Rabu, 14/10/26 | 20:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Kemunculan Ruang Tanya pada Film Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2

Minggu, 07/1/24 | 08:40 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan
(Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Tidak masalah menjadi orang takut karena hanya orang takut yang bisa menjadi berani.
(Hamka- Hamka dan Siti Raham Vol. 2)

BACAJUGA

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Rabu, 14/10/26 | 19:41 WIB
Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]

Pengurus DPC PKB Padang Dikukuhkan, Yusri Latif: Siap Serap Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 14/10/26 | 15:14 WIB

Film Buya Hamka vol. 2 sudah tayang mulai dari tanggal 21 Desember 2023 dan masih berlangsung sampai saat ini, 6 Januari 2024. Euforia untuk menonton film rilisan Falcon Pictures dan Starvision Plus kali ini sepertinya tidak setinggi Film Buya Hamka Vol. 1. Hal ini terbukti dengan jumlah penonton hingga hari ke delapan penayangan baru mencapai 270 ribu penonton. Hal ini berbeda dengan penayangan vol. 1 yang pamit dengan jumlah penonton lebih dari 1.2 juta.

Terlepas dari jumlah penonton, Film Buya Hamka vol. 2 masih banyak menghadirkan ruang-ruang kosong pada setiap adegannya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh pengambilan permasalahan yang terlalu luas sehingga tidak terlihat perspektif mana yang akan lebih ditonjolkan. Padahal, harapan tentang ruang hampa terkait Film Buya Hamka vol. 1 dapat terjawab di vol. 2 ini, sesuai dengan harapan penulis seperti yang terdapat pada artikel pertama yang berjudul Film Buya Hamka antara Dedikasi dan Ruang Hampa terbit di Scientia.id pada tanggal 7 Mei 2023. Namun, ruang hampa tersebut makin bertambah karena hadir kembali beberapa adegan yang hanya sepintas lalu saja pada vol. 2.

Beberapa adegan yang menimbulkan tanda tanya dalam film ini, di antaranya adalah pertama ketika Buya Hamka sedang bergerilya untuk menyuarakan persatuan pasca-Kemerdekaan agar masyarakat tidak diadu domba. Pada saat itu Hamka bertemu dengan masyarakat yang sedang melakukan perang antarkelompok. Buya Hamka menenangkan mereka sambil menjadikan baju anaknya bendera putih yang menandakan permintaan damai. Namun, Buya Hamka tetap ditembak oleh salah seorang anggota kelompok tersebut. Kemudian, Buya Hamka sadar dari luka tembakan. Penjelasan setelahnya kurang menggigit karena semuanya berakhir dengan dilakukan perjanjian antara Pemerintah Belanda dan Indonesia, yaitu Perjanjian Roem-Roijen.

Gerilya Buya Hamka dan adanya perang saudara dibahas sepintas lalu saja, tidak ada eksplorasi lebih lanjut terkait ini sehingga penonton akan berpikir, lalu apa saja yang terjadi ketika perang saudara? Apa saja yang pernah dihadapi Buya Hamka? Selain itu, pernahkah beliau mendamaikannya. Pertanyaan ini  tentu akan terjawab jika mereka adalah orang-orang yang memang sudah mengikuti Buya Hamka dari dahulu, lalu bagaimana jika orang yang menonton adalah orang yang baru akan mengenal beliau. Jika dilihat dari perspektif lain, mungkin penulis atau para penggarap film berpikir untuk memberikan ruang pada penonton agar mencari tahu sendiri apa saja yang terjadi pada saat itu.

Hal lain yang juga menarik perhatian penulis adalah adanya Majalah Panji Masyarakat yang digawangi oleh Buya Hamka. Majalah itu tidak dibahas secara mendetail terkait dengan kontribusi bagi masyarakat. Hal yang dibahas hanya terkait dengan pasokan kertas yang dibatasi oleh pemerintah untuk majalah tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena tulisan-tulisan beliau yang menyinggung pemerintahan. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut apa saja peran majalah ini di lingkungan masyarakat, misalnya motto ataupun rubrik yang dimiliki oleh majalah tersebut. Dengan demikian, peran Buya Hamka dalam media komunikasi tidak tergambar dengan jelas, apakah hanya untuk memberikan ruang batas kepada pemerintah saja atau ada yang lain?

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck juga merupakan salah satu karya Buya Hamka yang sering dibahas dalam perkuliahan sastra, terutama ketika membahas tentang teori resepsi sastra. Karya Buya Hamka yang juga sudah difilmkan pada tahun 2013 ini dianggap sebagai sebuah karya plagiat. Namun, H.B. Jassin, seorang kritikus sastra membantah hal tersebut. Hal ini juga dibahas di dalam film, tetapi lagi-lagi pembahasan terkait ini tidak mendetail, seolah-seolah sekadar pemberian informasi awal sehingga penonton harus melakukan proses pembacaan kembali.

Hal lain yang juga menarik perhatian adalah peran Siti Raham sebagai seorang istri yang selalu mendukung apa pun yang dilakukan oleh suaminya. Beliau menjadi sosok istri yang selalu ada dalam setiap perjuangan yang dilakukan oleh Buya Hamka, misalnya menjaga kestabilan rumah tangga ketika Buya Hamka bergerilya, atau ketika Buya Hamka ditahan di penjara karena dianggap melawan pemerintah. Hal ini disampaikan ketika ia berpidato dan diapresiasi oleh banyak orang. Selain itu, Siti Raham juga berperan mendorong penerbitan buku yang berjudul Tafsir Al Azhar dan pada akhirnya ditulis kembali oleh Hamka ketika berada di penjara. Namun, penggambaran Siti Raham yang diperankan oleh Laudya Cynthia Bella juga seperti masih belum meninggalkan bekas yang mendalam.

Keberadaan ruang-ruang hampa ini harusnya baik untuk kemunculan karya berikutnya karena dengan kehampaan tersebut memberikan ruang pada penonton untuk menghasilkan karya selanjutnya. Namun, ruang hampa yang hadir dalam film ini bisa saja menjadi peluang untuk kehadiran untuk karya berikutnya karena pada hakikatnya kehadiran sebuah karya tentu dipengaruhi oleh karya yang sudah pernah hadir sebelumnya. Namun, pendapat tentang kehadiran ruang hampa dalam dua rangkaian film ini tidak bisa diterima begitu karena terkait ekspektasi dalam sebuah karya sastra dipengaruhi oleh harapan pembaca atau dalam hal ini penonton terhadap apa yang mereka baca dan tonton. Jika meminjam pendapat Iser, horison harapan pembaca mencakup kerangka pandang pembaca yang memengaruhi cara mereka menghadapi dan memahami teks dengan penekanan pada peran aktif pembaca dalam proses membaca dan menginterpretasi.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kemunculan Ruang Tanya pada Film Buya Hamka & Siti Raham Vol. 2

Berita Sesudah

Google Maps: Teman Baik dalam Perjalanan

Berita Terkait

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Rabu, 14/10/26 | 19:41 WIB

Padang, Scientia - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa (PB), Nur Nadlifah menyoroti pemberdayaan kader perempuan PKB...

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]

Pengurus DPC PKB Padang Dikukuhkan, Yusri Latif: Siap Serap Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 14/10/26 | 15:14 WIB

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. Padang, Scientia — Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota...

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto:ist]

Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

Rabu, 14/10/26 | 13:36 WIB

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.Padang, Scientia — Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga mulai menyelimuti...

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Rabu, 14/10/26 | 05:46 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Tim tinju Kota Bukittinggi menutup perjuangannya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dengan raihan...

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rabu, 14/10/26 | 02:06 WIB

Padang, Scientia — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rico Alviano, meminta pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC)...

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB

Padang, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mendesak Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB kabupaten dan...

Berita Sesudah
Jejak Cita Rasa dan Kebersamaan di Kedai Mamak

Google Maps: Teman Baik dalam Perjalanan

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026