Rabu, 04/3/26 | 15:43 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Hobi Makan Mi Campur Nasi? Awas! ini Bahaya Jangka Panjangnya

Senin, 18/8/25 | 13:32 WIB
Hobi Makan Mi Campur Nasi? Awas! ini Bahaya Jangka Panjangnya

Jakarta, Scientia.id – Mencampur mi dengan nasi sering dianggap cara praktis untuk membuat perut kenyang lebih lama. Kebiasaan ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, karena dua sumber karbohidrat tersebut mudah didapat dan terasa mengenyangkan.

Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa konsumsi mi dan nasi bersamaan bukan pilihan terbaik jika dilakukan terlalu sering. Pasalnya, pola makan seperti ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan zat gizi yang berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Menurut Dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, kombinasi mi dan nasi membuat asupan karbohidrat melonjak signifikan, sementara protein dan lemak sehat menjadi jauh berkurang. “Jika sering dilakukan, risikonya bisa muncul berbagai masalah metabolik,” ujarnya, dikutip dari laman resmi IPB University, Senin (18/8/2025).

BACAJUGA

Perut Buncit (Foto: Ist)

Hempas Mudah Perut Buncit, Ini Caranya

Rabu, 04/2/26 | 15:29 WIB
Peneliti Temukan Buah Paling Sehat di Dunia, Ini Jawabannya

8 Buah yang Baik untuk Ginjal, Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Jumat, 09/1/26 | 19:10 WIB

Rosyda mencontohkan, bila seseorang mengonsumsi 150 gram nasi ditambah 100 gram mi, maka total energi yang masuk sekitar 401 kkal. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen energi berasal dari karbohidrat (82 gram), sedangkan protein hanya 7 gram dan lemak sekitar 2 gram. Kondisi ini jelas tidak sesuai dengan anjuran gizi seimbang.

Risiko kesehatan yang mengintai

Menurut Rosyda, kebiasaan makan mi dengan nasi dalam jangka panjang bisa memicu sejumlah masalah metabolik, antara lain obesitas, resistensi insulin, dislipidemia, hingga inflamasi kronis.

Hal ini berkaitan dengan sifat nasi putih dan mi instan yang mengandung karbohidrat sederhana dengan indeks glikemik tinggi. Jika sering dikonsumsi, gula darah akan mudah melonjak dan turun drastis, membuat tubuh lebih cepat lapar.

Ia juga menambahkan, kurangnya asupan protein dan lemak sehat dapat mengganggu produksi hormon pengatur nafsu makan, seperti leptin dan peptida YY. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lapar, sehingga konsumsi kalori berlebih tidak terhindarkan.

Saran menu pengganti

Untuk mengurangi risiko, Rosyda menyarankan masyarakat mengatur ulang komposisi makanan. Misalnya, setengah porsi nasi ditambah lauk hewani atau nabati serta sayur. Bisa juga mengganti karbohidrat dengan sumber lain seperti ubi rebus yang dipadukan dengan telur, kacang-kacangan, atau sayuran.

Alternatif lain adalah menggunakan bahan rendah karbohidrat, seperti mi shirataki, kemudian ditambahkan sumber protein dan sayuran segar. Dengan begitu, kebutuhan gizi lebih seimbang dan tubuh tetap mendapat rasa kenyang tanpa kelebihan karbohidrat.

Baca Juga: 5 Makanan untuk Kesehatan Otak agar Terhindar dari Pikun

“Intinya, jangan biarkan karbohidrat mengambil porsi lebih dari seperempat isi piring. Lengkapi dengan protein, lemak sehat, serat dari sayur, serta buah-buahan agar tubuh tetap bugar,” tegas Rosyda. (*)

Tags: Tips Kesehatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gowes Merah Putih 80 KM, Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Satukan Semangat Kemerdekaan

Berita Sesudah

Semarak HUT RI ke-80 di Kuranji, Zalmadi Bacakan Teks Proklamasi

Berita Terkait

Kebanyakan Minum Air Putih Merusak Ginjal? ini Kata Pakar Kesehatan

Awas! Kurang Minum Saat Puasa Bisa Ganggu Kesehatan

Sabtu, 28/2/26 | 11:12 WIB

water from jug pouring into glass on wooden table outdoors Jakarta, Scientia.id - Kurang minum air saat puasa bisa berdampak...

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kamis, 05/2/26 | 13:59 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kasus kanker kolorektal yang kian banyak menyerang usia muda kini mendapat sorotan baru dari dunia medis. Pola...

Perut Buncit (Foto: Ist)

Hempas Mudah Perut Buncit, Ini Caranya

Rabu, 04/2/26 | 15:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Lemak yang menumpuk di perut tidak selalu terlihat dari luar. Justru lemak yang tersembunyi di sekitar organ...

Chat GPT

Awas! Ketergantungan ChatGPT Turunkan Kemampuan Berpikir

Minggu, 25/1/26 | 10:15 WIB

Padang, Scientia.id - Chatbot AI seperti ChatGPT dan Gemini kini makin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sejumlah penelitian memperingatkan dampaknya...

Peneliti Temukan Buah Paling Sehat di Dunia, Ini Jawabannya

8 Buah yang Baik untuk Ginjal, Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Jumat, 09/1/26 | 19:10 WIB

Padang, Scientia.id - Ginjal bekerja tanpa henti menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Agar fungsinya tetap optimal, asupan...

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kebiasaan orang saat bangun tidur memang berbeda-beda. Ada yang langsung mencari segelas air dingin untuk memulai hari...

Berita Sesudah
Anggota DPRD Padang, Zalmadi.[foto : ist]

Semarak HUT RI ke-80 di Kuranji, Zalmadi Bacakan Teks Proklamasi

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Puasa Bersama Golkar Sumbar, Khairunnas Tekankan Soliditas Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Fadli Amran Lantik Empat Pimpinan Tinggi Pratama dan 50 Kepsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Metafora dalam Puisi-puisi Sanusi Pane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Peranakan Tionghoa dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024