Sabtu, 18/4/26 | 14:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Gagalnya Perlindungan Anak, Firdaus: Tragedi di Lima Puluh Kota Jadi Cermin Buram Pengawasan Sosial

Senin, 28/7/25 | 06:11 WIB
Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist)
Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist)

Padang, Scientia.id – Tragedi yang menimpa bocah 11 tahun di Nagari Guguak VIII Koto, Kabupaten Lima Puluh Kota, menyisakan duka mendalam sekaligus menampar kesadaran publik akan rapuhnya sistem perlindungan anak. Bocah tersebut meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Firdaus, menilai kasus ini bukan sekadar kekerasan dalam rumah tangga, melainkan bukti nyata kegagalan kolektif dalam menjamin hak hidup dan rasa aman bagi anak. “Ini tamparan keras bagi semua pihak. Anak yang seharusnya tumbuh dalam kasih sayang justru menjadi korban dari orang terdekatnya,” kata Firdaus kepada Scientia.id, Jumat (25/7).

Firdaus menekankan bahwa peristiwa ini seharusnya menggugah kesadaran kolektif bahwa sistem perlindungan anak belum berjalan efektif, terutama dalam lingkup keluarga. Ia menyoroti lemahnya pengawasan sosial di tingkat lokal, serta kurangnya keterlibatan aktif dari tokoh adat, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah kekerasan terhadap anak.

“Kita butuh ketahanan keluarga, tapi juga perlu mekanisme deteksi dini di lingkungan terdekat. Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan setelah tragedi terjadi,” ujarnya.

BACAJUGA

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB
KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Menurut Firdaus, pendekatan penegakan hukum harus diiringi dengan penguatan nilai-nilai sosial dan edukasi tentang pola asuh yang aman dan sehat. Ia juga mendorong agar isu perlindungan anak menjadi agenda utama lintas sektor, bukan hanya ranah aktivis atau dinas sosial.

“Ini bukan hanya tragedi keluarga. Ini adalah alarm keras bahwa kita belum benar-benar hadir untuk anak-anak kita,” tegasnya.

Baca Juga: Karhutla Terus Berulang di Sumbar, Firdaus: Pemerintah Harus Percepat Penanganan dan Tingkatkan Kesiapsiagaan

Firdaus, yang juga Ketua DPW PKB Sumbar, menyatakan bahwa pihaknya akan terus menggalang kampanye perlindungan anak dan penguatan keluarga sebagai bagian dari misi kemanusiaan. “Kita tidak boleh membiarkan tragedi ini berlalu begitu saja. Harus ada perubahan nyata.” (*)

Tags: Anggota DPRD Sumbar FirdausPKB Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Manfaat Kelapa Bakar untuk Daya Tahan Tubuh dan Kesehatan Pencernaan

Berita Sesudah

Buah yang Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk

Berita Terkait

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia - Sebanyak 65 bakal calon Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa...

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, diduga menghambat hak politik...

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Memperkuat Sinergi di Bidang Hukum Wali Kota Padang Menandatangani MoU Bersama Kepala Kajari Padang

Kamis, 16/4/26 | 17:10 WIB

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui...

Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna tentang Program Bantuan Pendidikan Tingkat Sarjana di Sampoerna University untuk tahun akademik 2026/2027.

Progul Padang Juara Pemko Padang Beasiswakan 8 Siswa ke Sampoerna University Tahun Ajaran 2027/2027

Kamis, 16/4/26 | 16:57 WIB

Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna...

Reformasi Birokrasi Bawaslu Padang Didorong dari Dalam, Transparansi Jadi Fokus

Reformasi Birokrasi Bawaslu Padang Didorong dari Dalam, Transparansi Jadi Fokus

Kamis, 16/4/26 | 14:07 WIB

Padang, Scientia — Bawaslu Kota Padang mempercepat agenda reformasi birokrasi dengan menitikberatkan pada penguatan tata kelola yang bersih dan akuntabel....

Donizar Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Simpang Alahan Mati

Donizar Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Simpang Alahan Mati

Kamis, 16/4/26 | 13:35 WIB

Pasaman, Scientia - Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar, menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang...

Berita Sesudah
Buah yang Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk

Buah yang Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026