Minggu, 30/11/25 | 21:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

AJI Padang Imbau Media Tidak Gunakan Judul Sensasional dalam Pemberitaan Perusakan Rumah Doa

Kamis, 31/7/25 | 08:20 WIB

Padang, Scientia.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengeluarkan imbauan kepada seluruh media dan jurnalis agar berhati-hati dalam memberitakan kasus kerusakan memang doa jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang yang terjadi pada Minggu (27/7).

Imbauan itu disampaikan menyusul maraknya penderitaan sejumlah media yang dinilai menggunakan judul sensasional dan diksi yang tendensius. Dalam pernyataan resminya, Ketua AJI Padang, Novia Harlina menegaskan bahwa media harus menghindari penggunaan istilah atau narasi yang dapat memperkeruh suasana dan memicu ketegangan baru.

“Ada media yang menggunakan rasa seperti ‘perang antar agama’ dampak konfirmasi yang jelas yang tidak melibatkan narasumber primer. Ini tentu sangat membahayakan karena bisa menurut konflik horizontal,” kata Novia, Selasa (29/7).

BACAJUGA

No Content Available

Novia meningkatkan bahwa dalam situasi yang sensitif seperti ini, jurnalis harus tetap berpegang teguh saja Kode Etik Jurnalistik. Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang dan tidak menghakimi.

“Jamalu bukan hanya bertugas menyampaikan fakta, tetapi juga harus menjalankan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai karena ingin mengejar klik, kita malah menyebarkan keresahan dan diskriminasi,” ujar Novia.

Dalam pernyataan yang sama, AJI Padang merujuk pada pasal 3 dan pasal 8 Kode Etik Jurnalistik. Pasal 3 mewajibkan wartawan untuk menguji informasi, memberitakan secara berimbang, serta tidak mencampuradukkan fakta dengan opini yang menghakimi. Sedangkan pasal 8 melarang penulisan atau penyerahan berita berdasarkan prasangka dan diskriminasi, termasuk berdasarkan agama, suku, ras, jenis kelamin dan bahasa.

Divisi Gender, Anak dan Kelompok Rentan AJI Padang, Jaka HB untuk mengoleksi pemerintahan yang menampilkan foto atau video anak korban peristiwa tersebut. Menurutnya, jurnalis harus melindungi hak-hak anak dan tidak menjadikan mereka sebagai objek eksploitasi media.

“Menayangkan wajah anak korban tanpa sensor atau menyebarkan gambar mereka saat Roma merupakan pelanggaran serius terhadap medical jurnalistik dan perlindungan anak,” kata Jaka.

Jaka juga menyampaikan pentingnya media berperan dalam mendorong pemulihan korban, bukan justru memperparah kondisi psikologis mereka.

“Media bisa menjadi penghubung antar korban dan negara. Lewat pemberitaan yang empatik dan berpihak, media bisa mendorong pemerintah memberikan pemulihan fisik dan psikis kepada anak yang terdampak,” tambahnya.

AJI Padang berharap media lebih mengedepankan prinsip hak asasi manusia, keberagaman dan kebebasan beragama dalam menyajikan informasi. Mereka juga mengajak jurnalis untuk menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab, tanpa ikut memperkeruh suasana atau memperbesar konflik.

“Kami percaya bahwa mobil bisa menjadi tindakan perdamaian, bukan sumber provokasi. Mari kita jaga integritas dan nilai-nilai luhur profesi jurnalistik kita,” tutup Novia Harlina.

Baca Juga: Wagub Sumbar Tolak Aksi Kekerasan dan Perusakan Rumah Doa di Padang

Untuk informasi lebih lanjut, AJI Padang dapat dihubungi melalui nomor kontak 0852-7489-2729. (*)

Tags: AJI PadangPerusakan Rumah Doa Padang
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dua Pencuri Sawit Ditangkap Warga Dharmasraya, Polisi Sebut Cuma Tipiring

Berita Sesudah

Jalan Kaki Cepat Lebih Sehat daripada Target 10 Ribu Langkah Biasa

Berita Terkait

SOKSI Salurkan Seragam Sekolah untuk Anak Korban Banjir dan Longsor di Padang

SOKSI Salurkan Seragam Sekolah untuk Anak Korban Banjir dan Longsor di Padang

Minggu, 30/11/25 | 14:02 WIB

Padang, Scientia - Depidar III SOKSI Provinsi Sumatera Barat bersama Depinas Peduli menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada anak-anak korban banjir...

Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]

Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Terus Bertambah, Tercatat 129 Orang Meninggal Dunia dan 86 Hilang

Minggu, 30/11/25 | 13:49 WIB

Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB Padang, Scientia - Jumlah korban bencana hidrometeorologi...

Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang tertutup material. Sabtu malam, (30/11).[foto : ist]

Saluran Irigasi Tertutup Material, Donizar Minta Penanganan Cepat untuk Hindari Banjir Besar

Minggu, 30/11/25 | 13:37 WIB

Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang...

Pasca bencana hidrometeorologi yang dialami Kota Padang sepekan terakhir, Pemko Padang mempercepat perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda AM, yang rusak parah diterjang banjir bandang.

Walikota Padang Desak PDAM Percepat Perbaikan IPA

Minggu, 30/11/25 | 12:56 WIB

  Pasca bencana hidrometeorologi yang dialami Kota Padang sepekan terakhir, Pemko Padang mempercepat perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda AM,...

Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]

Bencana Hidrometeorologi di Sumbar: 126 Tewas, 86 Hilang, Kerugian Tembus Rp548 Miliar

Minggu, 30/11/25 | 12:50 WIB

Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.Padang, Scientia - Dampak bencana hidrometeorologi...

Reses Hangat di Lubuk Layang: Donizar Tegaskan Politik Tanpa Uang dan Komitmen pada Suara Rakyat

Reses Hangat di Lubuk Layang: Donizar Tegaskan Politik Tanpa Uang dan Komitmen pada Suara Rakyat

Minggu, 30/11/25 | 11:20 WIB

Pasaman, Scientia - Reses Anggota DPRD Sumbar, Donizar, di Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, Sabtu (29/11), berlangsung dalam suasana yang...

Berita Sesudah
Jalan Kaki Cepat Lebih Sehat daripada Target 10 Ribu Langkah Biasa

Jalan Kaki Cepat Lebih Sehat daripada Target 10 Ribu Langkah Biasa

POPULER

  • Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]

    PDAM Padang Kerahkan Mobil Tangki Gratis, Krisis Air Bersih Dipastikan Tetap Terkendali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Padang Desak PDAM Percepat Perbaikan IPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPW PKB Sumbar dan DKW Panji Bangsa Gerak Cepat Salurkan Sembako di Padang Pariaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Bencana di Sumbar Terus Bertambah: 98 Meninggal dan 93 Hilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Indonesia itu Mudah atau Sulit?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu Pungutan Komite di MTsN Dharmasraya, Pihak Sekolah dan Komite Beri Penjelasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Terus Bertambah, Tercatat 129 Orang Meninggal Dunia dan 86 Hilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024