Sabtu, 17/1/26 | 01:35 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Hobi Makan Mi Campur Nasi? Awas! ini Bahaya Jangka Panjangnya

Senin, 18/8/25 | 13:32 WIB

Jakarta, Scientia.id – Mencampur mi dengan nasi sering dianggap cara praktis untuk membuat perut kenyang lebih lama. Kebiasaan ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, karena dua sumber karbohidrat tersebut mudah didapat dan terasa mengenyangkan.

Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa konsumsi mi dan nasi bersamaan bukan pilihan terbaik jika dilakukan terlalu sering. Pasalnya, pola makan seperti ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan zat gizi yang berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Menurut Dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, kombinasi mi dan nasi membuat asupan karbohidrat melonjak signifikan, sementara protein dan lemak sehat menjadi jauh berkurang. “Jika sering dilakukan, risikonya bisa muncul berbagai masalah metabolik,” ujarnya, dikutip dari laman resmi IPB University, Senin (18/8/2025).

BACAJUGA

Peneliti Temukan Buah Paling Sehat di Dunia, Ini Jawabannya

8 Buah yang Baik untuk Ginjal, Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Jumat, 09/1/26 | 19:10 WIB
Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB

Rosyda mencontohkan, bila seseorang mengonsumsi 150 gram nasi ditambah 100 gram mi, maka total energi yang masuk sekitar 401 kkal. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen energi berasal dari karbohidrat (82 gram), sedangkan protein hanya 7 gram dan lemak sekitar 2 gram. Kondisi ini jelas tidak sesuai dengan anjuran gizi seimbang.

Risiko kesehatan yang mengintai

Menurut Rosyda, kebiasaan makan mi dengan nasi dalam jangka panjang bisa memicu sejumlah masalah metabolik, antara lain obesitas, resistensi insulin, dislipidemia, hingga inflamasi kronis.

Hal ini berkaitan dengan sifat nasi putih dan mi instan yang mengandung karbohidrat sederhana dengan indeks glikemik tinggi. Jika sering dikonsumsi, gula darah akan mudah melonjak dan turun drastis, membuat tubuh lebih cepat lapar.

Ia juga menambahkan, kurangnya asupan protein dan lemak sehat dapat mengganggu produksi hormon pengatur nafsu makan, seperti leptin dan peptida YY. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lapar, sehingga konsumsi kalori berlebih tidak terhindarkan.

Saran menu pengganti

Untuk mengurangi risiko, Rosyda menyarankan masyarakat mengatur ulang komposisi makanan. Misalnya, setengah porsi nasi ditambah lauk hewani atau nabati serta sayur. Bisa juga mengganti karbohidrat dengan sumber lain seperti ubi rebus yang dipadukan dengan telur, kacang-kacangan, atau sayuran.

Alternatif lain adalah menggunakan bahan rendah karbohidrat, seperti mi shirataki, kemudian ditambahkan sumber protein dan sayuran segar. Dengan begitu, kebutuhan gizi lebih seimbang dan tubuh tetap mendapat rasa kenyang tanpa kelebihan karbohidrat.

Baca Juga: 5 Makanan untuk Kesehatan Otak agar Terhindar dari Pikun

“Intinya, jangan biarkan karbohidrat mengambil porsi lebih dari seperempat isi piring. Lengkapi dengan protein, lemak sehat, serat dari sayur, serta buah-buahan agar tubuh tetap bugar,” tegas Rosyda. (*)

Tags: Tips Kesehatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gowes Merah Putih 80 KM, Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Satukan Semangat Kemerdekaan

Berita Sesudah

Semarak HUT RI ke-80 di Kuranji, Zalmadi Bacakan Teks Proklamasi

Berita Terkait

Peneliti Temukan Buah Paling Sehat di Dunia, Ini Jawabannya

8 Buah yang Baik untuk Ginjal, Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Jumat, 09/1/26 | 19:10 WIB

Padang, Scientia.id - Ginjal bekerja tanpa henti menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Agar fungsinya tetap optimal, asupan...

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kebiasaan orang saat bangun tidur memang berbeda-beda. Ada yang langsung mencari segelas air dingin untuk memulai hari...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Jalan 5.000 Langkah Sehari Bisa Lambatkan Risiko Alzheimer

Jumat, 07/11/25 | 19:08 WIB

Jakarta, Scientia.id - Penyakit Alzheimer menjadi momok bagi banyak orang seiring bertambahnya usia. Gangguan ini perlahan memengaruhi daya ingat, kemampuan...

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Rabu, 05/11/25 | 06:11 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kisah seorang remaja 17 tahun yang dikabarkan menderita asam urat setelah sering tidur dengan kipas angin sedang...

Harga Cabai Merah Tembus Rp100 Ribu Per Kilo di Dharmasraya

Makan Cabai Bisa Picu Kanker Lambung dan Usus, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Kamis, 30/10/25 | 05:26 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pedasnya cabai memang menggugah selera, tapi di balik kenikmatannya tersimpan risiko yang tak bisa diabaikan. Di Indonesia,...

Golongan Darah O Disebut Punya Perlindungan Alami terhadap Serangan Jantung

Golongan Darah O Disebut Punya Perlindungan Alami terhadap Serangan Jantung

Rabu, 22/10/25 | 10:06 WIB

Jakarta, Scientia.id - Bukan hanya gaya hidup dan pola makan, golongan darah ternyata juga memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit jantung....

Berita Sesudah
Anggota DPRD Padang, Zalmadi.[foto : ist]

Semarak HUT RI ke-80 di Kuranji, Zalmadi Bacakan Teks Proklamasi

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024