Senin, 09/11/26 | 00:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Buka Bersama Awak Media di Bukittinggi Hadirkan Wartawan Senior Ibukota

Jumat, 22/3/24 | 07:50 WIB

BUKTTINGGI, SCIENTIA-– Kenapa Napoleon Bonaparte yang sangat berjaya di Abad ke-18 berulang kali mengatakan kalau goresan tinta jurnalis lebih ditakutinya dibandingkan seribu musuh dan hujanan peluru?

Jawabnya adalah, karena tinta wartawan saat dijadikan bahan propaganda dan disebarluaskan kepada publik justru akan memberikan dampak yang lebih besar ketimbang hujatan peluru yang hanya mematikan satu dua orang.

Berkaca pada hal di atas, sudah saatnya para jurnalis mampu memberikan sebuah kontribusi positif bagi daerahnya. Melalui tinta jurnalis, bangunlah kebersamaan, kekompakan dan sinergi dengan semua pihak.

“Bagi jurnalis, semua elemen adalah kawan. Semua kelompok adalah teman, jadi jangan sampai mereka yang berprofesi sebagai jurnalis membuat kelompok kelompok tertentu yang pada akhirnya akan membuat perseteruan,” demikian dikatakan oleh Teddy G Chaniago saat sharing pengalaman dengan wartawan Kota Bukittinggi.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Video Selesai

Minggu, 08/11/26 | 18:04 WIB
Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Membongkar Teror “The Doll Ghawiah” melalui Kajian Folklor

Minggu, 08/11/26 | 16:00 WIB

Tak hanya mengingatkan pentingnya kebersamaan, Teddy yang sengaja datang dari Jakarta untuk memenuhi undangan dari Pemerhati Jurnalis Syber Kota Bukittinggi pun menyebutkan, profesi wartawan adalah profesi terhormat.

“Karena profesi jurnalis sangat terhormat, maka jangan sampai kawan kawan merasa inferior saat berhadapan dengan nara sumber,” ucapnya serius.

Teddy yang sudah malang melintang di dunia goresan tinta di sejumlah daerah di tanah air tersebut juga mengatakan, mereka yang menjalani profesi jurnalis perlu meningkatkan kemampuan mereka dari waktu ke waktu.

“Bagaimana caranya? Adalah dengan belajar dan belajar serta jangan malu untuk bertanya,” urainya.

Hal lain yang diingatkannya adalah masalah etika dan performance saat menjalani profesi tersebut.

Kontinuitas Berita

Dasman Boy Dt Rajo Dihilie dalam paparannya mengatakan, wartawan terutama mereka yang berdomisili di daerah jangan terjebak menulis berita yang itu -itu saja.

“Mulailah menulis berita yang dibutuhkan orang banyak contohnya menuliskan persoalan yang membelit rakyat kecil baik itu masalah pembangunan, infrastruktur hingga persoalan naiknya harga sembako dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dengan mengurut persoalan dari bawah, tentunya akan ditemukan jawaban pasti untuk menyelesaikannya.

“Berita bapaluah (berpeluh-red) sangat dibutuhkan dalam rangka mengasah kemampuan, empati dan juga keseriusan wartawan tersebut dalam menjalankan profesinya,” tambahnya.

Hal lain yang diingatkan alumnus Tabloid Bijak dan Harian Posmetro Padang itu adalah kontinuitas sebuah berita sehingga publik tahu ending dari sebuah persoalan yang dijadikan topik pemberitaan.

Di akhir pembicaan dalam forum diskusi yang dihadiri sekitar 20 orang jurnalis Kota Bukittinggi itu, Dasman Boy menekankan perlunya wartawan menulis feature.

“Melalui feature akan ketahuan kualitas seorang wartawan. Selain itu feature juga menjadi ungkapan rasa dan kepedulian wartawan pada masyarakat banyak,” jelasnya.

Hamriadi selaku moderator yang juga ketua PJS Bukittinggi, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan profesi jurnalis mereka sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Pelatihan ini bisa memberikan gambaran yang jelas bagi kita para insan pers yang ada di Bukittinggi bagaimana cara kita mengelola sebuah informasi secara baik dan hasilnya bisa dipublikasikan serta memberikan impact yang jelas bagi Kota Bukittinggi,” katanya mengakhiri kegiatan tersebut. (*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali Kota Bukittinggi Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2024

Berita Sesudah

Pemko Bukittinggi Salurkan Bansos Sembako Triwulan I 2024

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Video Selesai

Minggu, 08/11/26 | 18:04 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya masih ingat buku panduan yang terselip di kotak...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Membongkar Teror “The Doll Ghawiah” melalui Kajian Folklor

Minggu, 08/11/26 | 16:00 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita menyeramkan yang konon...

Batu dan Zaman

Perempuan, Hasrat, dan Female Gaze dalam Budaya Populer

Minggu, 08/11/26 | 15:51 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Jagat media sosial belakangan diramaikan oleh potongan video...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Analisis Wacana Kritis Perang Kata-Kata Trump dan El Sayed

Minggu, 08/11/26 | 15:39 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Para linguis memandang bahasa bukan hanya sebagai...

APHTN-HAN Sumbar Dorong Reformasi UU Pemilu, Empat Isu Strategis Jadi Sorotan

APHTN-HAN Sumbar Dorong Reformasi UU Pemilu, Empat Isu Strategis Jadi Sorotan

Minggu, 08/11/26 | 15:00 WIB

Ketua APHTN-HAN Sumbar, Khairul Fahmi saat diwawancara, Minggu (8/11). (SCIENTIA/Wahyu Saputra) Padang, SCIENTIA – Penataan sistem pemilihan umum (pemilu) dan...

Yesi Endriani Sosialisasikan Perda 2 Tahun 2003 Tentang Ekonomi Kreatif, Dorong UMKM Bukittinggi dan Agam Naik Kelas

Yesi Endriani Sosialisasikan Perda 2 Tahun 2003 Tentang Ekonomi Kreatif, Dorong UMKM Bukittinggi dan Agam Naik Kelas

Minggu, 08/11/26 | 12:25 WIB

BUKITTINGGI – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Yesi Endriani, SM, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera...

Berita Sesudah

Pemko Bukittinggi Salurkan Bansos Sembako Triwulan I 2024

Discussion about this post

POPULER

  • Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

    Membongkar Teror “The Doll Ghawiah” melalui Kajian Folklor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Senja di Hari Itu” Karya Elang Humaira Cipto dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isma Yatun Kembali Pimpin BPK, Rangkap Plt Anggota VI Usai Fathan Subchi Wafat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Wacana Kritis Perang Kata-Kata Trump dan El Sayed

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APHTN-HAN Sumbar Dorong Reformasi UU Pemilu, Empat Isu Strategis Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Smartfren dan Nubia Hadirkan Smartphone 5G dengan Internet Unlimited Dua Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026