Minggu, 19/4/26 | 23:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Buruk di Sumatera Barat hingga Sepekan ke Depan

Rabu, 17/4/24 | 17:12 WIB

Scientia.id — Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi kejadian bencana hidrometeorologi di sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar) untuk kurun waktu 16 hingga 22 April 2024 mendatang. Pemerintah beserta masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan terus berkoordinasi ketika terjadi kejadian bencana,

Peringatan itu disampaikan, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman BMKG, Desindra Deddy Kurniawan lewat rilisnya. Peringatan dini disampaikan setelah memperhatikan kondisi dinamika atmosfer terkini, di mana terjadi beberapa fenomena gangguan atmosfer yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sumbar.

“Fenomena gangguan atmosfer yang dimaksud antara lain, Gelombang Rossby Equatorial dan Kelvin yang diperkirakan berlangsung di wilayah Sumatera. Selain itu, terdapat Daerah Pertemuan Arus (Convergence Area) dan Belokan Angin (Shearline) pada ketinggian 3000 kaki dari permukaan laut yang berpotensi menimbulkan pertumbuhan awan–awan hujan intensif di Sumbar dalam beberapa hari ke depan,” ujar Desindra dalam keterangannya, Rabu (17/04/2024).

Ilustrasi

Pada lingkup skala yang lebih kecil (lokal), sambungnya, labilitas atmosfer masih terpantau cukup kuat sehingga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan konvektif. Adanya peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan menyebabkan peningkatan peluang kejadian cuaca ekstrem yang dapat berdampak menjadi bencana hidrometeorologi di Sumbar, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir/kilat, dan jalan licin.

BACAJUGA

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB
Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

“Oleh karena itu kita perlu meningkatkan kesiagaan atas potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di kabupaten/kota di Sumbar, di antaranya di Agam, Padang Pariaman, Pasaman
Barat, Padang, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Tanah datar, Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman, Sijunjung, Kep Mentawai, Kota Solok, Bukittinggi, Padang
Panjang, dan Pariaman,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu, sambungnya, masyarakat diminta untuk selalu mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi dengan mengenali titik-titik rawan bencana, melakukan pembaharuan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas, mencari lokasi yang aman apabila kondisi hujan terjadi dalam intensitas yang tinggi dan durasi yang lama, serta selalu mengikuti arahan petugas-petugas terkait kebencanaan. (rel)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sutan Riska Inspeksi Ratusan Kendaraan Dinas Pemkab Dharmasraya

Berita Sesudah

Banggar DPRD Jambi Kunjungi DPRD Sumbar

Berita Terkait

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia - Sebanyak 65 bakal calon Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa...

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, diduga menghambat hak politik...

Berita Sesudah

Banggar DPRD Jambi Kunjungi DPRD Sumbar

Discussion about this post

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026