB

Fenomena serupa dieksplorasi oleh para sarjana yang menggunakan metabahasa berbeda atau kerangka kerja teoretis, misalnya LFS digunakan untuk mempelajari dan memodelkan pembelajaran, seperti contoh yang ada di Indonesia. LFS digunakan untuk menyusun kurikulum pembelajaran berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia pada Kurikulum 2004 dan 2013 di Indonesia. Fakta ini menunjukkan kerja yang dilakukan para ahli linguistik fungsional sistemik dengan menarik gagasan Bruner tentang perancah yang dikembangkan dalam psikologi kognitif sejak 1950-an (Unsworth, 1997; Painter, 1999; Gibbons, 2002; Martin & Rose, 2005) dalam (Halliday, 1993).

Dalam penyelidikan yang sifat bahasa probabilistik, ahli linguistik fungsional sistemik tertarik pada teori informasi, seperti yang dikembangkan oleh Claude Shannon dan lainnya sejak tahun 1940-an (Ayomi, 2001). Dalam memodelkan linguistik fungsional sistemik sebagai metabahasa, ahli linguistik fungsional sistemik telah menggunakan karya Ron Brachman tentang pengetahuan representasi pada tahun 1970-an (Matthiessen & Nesbitt, 1996; Halliday & Matthiessen, 1999; Teich, 1999, Ayomi, 2021). Jadi, LSF dapat disimpulkan sebagai salah satu pendekatan linguistik yang sudah mencapai kemapanan dalam perkembangannya dan masih tetap mapan hingga saat ini.

LFS juga menyatakan bahwa bahasa Adalah sistem semiotika sosial. LFS locates language, in its turn, as one among a wider class of systems called “semiotic” systems — systems of meaning. The opposition here is that between semiotic and material: systems of meaning and systems of matter (Halliday dan Webster, 2009). Artinya, LFS disebut sebagai teori yang mampu menempatkan bahasa yang pada fungsinya sebagai salah satu di antara kelas sistem yang lebih luas yang disebut dengan sistem semiotik–sistem makna. Oposisi antara semiotika dan materi adalah sistem makna dan sistem materi.

Dalam pandangan LFS bahasa memiliki sifat sebagai sistem semogenik atau sistem yang menciptakan makna. Sebaliknya, arti potensi suatu bahasa bersifat terbuka adalah bahwa bahasa selalu menciptakan makna baru dari produktivitasnya. Ketika menyebut bahasa sebagai sistem semiotik, istilah “sistem” di sini adalah singkatan dari “sistem & proses”. Dengan kata lain, bahasa mencakup kedua potensi makna dan tindakan makna yang menghidupkan potensi tersebut. Contohnya dapat dianalogikan pada musik. Musik adalah sistem semiotik dan musikologi yang berkaitan tidak hanya dengan kemungkinan komposisi melodi dan harmonik, tetapi juga dengan produksi dan penerimaan teks musik. dalam analisis terhadap bahasa, LSF mencakup tiga fungsi yang dikenal dengan metafungsi.

Metafungsi terdiri atas fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. Fungsi ideasional adalah fungsi yang merepresentasikan pengalaman dunia penulis teks. Fungsi interpersonal adalah fungsi yang merepresentasikan bagaimana bahasa digunakan dalam interaksi sosial. Fungsi tekstual adalah fungsi yang merepresentasikan relasi atau hubungan antarunsur bahasa dalam membentuk kohesi (kesatuan) dan koherensi (kepaduan) sebuah teks atau wacana. Selain itu, LFS juga dapat membicarakan leksikogramatika teks yang meliputi morfologi dan sintaksis serta konteks sosial budaya dari fenomena kebahasaan. Konteks sosial budaya berkaitan dengan bagaimana bahasa memberikan makna pada sebuah teks yang dilihat melalui konsep medan (topik/tema), tenor (hubungan antarpartisipan), dan modus (bentuk komunikasi yang digunakan).

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan mengapa LFS dapat disebut sebagai pendekatan atau teori yang mapan dan dinamis. Hal itu disebabkan oleh luasnya cakupan dalam analisis kebahasaan. Demikian bahasa dalam pandangan LFS yang diharapkan dapat membukakan perspektif lain bagi para peneliti dan praktisi bahasa yang akan menggunakannya.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menghindari Sifat Benalu

Berita Sesudah

Ucapan Dinilai Lukai Rakyat, NasDem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Setelah kapitil, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan definisi...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Bon atau Bien? Dua Kata yang Sering Tertukar, tetapi Tidak Pernah Sama

Minggu, 01/2/26 | 14:54 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Bon dan bien adalah dua kosakata dalam bahasa Prancis yang...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah...

Berita Sesudah
Ucapan Dinilai Lukai Rakyat, NasDem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR

Ucapan Dinilai Lukai Rakyat, NasDem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR

POPULER

  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Orang Tewas di Konsesi PT Bina, Warga Desak Disnaker Evaluasi Standar K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024