Selasa, 07/4/26 | 15:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Kemunculan Ruang Tanya pada Film Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2

Minggu, 07/1/24 | 08:40 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan
(Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Tidak masalah menjadi orang takut karena hanya orang takut yang bisa menjadi berani.
(Hamka- Hamka dan Siti Raham Vol. 2)

BACAJUGA

Pemerintah Kota Padang melakukan langkah strategis untuk membawa Program Unggulan (Progul) "Padang Juara" ke kancah internasional. Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur, dan Pulau Pinang Malaysia, Selasa (31/3/2026), guna menjajaki peluang kerja sama pendidikan dan penguatan karakter bagi generasi muda Kota Padang.

Pemko Padang Jalin Kerjasama Pendidikan dan Penguatan Karakter Dengan UniKL

Selasa, 07/4/26 | 14:42 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran, saat menerima audiensi Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, bersama jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (6/4/2026).

Pemko Padang Dukung Pengembangan Master Plan Modernisasi RSUO Dr.M.Djamil

Selasa, 07/4/26 | 14:33 WIB

Film Buya Hamka vol. 2 sudah tayang mulai dari tanggal 21 Desember 2023 dan masih berlangsung sampai saat ini, 6 Januari 2024. Euforia untuk menonton film rilisan Falcon Pictures dan Starvision Plus kali ini sepertinya tidak setinggi Film Buya Hamka Vol. 1. Hal ini terbukti dengan jumlah penonton hingga hari ke delapan penayangan baru mencapai 270 ribu penonton. Hal ini berbeda dengan penayangan vol. 1 yang pamit dengan jumlah penonton lebih dari 1.2 juta.

Terlepas dari jumlah penonton, Film Buya Hamka vol. 2 masih banyak menghadirkan ruang-ruang kosong pada setiap adegannya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh pengambilan permasalahan yang terlalu luas sehingga tidak terlihat perspektif mana yang akan lebih ditonjolkan. Padahal, harapan tentang ruang hampa terkait Film Buya Hamka vol. 1 dapat terjawab di vol. 2 ini, sesuai dengan harapan penulis seperti yang terdapat pada artikel pertama yang berjudul Film Buya Hamka antara Dedikasi dan Ruang Hampa terbit di Scientia.id pada tanggal 7 Mei 2023. Namun, ruang hampa tersebut makin bertambah karena hadir kembali beberapa adegan yang hanya sepintas lalu saja pada vol. 2.

Beberapa adegan yang menimbulkan tanda tanya dalam film ini, di antaranya adalah pertama ketika Buya Hamka sedang bergerilya untuk menyuarakan persatuan pasca-Kemerdekaan agar masyarakat tidak diadu domba. Pada saat itu Hamka bertemu dengan masyarakat yang sedang melakukan perang antarkelompok. Buya Hamka menenangkan mereka sambil menjadikan baju anaknya bendera putih yang menandakan permintaan damai. Namun, Buya Hamka tetap ditembak oleh salah seorang anggota kelompok tersebut. Kemudian, Buya Hamka sadar dari luka tembakan. Penjelasan setelahnya kurang menggigit karena semuanya berakhir dengan dilakukan perjanjian antara Pemerintah Belanda dan Indonesia, yaitu Perjanjian Roem-Roijen.

Gerilya Buya Hamka dan adanya perang saudara dibahas sepintas lalu saja, tidak ada eksplorasi lebih lanjut terkait ini sehingga penonton akan berpikir, lalu apa saja yang terjadi ketika perang saudara? Apa saja yang pernah dihadapi Buya Hamka? Selain itu, pernahkah beliau mendamaikannya. Pertanyaan ini  tentu akan terjawab jika mereka adalah orang-orang yang memang sudah mengikuti Buya Hamka dari dahulu, lalu bagaimana jika orang yang menonton adalah orang yang baru akan mengenal beliau. Jika dilihat dari perspektif lain, mungkin penulis atau para penggarap film berpikir untuk memberikan ruang pada penonton agar mencari tahu sendiri apa saja yang terjadi pada saat itu.

Hal lain yang juga menarik perhatian penulis adalah adanya Majalah Panji Masyarakat yang digawangi oleh Buya Hamka. Majalah itu tidak dibahas secara mendetail terkait dengan kontribusi bagi masyarakat. Hal yang dibahas hanya terkait dengan pasokan kertas yang dibatasi oleh pemerintah untuk majalah tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena tulisan-tulisan beliau yang menyinggung pemerintahan. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut apa saja peran majalah ini di lingkungan masyarakat, misalnya motto ataupun rubrik yang dimiliki oleh majalah tersebut. Dengan demikian, peran Buya Hamka dalam media komunikasi tidak tergambar dengan jelas, apakah hanya untuk memberikan ruang batas kepada pemerintah saja atau ada yang lain?

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck juga merupakan salah satu karya Buya Hamka yang sering dibahas dalam perkuliahan sastra, terutama ketika membahas tentang teori resepsi sastra. Karya Buya Hamka yang juga sudah difilmkan pada tahun 2013 ini dianggap sebagai sebuah karya plagiat. Namun, H.B. Jassin, seorang kritikus sastra membantah hal tersebut. Hal ini juga dibahas di dalam film, tetapi lagi-lagi pembahasan terkait ini tidak mendetail, seolah-seolah sekadar pemberian informasi awal sehingga penonton harus melakukan proses pembacaan kembali.

Hal lain yang juga menarik perhatian adalah peran Siti Raham sebagai seorang istri yang selalu mendukung apa pun yang dilakukan oleh suaminya. Beliau menjadi sosok istri yang selalu ada dalam setiap perjuangan yang dilakukan oleh Buya Hamka, misalnya menjaga kestabilan rumah tangga ketika Buya Hamka bergerilya, atau ketika Buya Hamka ditahan di penjara karena dianggap melawan pemerintah. Hal ini disampaikan ketika ia berpidato dan diapresiasi oleh banyak orang. Selain itu, Siti Raham juga berperan mendorong penerbitan buku yang berjudul Tafsir Al Azhar dan pada akhirnya ditulis kembali oleh Hamka ketika berada di penjara. Namun, penggambaran Siti Raham yang diperankan oleh Laudya Cynthia Bella juga seperti masih belum meninggalkan bekas yang mendalam.

Keberadaan ruang-ruang hampa ini harusnya baik untuk kemunculan karya berikutnya karena dengan kehampaan tersebut memberikan ruang pada penonton untuk menghasilkan karya selanjutnya. Namun, ruang hampa yang hadir dalam film ini bisa saja menjadi peluang untuk kehadiran untuk karya berikutnya karena pada hakikatnya kehadiran sebuah karya tentu dipengaruhi oleh karya yang sudah pernah hadir sebelumnya. Namun, pendapat tentang kehadiran ruang hampa dalam dua rangkaian film ini tidak bisa diterima begitu karena terkait ekspektasi dalam sebuah karya sastra dipengaruhi oleh harapan pembaca atau dalam hal ini penonton terhadap apa yang mereka baca dan tonton. Jika meminjam pendapat Iser, horison harapan pembaca mencakup kerangka pandang pembaca yang memengaruhi cara mereka menghadapi dan memahami teks dengan penekanan pada peran aktif pembaca dalam proses membaca dan menginterpretasi.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kemunculan Ruang Tanya pada Film Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2

Berita Sesudah

Google Maps: Teman Baik dalam Perjalanan

Berita Terkait

Pemerintah Kota Padang melakukan langkah strategis untuk membawa Program Unggulan (Progul) "Padang Juara" ke kancah internasional. Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur, dan Pulau Pinang Malaysia, Selasa (31/3/2026), guna menjajaki peluang kerja sama pendidikan dan penguatan karakter bagi generasi muda Kota Padang.

Pemko Padang Jalin Kerjasama Pendidikan dan Penguatan Karakter Dengan UniKL

Selasa, 07/4/26 | 14:42 WIB

Pemerintah Kota Padang melakukan langkah strategis untuk membawa Program Unggulan (Progul) "Padang Juara" ke kancah internasional.Wakil Wali Kota Padang Maigus...

Wali Kota Padang Fadly Amran, saat menerima audiensi Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, bersama jajaran di Kediaman Resmi Wali Kota, Senin (6/4/2026).

Pemko Padang Dukung Pengembangan Master Plan Modernisasi RSUO Dr.M.Djamil

Selasa, 07/4/26 | 14:33 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran, saat menerima audiensi Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, bersama jajaran di Kediaman...

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB

Padang, Scientia.id - Kesehatan gigi seringkali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat, terutama ketika lubang kecil yang muncul belum menimbulkan rasa...

Wali Kota Padang Fadly Amran, menyambut hangat kedatangan filantropis internasional sekaligus pengusaha asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Syekh Mohammad MT Al Khoory, dalam jamuan makan malam di Rumah Makan Lamun Ombak, Padang, Senin (6/4/2026).

Wali Kota Padang Berharap, AMCF Mendukung Sektor Pendidikan dan Sosial di Kota Padang.

Selasa, 07/4/26 | 14:27 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran, menyambut hangat kedatangan filantropis internasional sekaligus pengusaha asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Syekh Mohammad...

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Padang, Scientia.id – Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa air minum dalam kemasan galon sudah pasti terjamin kebersihannya. Namun, sering kali...

Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri peletakan batu pertama hunian tetap (Huntap) mandiri bersama Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Selasa (7/4/2026).

Wali Kota Padang Hadiri Peletakan Batu Pertama Huntap Mandiri di Kuranji

Selasa, 07/4/26 | 13:45 WIB

  Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri peletakan batu pertama hunian tetap (Huntap) mandiri bersama Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian...

Berita Sesudah
Jejak Cita Rasa dan Kebersamaan di Kedai Mamak

Google Maps: Teman Baik dalam Perjalanan

Discussion about this post

POPULER

  • Capaian Pembangunan di Dharmasraya Tahun 2025 Dinilai Progresif

    Capaian Pembangunan di Dharmasraya Tahun 2025 Dinilai Progresif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026