Selasa, 03/3/26 | 12:52 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Fiksi dan Fakta: Dua Sayap Literasi

Minggu, 27/7/25 | 16:28 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Perdebatan soal bacaan fiksi dan nonfiksi kerap muncul di ruang-ruang digital. Tak jarang, masing-masing kubu merasa jenis bacaan merekalah yang paling penting dan bermanfaat. Di tengah semangat literasi, muncul anggapan yang menyederhanakan nilai karya hanya dari bentuknya. Padahal, fiksi dan nonfiksi menawarkan cara yang berbeda dalam memahami realitas dan kehidupan manusia.

Di luar perdebatan itu, saya justru percaya bahwa dunia fiksi dan nonfiksi dapat saling melengkapi. Keduanya menawarkan cara memahami dunia yang berbeda. Jika nonfiksi menyajikan realitas dengan pendekatan data dan analisis, maka fiksi menghadirkan pengalaman batin manusia dalam menanggapi realitas tersebut. Fiksi merasuk ke dalam perasaan, membangkitkan empati, dan mempertemukan kita dengan kompleksitas kehidupan tanpa perlu mengalami langsung setiap peristiwanya.

Ketika membaca dongeng atau hikayat misalnya, kita tidak hanya disuguhi alur cerita tentang tokoh baik dan jahat, melainkan diajak memahami nilai-nilai kehidupan yang tersembunyi di balik simbol dan peristiwa. Di titik inilah fiksi bekerja, membuka lapisan makna dan pesan moral. Ia menyentuh sisi manusiawi melalui cerita yang diwariskan turun-temurun, menghadirkan kebijaksanaan dalam bentuk yang sederhana namun menggugah.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Penting pula disadari bahwa fiksi telah menjadi medium bagi kelompok-kelompok yang tersisih untuk bersuara. Banyak kisah tentang perempuan, kaum marjinal, minoritas, atau korban kekerasan yang justru lebih banyak ditemukan dalam cerita-cerita fiksi. Mereka menemukan ruang aman untuk menuturkan pengalaman hidupnya lewat tokoh-tokoh rekaan.

Fiksi, dengan segala keleluasaannya, memungkinkan suara-suara itu hadir dan didengar tanpa harus tunduk pada struktur formal tulisan akademik atau jurnalisme. Di sisi lain, pembaca nonfiksi yang berpegang pada keakuratan data tentu memiliki posisi penting dalam lanskap pengetahuan. Akan tetapi, menyampingkan fiksi adalah bentuk penyempitan makna literasi. Dunia ini terlalu luas untuk dibaca hanya dari satu sudut.

Pada akhirnya, baik fiksi maupun nonfiksi memiliki ruang dan kontribusinya masing-masing dalam memperkaya wawasan dan kepekaan kita. Perbedaan cara menyampaikan makna tidak semestinya menjadi alasan untuk saling meniadakan. Membaca bukan sekadar kegiatan kognitif, tetapi juga pengalaman afektif dan etis. Ia membentuk cara kita berpikir, merasakan, bahkan memperlakukan orang lain. Daripada saling mendiskreditkan jenis bacaan, mungkin akan jauh lebih bijak jika kita bertanya: sudahkah bacaan kita, apapun bentuknya, membuat kita lebih manusiawi?

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Berita Sesudah

Kunjungi SPPG Kecamatan Kubung di Selayo, Bupati Jon Pandu: Pemkab Dukung Program Prioritas Nasional

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah
Kunjungi SPPG Kecamatan Kubung di Selayo, Bupati Jon Pandu: Pemkab Dukung Program Prioritas Nasional

Kunjungi SPPG Kecamatan Kubung di Selayo, Bupati Jon Pandu: Pemkab Dukung Program Prioritas Nasional

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024