Rabu, 05/8/26 | 15:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Kemunculan Ruang Tanya pada Film Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2

Minggu, 07/1/24 | 08:40 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan
(Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Tidak masalah menjadi orang takut karena hanya orang takut yang bisa menjadi berani.
(Hamka- Hamka dan Siti Raham Vol. 2)

BACAJUGA

Pengurus PWI Dharmasraya 2026–2029 Dilantik, Bupati Annisa Tekankan Jurnalisme Beretika

Pengurus PWI Dharmasraya 2026–2029 Dilantik, Bupati Annisa Tekankan Jurnalisme Beretika

Selasa, 04/8/26 | 23:32 WIB
Pimpin PWI Dharmasraya, Roni Aprianto; Pers Harus Kritis dan Jaga Kepercayaan Publik

Pimpin PWI Dharmasraya, Roni Aprianto; Pers Harus Kritis dan Jaga Kepercayaan Publik

Selasa, 04/8/26 | 22:44 WIB

Film Buya Hamka vol. 2 sudah tayang mulai dari tanggal 21 Desember 2023 dan masih berlangsung sampai saat ini, 6 Januari 2024. Euforia untuk menonton film rilisan Falcon Pictures dan Starvision Plus kali ini sepertinya tidak setinggi Film Buya Hamka Vol. 1. Hal ini terbukti dengan jumlah penonton hingga hari ke delapan penayangan baru mencapai 270 ribu penonton. Hal ini berbeda dengan penayangan vol. 1 yang pamit dengan jumlah penonton lebih dari 1.2 juta.

Terlepas dari jumlah penonton, Film Buya Hamka vol. 2 masih banyak menghadirkan ruang-ruang kosong pada setiap adegannya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh pengambilan permasalahan yang terlalu luas sehingga tidak terlihat perspektif mana yang akan lebih ditonjolkan. Padahal, harapan tentang ruang hampa terkait Film Buya Hamka vol. 1 dapat terjawab di vol. 2 ini, sesuai dengan harapan penulis seperti yang terdapat pada artikel pertama yang berjudul Film Buya Hamka antara Dedikasi dan Ruang Hampa terbit di Scientia.id pada tanggal 7 Mei 2023. Namun, ruang hampa tersebut makin bertambah karena hadir kembali beberapa adegan yang hanya sepintas lalu saja pada vol. 2.

Beberapa adegan yang menimbulkan tanda tanya dalam film ini, di antaranya adalah pertama ketika Buya Hamka sedang bergerilya untuk menyuarakan persatuan pasca-Kemerdekaan agar masyarakat tidak diadu domba. Pada saat itu Hamka bertemu dengan masyarakat yang sedang melakukan perang antarkelompok. Buya Hamka menenangkan mereka sambil menjadikan baju anaknya bendera putih yang menandakan permintaan damai. Namun, Buya Hamka tetap ditembak oleh salah seorang anggota kelompok tersebut. Kemudian, Buya Hamka sadar dari luka tembakan. Penjelasan setelahnya kurang menggigit karena semuanya berakhir dengan dilakukan perjanjian antara Pemerintah Belanda dan Indonesia, yaitu Perjanjian Roem-Roijen.

Gerilya Buya Hamka dan adanya perang saudara dibahas sepintas lalu saja, tidak ada eksplorasi lebih lanjut terkait ini sehingga penonton akan berpikir, lalu apa saja yang terjadi ketika perang saudara? Apa saja yang pernah dihadapi Buya Hamka? Selain itu, pernahkah beliau mendamaikannya. Pertanyaan ini  tentu akan terjawab jika mereka adalah orang-orang yang memang sudah mengikuti Buya Hamka dari dahulu, lalu bagaimana jika orang yang menonton adalah orang yang baru akan mengenal beliau. Jika dilihat dari perspektif lain, mungkin penulis atau para penggarap film berpikir untuk memberikan ruang pada penonton agar mencari tahu sendiri apa saja yang terjadi pada saat itu.

Hal lain yang juga menarik perhatian penulis adalah adanya Majalah Panji Masyarakat yang digawangi oleh Buya Hamka. Majalah itu tidak dibahas secara mendetail terkait dengan kontribusi bagi masyarakat. Hal yang dibahas hanya terkait dengan pasokan kertas yang dibatasi oleh pemerintah untuk majalah tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena tulisan-tulisan beliau yang menyinggung pemerintahan. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut apa saja peran majalah ini di lingkungan masyarakat, misalnya motto ataupun rubrik yang dimiliki oleh majalah tersebut. Dengan demikian, peran Buya Hamka dalam media komunikasi tidak tergambar dengan jelas, apakah hanya untuk memberikan ruang batas kepada pemerintah saja atau ada yang lain?

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck juga merupakan salah satu karya Buya Hamka yang sering dibahas dalam perkuliahan sastra, terutama ketika membahas tentang teori resepsi sastra. Karya Buya Hamka yang juga sudah difilmkan pada tahun 2013 ini dianggap sebagai sebuah karya plagiat. Namun, H.B. Jassin, seorang kritikus sastra membantah hal tersebut. Hal ini juga dibahas di dalam film, tetapi lagi-lagi pembahasan terkait ini tidak mendetail, seolah-seolah sekadar pemberian informasi awal sehingga penonton harus melakukan proses pembacaan kembali.

Hal lain yang juga menarik perhatian adalah peran Siti Raham sebagai seorang istri yang selalu mendukung apa pun yang dilakukan oleh suaminya. Beliau menjadi sosok istri yang selalu ada dalam setiap perjuangan yang dilakukan oleh Buya Hamka, misalnya menjaga kestabilan rumah tangga ketika Buya Hamka bergerilya, atau ketika Buya Hamka ditahan di penjara karena dianggap melawan pemerintah. Hal ini disampaikan ketika ia berpidato dan diapresiasi oleh banyak orang. Selain itu, Siti Raham juga berperan mendorong penerbitan buku yang berjudul Tafsir Al Azhar dan pada akhirnya ditulis kembali oleh Hamka ketika berada di penjara. Namun, penggambaran Siti Raham yang diperankan oleh Laudya Cynthia Bella juga seperti masih belum meninggalkan bekas yang mendalam.

Keberadaan ruang-ruang hampa ini harusnya baik untuk kemunculan karya berikutnya karena dengan kehampaan tersebut memberikan ruang pada penonton untuk menghasilkan karya selanjutnya. Namun, ruang hampa yang hadir dalam film ini bisa saja menjadi peluang untuk kehadiran untuk karya berikutnya karena pada hakikatnya kehadiran sebuah karya tentu dipengaruhi oleh karya yang sudah pernah hadir sebelumnya. Namun, pendapat tentang kehadiran ruang hampa dalam dua rangkaian film ini tidak bisa diterima begitu karena terkait ekspektasi dalam sebuah karya sastra dipengaruhi oleh harapan pembaca atau dalam hal ini penonton terhadap apa yang mereka baca dan tonton. Jika meminjam pendapat Iser, horison harapan pembaca mencakup kerangka pandang pembaca yang memengaruhi cara mereka menghadapi dan memahami teks dengan penekanan pada peran aktif pembaca dalam proses membaca dan menginterpretasi.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kemunculan Ruang Tanya pada Film Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2

Berita Sesudah

Google Maps: Teman Baik dalam Perjalanan

Berita Terkait

Pengurus PWI Dharmasraya 2026–2029 Dilantik, Bupati Annisa Tekankan Jurnalisme Beretika

Pengurus PWI Dharmasraya 2026–2029 Dilantik, Bupati Annisa Tekankan Jurnalisme Beretika

Selasa, 04/8/26 | 23:32 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, melantik Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Dharmasraya Periode 2026–2029 yang...

Pimpin PWI Dharmasraya, Roni Aprianto; Pers Harus Kritis dan Jaga Kepercayaan Publik

Pimpin PWI Dharmasraya, Roni Aprianto; Pers Harus Kritis dan Jaga Kepercayaan Publik

Selasa, 04/8/26 | 22:44 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Roni Aprianto resmi menakhodai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Dharmasraya untuk periode 2026–2029. Pelantikan tersebut didasarkan pada...

Dapat Nomor Urut 2, Endara Putra Gunawan Usung Visi “Nagari Aie Dingin Mandiri Nan Madani”

Dapat Nomor Urut 2, Endara Putra Gunawan Usung Visi “Nagari Aie Dingin Mandiri Nan Madani”

Selasa, 04/8/26 | 19:55 WIB

Aie Dingin, Scientia.id  – Tokoh muda Nagari Aie Dingin, Endara Putra Gunawan (EPG), memperoleh nomor urut 2 dalam tahapan penetapan...

Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKB, Yusri Latif. [foto : ist]

Yusri Latif Dorong Pondok Pesantren di Padang Masuk Program 10.000 MCK PKB

Selasa, 04/8/26 | 17:22 WIB

Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKB, Yusri Latif. Padang, Scientia — Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Padang, Yusri...

Guru SD asal Dharmasraya Wakili Sumbar di MTQ VIII KORPRI Nasional

Guru SD asal Dharmasraya Wakili Sumbar di MTQ VIII KORPRI Nasional

Selasa, 04/8/26 | 14:45 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Medison, S.Sos, M.Si, Selasa (4/8/2026) secara resmi melepas keberangkatan Hj. Egi Firnawati, M.Pd.,...

Hujan dengan intensitas tinggi di Kota Padang sepanjang, Senin (3/8) ini mengakibatkan, luapan air yang merendam pemukiman dan sebagian rumah warga di beberapa kelurahan Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

Pemko Padang Terima Laporan Bencana Banjir di Wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

Selasa, 04/8/26 | 12:38 WIB

Hujan dengan intensitas tinggi di Kota Padang sepanjang, Senin (3/8) ini mengakibatkan, luapan air yang merendam pemukiman dan sebagian rumah...

Berita Sesudah
Jejak Cita Rasa dan Kebersamaan di Kedai Mamak

Google Maps: Teman Baik dalam Perjalanan

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Dorong Pondok Pesantren di Padang Masuk Program 10.000 MCK PKB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fungsi Tanda Asteris atau Tanda Bintang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fungsi Kata “yang “ dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026