Rabu, 16/9/26 | 13:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Gagalnya Perlindungan Anak, Firdaus: Tragedi di Lima Puluh Kota Jadi Cermin Buram Pengawasan Sosial

Senin, 28/7/25 | 06:11 WIB
Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist)
Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist)

Padang, Scientia.id – Tragedi yang menimpa bocah 11 tahun di Nagari Guguak VIII Koto, Kabupaten Lima Puluh Kota, menyisakan duka mendalam sekaligus menampar kesadaran publik akan rapuhnya sistem perlindungan anak. Bocah tersebut meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Firdaus, menilai kasus ini bukan sekadar kekerasan dalam rumah tangga, melainkan bukti nyata kegagalan kolektif dalam menjamin hak hidup dan rasa aman bagi anak. “Ini tamparan keras bagi semua pihak. Anak yang seharusnya tumbuh dalam kasih sayang justru menjadi korban dari orang terdekatnya,” kata Firdaus kepada Scientia.id, Jumat (25/7).

Firdaus menekankan bahwa peristiwa ini seharusnya menggugah kesadaran kolektif bahwa sistem perlindungan anak belum berjalan efektif, terutama dalam lingkup keluarga. Ia menyoroti lemahnya pengawasan sosial di tingkat lokal, serta kurangnya keterlibatan aktif dari tokoh adat, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah kekerasan terhadap anak.

“Kita butuh ketahanan keluarga, tapi juga perlu mekanisme deteksi dini di lingkungan terdekat. Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan setelah tragedi terjadi,” ujarnya.

BACAJUGA

Kabut Asap Belum Reda, Dharmasraya Buka Kembali Sekolah dengan Masker Wajib

Kabut Asap Belum Reda, Dharmasraya Buka Kembali Sekolah dengan Masker Wajib

Rabu, 16/9/26 | 06:53 WIB
Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Selasa, 15/9/26 | 22:57 WIB

Menurut Firdaus, pendekatan penegakan hukum harus diiringi dengan penguatan nilai-nilai sosial dan edukasi tentang pola asuh yang aman dan sehat. Ia juga mendorong agar isu perlindungan anak menjadi agenda utama lintas sektor, bukan hanya ranah aktivis atau dinas sosial.

“Ini bukan hanya tragedi keluarga. Ini adalah alarm keras bahwa kita belum benar-benar hadir untuk anak-anak kita,” tegasnya.

Baca Juga: Karhutla Terus Berulang di Sumbar, Firdaus: Pemerintah Harus Percepat Penanganan dan Tingkatkan Kesiapsiagaan

Firdaus, yang juga Ketua DPW PKB Sumbar, menyatakan bahwa pihaknya akan terus menggalang kampanye perlindungan anak dan penguatan keluarga sebagai bagian dari misi kemanusiaan. “Kita tidak boleh membiarkan tragedi ini berlalu begitu saja. Harus ada perubahan nyata.” (*)

Tags: Anggota DPRD Sumbar FirdausPKB Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Manfaat Kelapa Bakar untuk Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Pencernaan

Berita Sesudah

Buah yang Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk

Berita Terkait

Kabut Asap Belum Reda, Dharmasraya Buka Kembali Sekolah dengan Masker Wajib

Kabut Asap Belum Reda, Dharmasraya Buka Kembali Sekolah dengan Masker Wajib

Rabu, 16/9/26 | 06:53 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Setelah sepekan belajar dari rumah akibat kabut asap, ribuan siswa di Kabupaten Dharmasraya kembali masuk sekolah mulai...

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Selasa, 15/9/26 | 22:57 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, telah menyalurkan 378.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan sejak 18...

Dharmasraya Masuk Forum Nasional, Bupati Annisa Bahas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

Dharmasraya Masuk Forum Nasional, Bupati Annisa Bahas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

Selasa, 15/9/26 | 22:50 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang...

Siswa MTsN 1 Kota Pariaman saat mendapatkan perawatan medis di rungan IGG RSUD. M. Yamin. Senin, (14/9) [foto : sci/yrp]

Update Terbaru 127 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan MBG, Empat Masih Dirawat

Selasa, 15/9/26 | 22:13 WIB

Siswa MTsN 1 Kota Pariaman saat mendapatkan perawatan medis di rungan IGG RSUD. M. Yamin. Senin, (14/9) Pariaman, Scientia —...

Warga Kesulitan Air Saat Kemarau, Bupati Dharmasraya Akui Butuh Adanya PDAM

Warga Kesulitan Air Saat Kemarau, Bupati Dharmasraya Akui Butuh Adanya PDAM

Selasa, 15/9/26 | 09:42 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Dua dekade lebih berdiri sebagai kabupaten otonom, Kabupaten Dharmasraya masih belum memiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)....

Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Digangjar Anugerah

Selasa, 15/9/26 | 03:54 WIB

Berita Sesudah
Buah yang Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk

Buah yang Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk

POPULER

  • Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

    Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Digangjar Anugerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026